
CHAPTER : "Yang Ku Mau (1996)"
Page : 38
"Kediaman Zeigan" (Satu Minggu kemudian)
"### Kamar Zeigan"
Larry menggaruk-garuk kepalanya dengan keras dan mengeluh dengan tugas pelajaran Fisika didepannya. "Sangat memusingkan kepala saja" gerutu Larry. Dia lalu bergabung ikut makan dengan Zeigan dan Deven.
"Tadi diajak makan sok-sok nolak" ledek Deven.
"Lanjutin ceritamu mengenai cewek-cewek yang kamu kencani Zei" ujar Larry yang tidak menanggapi ledekan Deven.
"Oh...mengenai hal itu, cukup buat mereka mabuk dulu". Jawab Zeigan
"Setelah itu?" Larry menjadi penasaran dan tidak jadi memakan mie goreng dipiringnya
"Bawa ketempat tidur dan lakukan apa yang kamu ingin lakukan".Jawab Zeigan.
"Sudah berapa kali kamu melakukannya?" Tanya Larry.
"Sudah lebih dari lima kali, dan semua berhasil dengan baik". Zeigan menjawab dengan bangga. "Kamu harus mengajari dan membawaku ke klub itu Zei" ujar Larry.
"Makan dulu mie mu" Deven mengingatkan Larry.
"Kalian tau dengan Wulan murid pindahan di kelas bahasa?".Tanya Zeigan.
Deven dan Larry mengangguk. "Ada hubungannya dengan klub malam?" Larry bertanya dengan lebih penasaran.
"Hei!!" Deven secara reflek protes dan tidak suka dengan pertanyaan Larry. Namun tatapan Zeigan dan Larry yang melihat aneh dengan sikap Deven membuatnya mengurungkan niatnya. "Kamu itu jangan banyak-banyak makan sambal nanti sakit perut Lar". Ujar Deven mengalihkan suasana.
"Aku kan belum ngambil sambal Dev?"
"Maksudku nanti Lar!"
Larry hanya diam dan melanjutkan makan mie nya dan tidak jadi mengambil sambal didepannya.
"Wulan itu sebenarnya cantik, tapi dia kurang berdandan saja, jadi tidak ada yang memperhatikannya" ujar Zeigan.
__ADS_1
Deven berpura-pura tidak tertarik dengan omongan Zeigan dan terlihat menikmati makanannya.
"Tenda Biru food Court" (Malam harinya)
----Kedai Ayam Bakar Madu----
"### Kamu kenapa tiba-tiba mentraktirku makan Dev?".Tanya Fahmi
"Aku ingin bercerita sesuatu"jawab Deven
"Kamu tau dengan cewek yang sering pulang sekolah denganku kan?".
"Jangan bilang kalau kamu menghamilinya Dev?".Tatapan Fahmi seperti penyelidik dikepolisian.
"Muka gila!!, kata-katamu ekstrim sekali" Deven menjadi kaget dengan tuduhan Fahmi.
"Berarti kamu menyukainya!!".
"Bukan begitu Mi".
"Beneran nggak suka??".
"Aku cuma mau cerita aja" Deven tetap mengelak.
"Aku cuma mau minta pendapat" Deven tetap bertahan untuk tidak mengatakan maksudnya.
"Oke, aku tidak akan membantumu kalau begitu" ujar Fahmi sambil menyalakan rokok dan menghisapnya dengan nikmat.
"Eh...eh....tunggu dulu Mi, maksudku aku cerita dulu, baru aku bilang yang sebenarnya". Deven akhirnya mengalah, karena dia memang butuh bantuan Fahmi untuk mengajarinya mendekati Wulan dan cara mengungkapkan perasaannya.
"Siapa nama cewek itu?".
"Wulan Felisha".
"Namanya secantik orangnya, baiklah...aku akan membantumu". Jawab Fahmi
"Terima kasih Mi, aku tidak akan melupakan jasamu seumur hidupku" ujar Deven dengan perasaan yang sangat senang.
"Dasar bocah tengik" Fahmi tertawa dan menggeleng gembira. Karena akhirnya Deven akan merasakan yang namanya pacaran sebelum lulus SMA.
__ADS_1
"Keesokan Harinya" (Jam pulang sekolah)
----Didalam Bis umum----
"Kamu sudah pernah main kerumah Zeigan?"
"Belum pernah, ngapain juga aku main kerumahnya?".
"Zeigan pernah cerita kalau kemampuan bahasa inggrismu sangat bagus".
"Dia terlalu berlebihan menilai kemampuanku" ujar Wulan merendah.
"Mmm..lalu, cewek sepertimu harusnya sudah punya pacar kan?".tanya Deven.
"Belum punya, dan kamu sendiri sudah punya pacar?".Tanya Wulan.
"Belum juga sih".
"Kamu sendiri belum punya pacar kenapa nanyain aku?".
"Aku kira Zeigan menyukaimu loh Lan".Deven mencoba menebak.
"Zeigan itu jadi primadona ditempat kursus tidak ada cewek yang menolak untuk jadi pacarnya".
"Sangat populer ya?".
"Dia tinggi, kaya dan ganteng, ditambah juga dia dikelas IPA 1".
"Aku juga dari kelas IPA 1" ujar Deven spontan (uhuuii).
"Iya sih". Ujar Wulan datar.
"Kamu sendiri nggak tertarik dengan Zeigan?".
Wulan tampak terdiam sejenak. Dia melihat ke Deven dengan ekspresi datar.
"Zeigannya yang nggak tertarik denganku, perasaanku hanya sepihak saja". Jawab Wulan.
Deven hanya diam, didalam benaknya dia merasa senang karena mengetahui kalau Wulan belum punya pacar dan Zeigan bukan menjadi saingannya.
__ADS_1
Wulan (teen) Character