
CHAPTER "Cantik"
Page: 31
4 hari sebelum hari kelulusan SMA (1997)
Fahmi berusaha menenangkan Deven yang sangat gusar dan sedih, amarahnya sudah di ubun-ubun. Rasa cemburu memenuhi rongga dadanya, Deven merasa menjadi laki-laki pecundang karena tidak melakukan apa-apa melihat Wulan yang sangat mabuk dan diantar pulang ke tempat kostnya oleh Zeigan. Teman satu kelasnya yang terkenal dengan kepiawaiannya menjebak para gadis dengan membuat mereka mabuk terlebih dahulu lalu menidurinya.Yang ada dibenak Deven saat itu Wulan memang suka dengan Zeigan sehingga mau saja diajak minum sampai mabuk seperti itu. Hal yang bisa Deven lakukan saat itu hanya menunggu diluar kamar kost Wulan. Namun rasa amarah dan kesal yang memuncak tidak membuatnya berani untuk mendobrak pintu kamar Wulan. Dia memutuskan untuk segera pergi dengan perasaan hancur. Menemui Fahmi sahabat dilingkungan tempat tinggalnya. Fahmi pula yang selama ini membantu Deven untuk berani mengungkapkan perasaannya kepada Wulan. Naasnya tepat dihari Deven ingin mengungkapkan perasaannya, dia harus melihat kejadian yang amat sangat menyakitkan itu.
"Lupakanlah Dev, dia bukan satu-satunya wanita. Aku akan mengenalkanmu dengan wanita yang lebih cantik dan lebih baik dari Wulan" ujar Fahmi menguatkan Deven.
"Tapi walaupun mereka didalam kamar, bisa saja tidak terjadi apa-apa kan?"ujar Deven tetap berusaha berfikir positif.
"Zeigan tidak melakukan apa-apa terhadap Wulan".Deven menatap kearah Fahmi meminta persetujuan atas pemikirannya.
Fahmi tidak mempunyai fikiran yang sama dengan Deven, dia mengalihkan fikiran Deven dan berkata.
__ADS_1
"Begini Dev, sabtu ini aku akan mengenalkan mu dengan Laura sahabat dekatnya Viona, jadi kita bisa kencan ganda gitu. Bagaimana?".
"Kita makan dan nonton bareng, kebetulan ada film bagus yang bakalan segera tayang di bioskop Roxy". Fahmi berkata dengan semangat untuk mengalihkan kesedihan Deven.
Deven hanya diam dan berusaha untuk mengalihkan fikirannya, namun semua itu sia-sia karena rasa sedihnya malah semakin menjadi-jadi. Dia mulai terisak dan menangis seperti ada beban ribuan ton yang menimpa tubuhnya sehingga tubuhnya melunglai seperti tidak bertenaga. Fahmi hanya terdiam dan memberikan dukungan dengan menepuk-nepuk punggung sahabatnya itu. Rasa Cinta yang sebelumnya terasa nyaman bisa berubah menjadi terasa sesakit ini.
Present day (2012)
"Taman Kota"
"Aku penasaran dengan satu hal Dev" Ujar Wulan.
"Kamu itu bisa nggak sih, kalau ngomong jangan ketus-ketus begitu??" Wulan nampak kesal dengan jawaban Deven.
"Iya..iya...sorry deh, kamu ingin tau mengenai apa?"ujar Deven yang lebih memilih mengalah.
__ADS_1
"Wanita yang pantas mati itu...apakah aku?" Tanya Wulan.
"Hahh??" Deven nampak sangat terkejut dengan pertanyaan Wulan.
"Cinta pertamamu, apakah aku wanita yang pantas mati itu?". Wulan mengulang pertanyaannya dan menatap Deven dengan tajam.
"Nggak...nggak kok...nggak ada hubungannya dengan mu", jawab Deven dengan bingung.
"Beneran bukan aku??, Aneh banget.Tapi aku merasa kalau aku wanita yang dimaksud". Wulan tetap mencerca Deven dengan pertanyaannya dan tatapannya yang penuh rasa ingin tau.
"Kamunya yang aneh!!, kenapa kamu merasa kalau wanita itu adalah kamu??" Deven tetap berusaha menutupi ekspresi serba salahnya.Dia lalu beranjak pergi meninggalkan Wulan untuk menghilangkan rasa groginya.
#Wulan Character present day
__ADS_1
#Nadya Alawi Character