
CHAPTER "Yang Ku Mau"(1996)
Page : 35
"LOUNGE VVIP"
Setelah membaca dan mengecek semua pasal-pasal yang tertuang didalam surat kontrak yang dibuat Nadya, Wulan langsung menandatangi tanpa banyak bertanya. "Kalau semua klien nggak ribet seperti Ibu Wulan, sangat menyenangkan sekali ya" Nadya setengah berbisik dengan Deven yang duduk bersebelahan dengannya. Deven hanya tersenyum tanpa berkata, Wulan memang begitu sifatnya. Kalau sudah ada orang yang dia percaya dia tidak akan meragukan apapun darinya, namun apabila keadaannya adalah sebaliknya. Dia pasti sama dengan klien yang lain, banyak pertanyaan dan tawar menawar.Dalam hal ini Devenlah orang yang dia percaya tersebut.
"Maaf Ibu Wulan , boleh saya bertanya sesuatu diluar pekerjaan?" Tanya Nadya.
"Mengenai hal apa ya?" Wulan balik bertanya.
Deven menoleh kearah Nadya dengan tatapan yang tidak nyaman.
__ADS_1
"Bagaimana Ibu bisa saling kenal dan akrab? Bukannya Ibu Wulan dan Kapten Deven bukan berasal dari kelas yang sama?" Nadya bertanya tanpa canggung. Itu karena dia bisa membaca sedikit karakter Wulan yang humble dan tidak angkuh walaupun berasal dari kalangan sosialita. Wulan dan Deven saling memandang tanpa berkata-kata, kebisuan mereka mengisyaratkan kalau ada sesuatu diantara mereka yang terpendam dan belum terungkapkan. "Namanya juga satu sekolah dan sama-sama satu angkatan, jadi bisa saja akrab" Deven akhirnya yang menjawab pertanyaan Nadya. "Sebenarnya saya juga nggak mau berteman dengan siswa jelek sepertinya" Wulan menimpali. "Tidak ada daya tarik sama sekali dalam memikat hati wanita". Wulan kembali berkata dengan nada mengejek kearah Deven.
"Sepertinya sampai sekarang hal itu masih berlaku Bu". Nadya mendukung pernyataan Wulan.
"Benarkah??"
"Benar Bu" jawab Nadya dengan tertawa
"Hei...!! Kalian berdua ini teman akrab ya?, kompak sekali mengejekku!!" Deven akhirnya menjawab ejekan Wulan dan Nadya.
"Supaya Nadya tau yang sebenarnya, Deven ini yang mati-matian mengejar saya".
"Jangan membuat gosip baru deh!" Deven menjadi protes dengan cerita Wulan.
__ADS_1
"Kolam Renang Umum Tirta" (1996)
Wulan dan teman-temannya yang lain menunggu sambil memperhatikan seorang laki-laki yang sangat mahir berenang. Bahkan guru olahraga mereka ikut kagum dengan kemahiran berenang laki-laki tersebut
"Kalian lihat itu kan?" Ujar Guru olahraga tersebut. "Iya Pak" jawab mereka dengan serempak. "Kalian juga nantinya harus bisa berenang dengan baik, sekarang kita bagi dua kelompok. Yang bisa berenang disebelah kanan yang belum bisa berenang disebelah kiri".ujar Guru tersebut mengkordinir murid-muridnya.
Laki-laki yang mahir berenang tersebut rupanya ikut membantu mengajari berlatih renang kepada Wulan dan teman-temannya. Rupanya guru olahraga mereka sudah kenal dan yang mengajak laki-laki itu untuk membantunya mengajari murid-muridnya renang.
Suara pluit dari guru olahraga tersebut membuyarkan konsenstrasi murid-murid dan laki-laki yang mengajari mereka renang. Terlihat Wulan yang berusaha untuk naik kepermukaan dan tidak ada yang berani menolongnya, padahal dia sudah tampak kewalahan dan mulai tenggelam dikolam yang dalamnya hampir 3 meter jauh dari rombongan teman-temannya yang tidak bisa berenang. Disaat yang kritis tersebut tiba-tiba seseorang menolongnya dari bawah dengan menaikkan tubuh Wulan dipunggungnya dan membawanya ketepi kolam.
"Waaahhhh"....
Suara riuh memenuhi sekitar kolam itu, Karena rupanya laki-laki yang mahir berenang itu yang menyelamatkan Wulan. Dengan perasaan takut,kaget dan malu. Wulan mengucapkan terimakasih kepada laki-laki tersebut dan langsung pergi menuju ruang ganti.Laki-laki itu hanya tersenyum dan mengangguk. Ada rasa aneh yang menyelimuti laki-laki itu melihat Wulan. Sedangkan Wulan merasa sangat malu dengan kecerobohannya sendiri yang hampir membuatnya tenggelam.Berusaha menenangkan dirinya diruang ganti.
__ADS_1
Wulan Character (teen)