
Chapter "Cantik"
Page: 30
"Kamu tidak punya pacar?" Tanya Wulan penasaran. Deven hanya tersenyum dan meneguk red wine nya. "Kamu tinggal bilang tipe wanita idaman mu seperti apa aku akan mencarikan dan mengenalkannya padamu ?" Tanya Wulan kembali. "Mmm...bagaimana ya? Cantik dan baik hati.."jawab Deven. "Memangnya ada tipe wanita seperti itu?" Tanya Wulan.
"Mungkin ada tapi perbandingannya 1/100 wanita". Jawab Deven sekenanya
"Jawaban mu, masuk akal...tapi apakah ada wanita dengan tipe yang sangat langka itu akan menyukai mu?".
Nadya yang sedari tadi tidak banyak berkomentar menjadi tertawa mendengar pertanyaan Wulan.
"Wah...wah..kalian berdua ini tampaknya akur sekali ya? Bahkan sangat serasi bila menjadi patner". Deven menggeleng heran dengan kekompakkan kedua wanita dihadapannya.
Namun pembicaraan mereka bertiga menjadi terhenti karena Deven menerima telfon yang tampaknya sangat penting.Sehingga harus meninggalkan Wulan dan Nadya berdua.
"Nah..karena kita tinggal berdua, giliran saya bertanya kepada Nadya".
"Asal jangan yang berat-berat aja ya mbak" jawab Nadya yang tampak canggung.
"Nadya sudah punya pacar?"
"Eee..sebenarnya saya akan segera menikah".
"OMG, benarkah? Kapan?".
__ADS_1
"Paling cepat akhir tahun, paling lambat pertengahan tahun depan".
"Wah selamat ya!, jangan lupa undangannya".
"Iya mbak, nanti saya pasti mengundang mbak Wulan". Jawab Nadya yang mulai nampak akrab dan tidak canggung lagi.
"Laki-laki itu benar-benar beruntung mendapatkan Nadya dia seperti memenangkan hadiah utama, karena dirimu sangatlah cantik".
"Mbak Wulan terlalu memuji" jawab Nadya tersipu.
Mereka berduapun tertawa kompak dengan percakapan mereka.
"Apanya yang lucu?" Tanya Deven yang kembali bergabung dengan mereka.
"Kami membicarakan tentang mu".Jawab Nadya
"Kata Mbak Wulan kamu memenangkan hadiah utama".
Wulan yang tadinya terlihat sumringah mendadak berubah seperti kaget dan bingung.
Melihat ekspresi Wulan yang berubah tersebut Nadya segera menjelaskan maksud dari perkataannya.
"Saya yang dimaksud wanita yang cantik dan baik hati itu mbak".
"Eh? Jadi kalian berdua ini pacaran?" Tanya Wulan yang walaupun tertawa namun tidak dapat menutupi rasa terkejutnya.
__ADS_1
Deven hanya tersenyum dan menyalakan rokoknya. "Kamu sudah punya pacar secantik ini namun ngakunya belum punya pacar. Dasar buaya darat" ujar Wulan berusaha menutupi rasa terkejutnya.
"Sebenarnya kami merahasiakan hal ini dari orang-orang dikantor, tidak ada yang tau. Namun menurut saya, Mbak Wulan bisa untuk diberi tau". Jawab Nadya.
"Ehh...iya...ya..hahaha" Wulan tertawa datar.
"Tapi, saya penasaran dengan cinta pertama Kak Deven saat dia SMA".
"Mbak Wulan pasti tau kan siapa cinta pertamanya kak Deven?".
"Saya sangat penasaran tapi dia nggak pernah mau memberitau siapa wanita itu, dia cuma bilang kalau wanita itu murid pindahan".
Wulan menjadi terdiam dan tambah merasa gugup. Dia menoleh kearah Deven, kerongkongannya terasa kering namun dia tetap berusaha untuk tenang dan berkata.
"Apa aku kenal dengan wanita itu Dev?"
"Ehemmm...bukan siapa-siapa" jawab Deven
"Kamu benar-benar sangat mahir membuat orang penasaran ya?" Tanya Wulan.
"Iya bener itu mbak, malahan Kak Deven bilang kalau Wanita itu pantas mati".ujar Nadya
Deven menatap kearah Wulan dengan serba salah. Wulan juga menatap kearah Nadya dengan terbelalak kaget. Suasana menjadi aneh dan datar.
__ADS_1
#Wulan teen Character