Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
Alternate Ending Chapter (Andari) "Apa Kabar Mantan ku?"


__ADS_3

Prologue:


Ku perlu bicara karena aku hilang tanpa kamu


Apa kabar dengan kesemuan ini?


Ku merindukan kehadiranmu


Apa kabar mantanku?


Ku tunggu bicara, harap engkau cari diri aku


Apa kabar dengan kesudahan ini?


Sepatutnya kau rindu kehadiranku


Bila ku teringat tentang dirimu


Rinduku bicara apa adanya


Hancur aku, Hancur aku, Hancur aku


----------------------------------------------------------


Dua minggu Sebelum operasi Andari


Pantai Anyer Jakarta


"Pramudya Aku ingin bertanya, kenapa sih kalau kamu bicara denganku nggak pernah menatap mataku?". Tanya Andari


"Aku menatap mu kok And"


"Oh ya?"


"Iya, sekarang aku menatapmu kan?"


"Tuh lihat, kamu malah berpaling".


"Mungkin karena faktor kebiasaanku sejak kecil". Pramudya berusaha untuk tetap biasa, padahal dia memang tidak berani menatap Andari. Itu karena dia akan menjadi gugup dan salah tingkah bila bertatapan dengan mata Andari. Seperti ada sesuatu yang aneh bila menatap kekasihnya yang bisa membuat hatinya bergetar, dan menjadi gugup.


"Emmm..baiklah kalau begitu, sekarang aku ingin kamu menatapku selama satu menit dan jangan berpaling". ujar Andari yang sekarang berbicara didepan wajah Pramudya tanpa berkedip.


"Kamu yang hitung berapa menitnya, Ok!"


"Eee..tapi And, aku..."Pramudya menjadi bingung untuk menolak permintaan Andari.

__ADS_1


"Kita mulai...satu, dua," Andari mulai menatap Pramudya.


Namun Pramudya selalu memalingkan wajahnya kearah berlawanan.


Andari mengikuti arah wajah Pramudya sehingga dia selalu berada didepan wajah Pramudya.


untuk mencegah Pramudya memalingkan wajahnya kembali. Andari memegang wajah kekasihnya, dia memberi isyarat dengan kedua jarinya supaya Pramudya menatapnya.


Pramudya mencoba hal itu, namun baru beberapa detik dia kembali memalingkan pandangannya. "Andari..aku..nggak..bisa".


Andari tetap kekeuh dengan permintaannya. Kali ini dia menatap Pramudya dengan tersenyum dan tertawa


dia seperti anak kecil yang sangat gembira dengan mainan baru.


Akhirnya Pramudya memberanikan diri menatap Andari tanpa berpaling. Mereka saling menatap dengan keheningan yang nyaman.


Andari yang duluan melepaskan tatapannya, Dia yang malah merasa menjadi salah tingkah ditatap Pramudya.


"Tuh kan, kamu bisa". ujar Andari yang berjalan didepan Pramudya.


"Mmm..itu baru 37 detik".Ujar Pramudya.


"Wihh..kamu malah menghitung benaran ya?" tanya Andari


"I..iya"Jawab Pramudya


"Jadi beneran, aku ini pacar pertama mu?"


Pramudya mengangguk, "Iya".


---------------------------------------------------------


Setelah menikmati makan malam yang sederhana di pinggir pantai.


Ponsel Pramudya berbunyi, sebuah pesan masuk ke ponselnya.


Dia lalu membuka pesan diponselnya.


"Sms dari siapa?" tanya Andari penasaran.


"Dari cewek ya?"


"Bukan kok"


"Coba aku lihat"

__ADS_1


Andari meminta ponsel Pramudya dan membaca pesan tersebut. Ternyata isinya ucapan ulang tahun untuk Pramudya dari Provider kartu telfonnya.


"Kamu ulang tahunnya hari ini?"


"Iya And"


"Oohh...kirain Sms dari cewek lain" goda Andari


Pramudya hanya tertawa kecil dan menunduk. "Selama ini, selain Ibu ku, nggak ada yang ngucapin dihari ulang tahunku". Ujar Pramudya.


"Gitu ya?" Andari terlihat biasa saja dan tidak mengucapkan selamat ulang tahun ke Pramudya.


"Tunggu sebentar ya, aku mau pesan minum lagi"ujar Andari.


"Biar aku aja yang pesenin And"


"Nggak usah, kamu tunggu disini aja"


Pramudya mengangguk dan membiarkan Andari memesan minumannya sendiri.


Tidak berapa lama, Andari kembali ke meja mereka dan membawa sebuah kue kecil dengan satu lilin kecil.


"Happy Birthday to you, Happy Birthday to you, Happy Bithday, Happy Bithday, Happy Birthday to you". Dia rupanya membuat kejutan sederhana untuk Pramudya.


Pramudya tersenyum bahagia melihat Andari yang mengucapkan selamat ulangtahun untuknya.


Ketika Pramudya ingin meniup lilinya, Andari mengingatkannya untuk membuat permohonan terlebih dahulu.


Pramudya menutup matanya lalu membuat permohonan.


Setelah membuat permohonan Pramudya segera meniup lilin itu.


"Yeaaayyy". Andari bertepuk tangan senang. Dia lalu memberikan kue tersebut ke Pramudya.


"Kamu buat permohonan apa?"


"Aku ingin kamu selalu Bahagia And".


"Di hari ulang tahun mu, Kamu malah meminta sesuatu untuk kebahagiaanku ?" Andari merasa terharu dan bahagia.


Pramudya hanya mengangguk dan tersenyum tulus.


Andari lalu berdiri dan mengecup pipi Pramudya.


To Be Continue

__ADS_1



(Lovely Andari)


__ADS_2