
Jakarta ,5 Hari kemudian
"Kedai Kopi Neen"
Andari sedang menikmati Strawberry Chamomile kesukaannya, ketika secara tidak sengaja dia menoleh kearah kiri dan secara reflek tersenyum ketika bertemu pandang dengan seorang pria yang juga membalas senyumannya.
Pria itu rupanya Pramudya, "iya, ma minggu ini aku pulang". ujar Pramudya yang sedang menelfon seseorang.
Setelah menutup telfonnya, dia segera menghampiri Andari.
"Selamat siang" sapa Pramudya.
"Selamat siang"
"Boleh saya duduk dan menemani mbak Andari?"
"Oh..iya, iya, nggak apa-apa mas"
"Terima kasih"
Pramudya lalu duduk didepan Andari.
"Tadi itu tampaknya mesra sekali"
"Mesra bagaimana?"
"Ummm...Mas tadi pas nelfon istrinya"
"Oohh..tadi saya nelfon ibu saya,Saya sudah lama tidak pulang kampung. Jadi beliau meminta saya meluangkan waktu supaya bisa pulang"
"Mas nya juga terlalu sibuk dengan pekerjaan, sampai nggak punya waktu buat menjenguk Ibunya Mas"
Pramudya hanya tertawa kecil, "Mbak Andari kedengaran seperti mengingatkan pasangannya" goda Pramudya.
"Aduh, maaf kalau perkataan saya terlalu lancang". Ekspresi wajah Andari berubah menjadi tidak enak hati.
"Nggak apa-apa mbak, jangan merasa bersalah begitu. Saya hanya bercanda dan menggoda Mbak saja".
Wajah Andari menjadi Tersipu
"Saya yang harusnya minta maaf karena langsung sok akrab dengan mbak"
__ADS_1
"Eee...nggak apa-apa kok mas, kita juga kan sudah kenal.Saya juga merasa sudah akrab dengan mas nya"
"Nggak ada jadwal terbang hari ini?"
"Dua hari lagi, saya baru dapat jadwal terbang mas"
"Mbak ada mau pesan lagi? sekalian Saya mau pesan makan dan minum"
"Nggak mas, Terimakasih saya sudah pesan makanan.
Pramudya lalu memanggil pramusaji dan memesan makanan dan minuman dingin.
"### Pada akhirnya nanti itu tergantung pada wanita yang akan saya nikahi nanti, Mungkin dia ingin rumah yang bagus dan mobil yang bagus, atau hal-hal yang dia senangi. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi keinginannya".
"Wow...,Mas mengorbankan keinginan mas untuk wanita yang mas nikahi?" Andari tampak takjub namun juga merasa ragu dengan perkataan Pramudya.
"Hmmm..., Ya memang harus begitu kan?
"Beneran?"
"Iya, dan itu saya lakukan dengan ikhlas"
"Misalkan, Saya dan mbak Andari. Jika kita menikah...Saya akan..."
"Maksud saya...Se-umpamanya kita menikah, Saya akan berusaha memberi apa yang mbak inginkan".
Andari kembali tertawa dan menggeleng, bukan karena menolak. Tapi dia merasa tersanjung dan tersipu.
"Saya hanya berbicara tentang hal satu sama lain semampunya.Apa salahnya menbuat wanita bahagia? Dia pasti akan membalasnya dengan mencintai sepenuhnya". Ujar Pramudya menatap Andari dengan dalam dan ekspresi serius.
Pramudya yang sekarang sudah terbiasa berbicara dengan lugas didepan banyak orang. Dia sudah berubah menjadi pria yang berwawasan luas dan percaya diri, jauh berbeda dari beberapa tahun yang lalu. Ketika dia masih bekerja sambil kuliah dan mempunyai hubungan dengan Andari, sebelum dia kehilangan ingatan jangka panjangnya.
"Mas akan kesulitan menemukan tipe wanita seperti itu di zaman sekarang" jawab Andari.
"Mbak Andari berfikir seperti itu?"
Andari mengangguk dan tertawa.
"Entahlah, Tapi orang akan melakukan hal bodoh bila jatuh cinta" Ujar Pramudya.
Andari tertegun dan terdiam. Dia seperti tidak asing dengan kata-kata yang di ucapkan Pramudya. Dia merasa seperti berada dalam kondisi De javu.
__ADS_1
Andari merasa sangat kikuk ketika hendak berpisah dengan Pramudya diluar Kedai kopi.
"Maaf mas, tapi saya harus buru-buru"
Pramudya agak kaget dengan perubahan sikap Andari yang tiba-tiba menjadi salah tingkah dan tampak tidak nyaman dengannya.
"Apa saya ada salah berkata-kata mbak?"
"Nggak...nggak ada yang salah kok mas"
"Yakin...??" Tatap Pramudya dengan penuh selidik ke arah Andari yang masih saja terlihat salah tingkah.
"Iya...yakin, hanya saja...saya menjadi tiba-tiba seperti teringat sesuatu dan membuat saya menjadi takut" jawab Andari yang banyak menunduk tanpa berani menatap Pramudya.
"Mbak tau..?, Saya tadi sempat berfikir untuk menemani Mbak Andari"
"Menemani saya..?, Karena apa?"
"Karena saya menyukai mu" Jawab Pramudya yang terbawa suasana dengan perasaannya kepada Andari. Tanpa sadar dia mengungkapkan apa yang dia rasakan.
Andari tersenyum dan merasa senang dengan perkataan Pramudya, padahal Pramudya adalah Pria yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu. Tapi tidak membuatnya seperti orang asing, Malah Andari merasa dia sudah lama kenal dan nyaman berada bersama Pramudya.
"Tapi saya tidak ingin mas menemani saya hanya hari ini saja".
"Mengapa begitu??"
"Karena saya juga sangat menyukai mu" jawab Andari sambil tertawa.
("Oh Tuhan...,mengapa aku jadi ngomong begitu??") guman andari didalam hati.
"Senang bisa bertemu mas hari ini, tapi saya harus pergi" Ujar Andari
"Begitu juga dengan saya, semoga kita bisa bertemu lagi"Jawab Pramudya dengan tertawa kecil.
"Sampai jumpa" Andari lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Pramudya yang masih melihat kearahnya.Setelah beberapa langkah, Andari berbalik dan berharap Pramudya masih melihat kearahnya. Namun Pramudya juga sudah berjalan menjauh dan tidak lagi melihat ke arahnya. Andari kembali berjalan dengan perasaan yang gamang. Pramudya juga menghentikan langkahnya dan berharap Andari melihat kearahnya. Namun yang dia lihat hanya Andari yang tetap berjalan tanpa menoleh kebelakang.
Andari kembali menoleh kebelakang dan menghentikan langkahnya. Keadaannya masih sama seperti tadi. Dia lalu melanjutkan langkahnya, Ketika Pramudya menghentikan langkahnya dan juga kembali melihat kearah Andari,Tapi Dia tetap melihat Andari yang membelakanginya dan terus berjalan Hingga tidak tampak lagi setelah melewati sisi dari bangunan di persimpangan jalan.
To Be Continue
__ADS_1
(Andari Appearance)