Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
--Bitter Sweet Symphony-- Fourth Chapter (Nelangsa)


__ADS_3

---NELANGSA---


page 28


4 hari kemudian


Segarnya air hangat dengan campuran garam khusus yang digunakan Amara untuk merendamkan dirinya di bathup membuat badan lelahnya menjadi sangat rilexs.


Dia baru saja merebahkan badannya beberapa saat, ketika ibunya memintanya bangun untuk menemui seseorang di ruang tamu.


Waktu memang belum menunjukkan larut malam masih setengah 8 malam. Masih wajar untuk bertamu kerumah orang.


"Siapa sih Bu orangnya yang bertamu?" Tanya Amara dengan nada malas-malasan.


"Temanmu Meylan" jawab ibunya


Rasa kantuk Amara menjadi hilang seketika mendengar nama Meylan dia lalu bergegas keluar kamar untuk menemui Meylan diruang tamu.


Meylan terlihat tersenyum melihat Amara.


Minuman yang dibuatkan ibunya belum tersentuh sama kali oleh Meylan.


"Maaf ya Am, mengganggu waktu tidurmu"


"Nggak apa-apa Mey, aku cuma tidur-tiduran belum ngantuk beneran" jawab Amara


"Ada apa ya Mey kamu tiba-tiba menemuiku langsung disini?" Tanya Amara


"Kita mungkin nggak akan bertemu lagi Am, aku ingin mengembalikan ini padamu" Meylan mengeluarkan sebuah sweater berwarna putih dari dalam tasnya dan menyerahkan kepada Amara. Dengan tatapan yang bingung Amara menerima sweater itu.


"Aku diam diam mencetak foto yang ada di kamera yang kamu kembalikan itu, aku tidak tau kalau itu sweatermu, aku berfikir untuk mengembalikannya padamu, Bagas tidak pernah memberitauku tentang sweater ini dan membiarkanku memakainya"

__ADS_1


"Tidak apa-apa Mey, aku nggak keberatan kamu memakainya"


"Kamu menyadari itu pada saat kita bertemu pertama kali kan? Karena aku memakainya saat itu"


Amara hanya menjawab dengan anggukan pelan.


"Aku mengerti kok, kamu nggak mungkin mengatakannya didepanku"


"Maaf Mey"


"Pasti sulit untuk mengatakannya"


Amara kembali mengangguk pelan


"Bagas akan pindah ke korea untuk waktu yang lama" ujar Meylan


"Korea tidak terlalu jauh Mey, kita masih bisa berteman, kamu bisa menghubungiku kapan saja".


Wajah Amara yang tersenyum berubah menjadi heran dan terkejut, dia langsung menyadari keadaan sesungguhnya.


"Maafkan aku Mey, tapi aku tidak menyangka akan seperti ini. Aku benar-benar tidak ada maksud apapun terhadap kalian" ujar Amara


"Aku akan menemui Bagas untuk berbicara dengannya" Amara terlihat panik dan merasa bersalah.


"Ini bukan salahmu Amara, kamu tau sebenarnya jika aku tidak menolak paket yang kamu kirim kamu pasti tidak akan datang menemui Bagas.Segalanya mungkin berbeda, jauh dilubuk hatiku aku takut kamu akan kembali.Itu sebabnya aku melakukan itu" Meylan berkata dengan sikap tegar dalam kesedihan.


Amara berdiri dari duduknya dan duduk disamping Meylan.


"Sialnya aku malah memperburuk keadaan, aku benar-benar ingin membenci kalian berdua tapi aku tidak punya alasan untuk itu. Kamu hanya datang untuk meminta maaf dan Bagas juga hanya bersikap jujur kepadaku. Aku mengerti karena dia melakukan hal yang benar" Meylan berkata dan mulai terisak.


"Kita harus memilih apa yang terbaik untuk diri kita sendiri" ujar Meylan mengulang perkataan Amara yang diucapkan pada saat mereka bertiga makan malam tempo hari.

__ADS_1


Amara ikut merasakan kesedihan Meylan lidahnya menjadi kelu dan sulit untuk berkata-kata.


" Mey...aku"


"Aku benar-benar minta maaf"


"Aku benar-benar minta maaf"


Hanya kata-kata itu yang terucap dari Amara dia terbawa aura kesedihan Meylan.Didalam hatinya entah mengapa dia ikut merasakan sakit dan sedih.


"Tidak apa-apa Am" Meylan menghapus airmata yang mengalir diwajahnya.


"Sweater ini adalah hal terakhir milikmu yang


ada dirumahnya, dia telah mengembalikan semuanya padamu". Meylan kembali terisak


Amara terdiam membisu didalam tangisnya


Meylan lalu berdiri dan pamit


"Aku pamit Amara"


Dia lalu memeluk Amara sebagai salam perpisahan sekaligus menumpahkan kesedihannya.


"Amara armanie Character"




"Meylan Regina Character"

__ADS_1


__ADS_2