
CHAPTER "Yang Ku Mau (1996)"
Page : 37
"### Kamu itu orang yang susah dimengerti Dev" ujar Fahmi.
"Bukannya kamu orang yang aneh Mi?, tadi kamu bilang mau jalan-jalan. Malah nongkrong dipinggir jalan begini, nemenin kamu merokok!" Deven menggerutu.
"Kamu terus saja merokok, nggak takut mati?"
"Kan ada korek Dev" jawab Fahmi, dia tetap menikmati menghisap rokoknya.
"Maksudku bukan rokoknya yang mati Mi!!" Deven menjadi dongkol dengan Fahmi.
"Aku sebenarnya mau berterimakasih denganmu Dev".
"Mengenai apa?"
"Mengenai artikel kesehatan tentang bahaya merokok yang pernah kamu kasih untuk ku baca, aku jadi tau bahayanya merokok. Aku malah menjadi takut karenanya".
"Lalu mengapa kamu belum berhenti merokok??".
"Aku memutuskan untuk berhenti membaca artikel kesehatan". Jawab Fahmi sembari mengambil satu batang rokok lagi, karena rokok yang dihisapnya sudah mau habis. Namun dia mengurungkan niatnya karena, seorang siswi SMP yang lumayan cantik melambaikan tangannya kearah Fahmi di seberang jalan.
"Itu siapa Mi?" Tanya Deven.
"Calon adik ipar mu"
__ADS_1
"Tapi dia masih SMP mi..?"
"Cinta tak mengenal umur Dev, namanya Viona. Anak SMP Regina Pacis."
"Oh..iya Dev, kamu harus mengubah gaya rambutmu kalau ingin mendapat perhatian dari cewek-cewek. All back style".
Deven menatap kearah Fahmi dengan tatapan yang aneh karena sedikit kesal harus menemani Fahmi dipinggir jalan. Hanya untuk menunggu gebetan Fahmi pulang dari sekolah, dengan harus berpanas-panas ria.
Keesokan harinya
(Jam pulang sekolah, didalam bis)
Hari ini kembali tanpa sengaja, Deven satu bis dengan siswi pindahan dikelas bahasa yang bisa membuatnya menjadi grogi.
Dia melihat siswi yang duduk dikursi disebelah kirinya kelang dua baris didepannya itu tanpa berkedip. Siswi itu tanpa sengaja melihat apa yang dilakukan Deven yang memperhatikannya dari pantulan kaca bis. Dia lalu menoleh kearah Deven. Sebelum siswi itu sempat melihat kearah Deven yang sedang memperhatikannya, Deven terlebih dahulu memalingkan wajahnya. Karena dia menyadari kalau siswi itu mengetahui tingkahnya yang memperhatikan siswi tersebut.
"Kamu dari kelas IPA 1 kan ya?" Tanya siswi itu membuka percakapan.
"Eh..?? I..i..iya" Deven merasa gugup dan bingung dengan dirinya.
"Kamu tidak ingat denganku?" Tanya siswi itu lagi.
"Kamu temannya Zeigan,Siswi pindahan di kelas bahasa kan ya?" Jawab Deven.
"Iya benar, tapi maksudku bukan itu".
"Eee...sorry, aku taunya cuma itu" jawab Deven.
__ADS_1
"Kamu nggak ingat pernah menolongku waktu aku hampir tenggelam di kolam Tirta?".tanya siswi itu.
"Ah..pantas saja aku merasa pernah melihat cewek ini" guman Deven.
"Wah..maaf waktu itu kamu aku naikkan dipunggungku sehingga aku tidak terlalu memperhatikan wajahmu jadi aku tidak mengenalimu" Jawab Deven.(padahal Deven sebenarnya melihat dengan jelas wajah siswi ini ketika dia mengucapkan terimakasih) namun dia memang tidak terlalu ingat lagi dengan kejadian itu karena siswi yang ditolongnya itu berasal dari sekolah lain.
"Ooh begitu.." siswi itu manggut-manggut dengan jawaban Deven yang menurutnya masuk akal.
"Namaku Wulan Felisha" ujar siswi itu mengulurkan tangan kanannya ke Deven.
"Senang berkenalan denganmu" jawab Deven dengan membalas uluran tangan siswi itu.
"Lalu?" Tanya siswi itu
"Lalu apa ya?" Deven balik bertanya
"Namamu?" Tanya siswi itu
"Oh...iya..iya.., namaku Deven Kenzi
"Senang berkenalan denganmu Dev"
"Sama-sama Wulan".
Deven merasa hari ini adalah hari yang membuatnya bahagia karena bisa berkenalan dengan siswi yang akhir-akhir ini membuatnya mempunyai perasaan yang aneh bila melihatnya.
__ADS_1
Wulan Felisha Character (Teen)