
"Mari kita bersulang untuk penantian cinta kita yang panjang". Ujar Dirga mengajak ke empat temannya yang lain untuk bersulang. Teman satu genk semasa mereka dari kelas 10-12 (SMA). Arka, Dirga , Samuel , Bob dan Khrisna, lima teman yang tetap akrab walaupun mereka sudah menikah.
"Bersulang untuk 3 tahun penantian" Ujar Dirga.
"Gue 2,5 Tahun penantian" Ujar Samuel
"Gue 4 tahun penantian" Ujar Bob
"Gue 6 tahun penantian" Ujar Khrisna yang merasa agak minder karena dia fikir dia yang paling lama mengalami penantian dalam kisah cintanya sebelum akhirnya menikah.
"Untuk 19 Tahun penantian" Ujar Arka yang terakhir berkata dan terlihat paling bersemangat".
Semua teman-temannya menjadi kaget bukan kepalang, tidak terkecuali Khrisna yang walaupun bernafas lega karena ada yang jauh lebih lama darinya menanti untuk bertemu dengan wanita yang dinikahinya. tetapi dia ikut kaget juga mendengar rentan waktu yang hampir seperempat abad itu. Dirga sampai-sampai menyemburkan minuman yang telah diminumnya saking kagetnya.
"Busyeett dah ah, Lu bisa aja bercandanya". Ujar Dirga sambil menyeka mulutnya dari sisa bir yang masih menempel dari semburannya.
"Itu serius Ka?" Ujar Bob meyakinkan pendengarannya.
Arka hanya mengangguk dan meminum birnya sampai tinggal setengah.
"Bisa lama begitu?" Tanya Krisna
"Jadi selama ini, cewek-cewek cantik yang Lu pacarin cuma pelarian atau bagaimana Ka?" Samuel akhirnya ikut bertanya.
"Tunggu-tunggu, Ka. Sebelum lu jelasin ke kita-kita, Bokin Lu yang mana sih? Dari tadi lu belum kenalin ke kita". Ujar Dirga penasaran.
"Itu yang lagi nyanyi dipanggung" Ujar Arka.
__ADS_1
Semua pandangan teman-teman Arka langsung menuju ke arah panggung didepan mereka. Terlihat seorang Wanita yang dengan percaya diri dan sangat menikmati suasana dengan bernyanyi tanpa canggung, walaupun suaranya tidak terlalu bagus.
"Cantik Ka"
"Menarik"
"Sepadan dengan waktu penantian mu"
"Hmmmm"
Komentar dari teman-teman Arka tidak terlalu berbeda. Karena intinya, mereka juga mengagumi wanita yang menjadi istri Arka.
"Baiklah, karena kita-kita sudah tau sosok dari Bokin Lu, sekarang Lu ceritain asal mula sampai akhirnya kalian menikah". Ujar Dirga.
"Gue harap cerita gue nggak bakalan membuat kalian bosan" Arka mengingatkan.
"Ceritain aja Ka, gue penasaran".ujar Khrisna
"Dia itu cinta pertama gue"
Dua Tahun sebelumnya
Bandar Udara Soekarno-Hatta Jakarta
Arka yang baru diputus olen pacarnya melalui telfon, merasakan hal yang biasa saja. Hal itu disebabkan karena dia tidak mencintai wanita itu. Cantik baginya hal yang relatif (tapi hal sebaliknya itu (tidak cantik ) adalah hal yang Mutlak---penulis). Sampai saat ini dia belum merasakan kenyamanan dari wanita-wanita yang dipacarinya. Pernikahan merupakan hal yang masih jauh dari fikirannya, untungnya kedua orangtuanya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.
__ADS_1
Arka sedang memasukkan buku yang baru dibelinya kedalam tas ranselnya ketika dia secara tidak sengaja melihat seorang wanita yang tampak terburu-buru disebelahnya menaiki eskalator yang naik kelantai dua, berlari kecil melewati orang-orang didepannya.
"Maaf, permisi"
"Permisi".ujar wanita yang memakai baju berwarna abu-abu itu.
Arka yang menaiki eskalator menuju kelantai dasar, merasa sangat mengenali wanita itu.
Ponsel wanita itu berbunyi, dia lalu mengangkatnya.
"Iya, ada apa?" Jawab wanita itu
"Kamu dimana ?"
"Aku dirumah" jawab wanita itu
"Beneran?"
"Iya beneran!" Jawab Wanita itu
"Coba lihat ke eskalator dibawah mu"
Wanita itu lalu melihat kearah eskalator bawah dan melihat Arka melambaikan tangannya.
Dengan terpaksa dia menunggu Arka yang memergokinya berbohong dengan tatapan yang sedikit kesal.
To be Continue
__ADS_1
("Praya/Aya")