
"Kamu ,aku tertangkap situasi yang tak kenal waktu..., Gedung tinggi halangi matahari namun kau cahayaku (kau cahayaku) selalu menuntunku. Untuk kembali berpijak di Bumi".
"Gue pernah befikir kalau menunggu adalah hal yang sia-sia, karena harapan untuk bisa bersama cuma impian" ujar Khrisna.
"Atau mungkin malah sebaliknya, itu bisa memperkuat ikatan yang dirasa semu" jawab Arka.
Seorang wanita dengan gaun berwarna putih mendekati Arka dan teman-temannya.
"Arka.." panggil wanita itu.
(Penantian tahun ke 19)
"Krakatoa Fine Dining ,Surabaya"
Setelah menikmati makan malam di hari ulang tahun Praya. "Terimakasih ya, sudah mengajakku makan ditempat ini". Ujar Aya
"My pleasure" jawab Arka.
"Dari tadi aku terus yang cerita, sekarang giliran mu Ka".
"Cerita apa Aya??"
"Cerita apa gitu, yang seru-seru".
"Kamu ingat dengan Pak Ramzi?" Tanya Arka
"Pak Ramzi?, mmmm .." Praya tampak mengingat-ngingat.
"Security di perumahan itu loh Ay".ujar Arka
"Oh..iya..iya, Pak Ramzi. Aku ingat sekarang, kamu ada cerita seru dengannya?".
"Dihari kamu pindah, aku meminta Pak Ramzi untuk menyusulmu menggunakan motornya".
"Beneran Ka?"
Arka mengangguk dan melanjutkan ceritanya, ekspresi Praya sangat serius mendengarkan hingga tidak terasa Arka bercerita hampir setengah jam.
"Maafin kelakukan ku ya Ay". Ujar Arka setelah mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
"Iya Ka, sebenarnya aku sudah maafin kamu. Cuma kamunya aja yang masih sok cuek gitu. Jadi aku nya balik kesel lagi". Jawab Praya.
Arka menjadi tertawa dan tersenyum mengingat kelakuannya waktu itu.
"Aku boleh tanya sesuatu nggak Ka?"
"Tanya aja Ay, jangan sungkan"
"Saat ini kamu lagi dekat dengan siapa?"
"Tumben kamu jadi kepo dengan hal ini?"
"Mau tau aja sih, salah ya?"
"Nggak sih, kamu maunya aku jawab bagaimana?"
"Dihhh, malah balik nanya. Sepertinya pertanyaanku membuatmu nggak nyaman ya?, ganti topik aja kalau begitu". Ujar Praya
"Aku sekarang memang lagi dekat dengan seseorang"
"Beneran?"
"Nggak mau dikenalin ke aku?" Tanya Praya
"Aku bahkan mau melamarnya saat ini ditempat ini"Ujar Arka
"Hahh?, serius Ka? Dia datang kesini??"
"Dia sudah disini Ay"
"Dimana??" Praya melihat kesekeliling mencari wanita yang Arka maksud.
"Nggak usah dicari Ay, wanita itu sudah dihadapanku sekarang" sahut Arka.
Praya menjadi kaget dan bingung dengan perkataan Arka.
"Ha..ha..ha.., lucu sekali". Ujar Praya
"Kamulah wanita itu Ay" jawab Arka yang kali ini berbicara dengan ekspresi serius.
"Eh..??"
__ADS_1
Arka berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Praya. Melihat Arka mendekatinya, Praya ikut berdiri dari kusinya.
"Apa kamu tidak merasakan hal yang sama?" Tanya Arka setelah berada dekat dihadapan Praya.
"Arka...kita ini hanya sahabat, nggak ada hubungan apa-apa diantara kita selain sebagai sahabat".
"Aku selalu mencintaimu sedari dulu".
"Itu hanya perasaan sayang sebagai sahabat, kita bahkan tidak tau kesukaan masing-masing...masih banyak wanita yang lebih Baik un..". Praya tidak sempat menyelesaikan kata-katanya. Karena Arka tiba-tiba langsung memeluk dan mencium bibirnya. Kedua tangan Praya berada didada Arka menahan pelukan Arka namun dia tidak menghindari ciuman hangat Arka dibibirnya.Praya hanya memejamkan kedua matanya dan menikmati kenyamanan yang dirasakannya.
Keesokan malamnya di rumah Praya
Arka diundang makan malam dirumah Praya oleh kedua orang tua Praya.
Arka sedang menikmati Tempe sambal teri buatan Praya ketika Ayah Praya menanyakan sesuatu yang membuatnya tersedak.
"Arka...om mau tau trik dari kamu". Ujar ayah Praya.
"Trik apa om?" Sahut Arka
"Bagi-bagi dong Triknya, bagaimana caranya cewek yang kamu antar pulang bisa mencium bibirmu??". Tanya ayah Praya.
"Huk..uhuk..uhuk.." Arka menjadi tersedak
Rupanya Ayah Praya mengintip dari balik jendela kamarnya ketika Praya diantar pulang semalam dan mencium bibir Arka.
"Kamu kenapa Ka?" Ujar Ibu Praya
"Keceselek hempe tan". Jawab Arka dengan kata-kata yang blepotan karena tersedak.
"Kok bisa tersedak gitu?" Tanya Ibu Praya lagi.
Praya yang duduk didepan ayahnya hanya tertunduk dan tersipu. Dia pura-pura tidak mendengar dan melanjutkan makannya.
Sedangkan Ayah Praya tetap berekspresi seperti sinis melihat kearah Arka, walaupun didalam hatinya dia tertawa melihat Arka yang menjadi salah tingkah
To Be Continue
(Arka Bride)
__ADS_1