Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
Alternate Ending ("Teman (Cinta) Masa kecilku") "Alternate Ending" (Extra 2)


__ADS_3

"### Maksud dari perkataan lu kalau lu sudah melewati batas, itu bagaimana Ka?" Tanya Khrisna. Arka tidak langsung menjawab pertanyaan Khrisna, dia menoleh kearah panggung dimana Istrinya sangat tambah bersemangat bernyanyi.


"Cinta gue padanya nggak pernah berubah, walaupun dia sudah menikah. Dan ketika kesempatan itu datang, gue tanpa ragu menggunakan kesempatan itu". Jawab Arka dengan Lirih.


Dua tahun sebelumnya


(Penantian tahun ke 18)


Hyatt Hotel Jakarta


Deluxe Room 3908


Arka membuka pintu kamar, dan terdiam melihat Praya/Aya yang terbaring ditempat tidur dengan penampilan yang berantakan.


Dia melihat Arka dengan cuek dan terus makan.


"Cukup Aya". Ujar Arka


Dia lalu mendekatinya dan membuka semua korden agar kamar itu menjadi terang karena sinar matahari. Kegelapan yang dibuat Aya dengan menutup semua korden dan hanya menggunakan lampu disamping tempat tidur membuat kamar itu seperti didalam goa.


Arka lalu mencari sesuatu didalam koper Aya, dia mencari cairan pembersih make-up untuk membersihkan wajah Aya.


Praya dengan cueknya mencampurkan Coklat yang berbentuk pasta diatas makanan seafoodnya. Kombinasi yang mungkin lumayan enak untuk orang yang gundah.


"Kamu makan apaan Ay?" Tanya Arka heran.


"Sweet sea food" jawab Aya cuek.

__ADS_1


"Wah...enak ya rasanya??"


Praya tidak menjawab, dia hanya berpura-pura menikmatinya, walaupun untuk mengunyah saja dia tidak berselera.


Arka menyingkirkan makanan tersebut dan mulai menghiburnya, sambil membersihkan wajah Praya yang terlihat kumal dengan cairan pembersih make-up yang ditetesinya di kapas.


"Ya sudah toh, jangan sedih terus begitu. Kita makan diluar aja yuk, sekalian mencari udara segar". Bujuk Arka


"Sangat bagus untuk membuat suasana hatimu menjadi baik".ujar Arka lagi.


"Nggak mau!!, aku mau tiduran saja sambil makan". Jawab Praya


"Percaya sama aku deh,hal itu yang kulakukan setelah putus dengan pacar-pacarku".


"Kamu lihat keadaan ku kan sekarang?, begini jadinya yang terjadi dengan cewek-cewek yang dibuang begitu saja".Praya kembali mengingat kesedihan dan kemarahannya karena memergoki suaminya berpacaran dengan wanita lain kemarin malam.


"Udahlah Aya, jangan disama-samain lah. Aku nggak pernah merasa sangat khawatir seperti ini selain dengan mu". Ujar Arka keceplosan.


"Udah ah, nggak usah sok perhatian gitu, kita keluar makan malam aja. Kamu tunggu di lobby, aku mandi dulu dan bersiap-siap".ujar Praya


Dia lalu beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Arka mengangguk dan tersenyum.


Beberapa jam kemudian


Lobby Hotel


Setelah menikmati makan malam sambil mendengarkan Curhatan Praya mengenai sebab dia tiba-tiba pergi Ke Jakarta untuk membuktikkan kabar-kabar miring mengenai suaminya yang mempunyai "Wanita idaman lain" padahal usia pernikahan mereka baru berjalan satu tahun. Ternyata kabar yang didengarnya itu memang benar adanya.

__ADS_1


"Jadi apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Arka


"Aku akan menggugat cerai" jawab Praya.


"Kamu nggak mau maafin dia?"


"Kalau dia sudah tidak mencintai ku lagi, apa yang perlu dipertahankan?".


Arka hanya menatap Praya dengan dalam, dia tidak bisa menjawab apa-apa lagi.


Praya mendekati Arka dan memeluknya.


"Terimakasih ya Ka, kamu memang sahabat yang baik dan aku percaya".


"Aku senang bisa membantu mu" jawab Arka.


"Kalau perlu bantuan ku lagi, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungiku" ujar Arka


"Iya..Ka, pasti itu".


"Ya udah, jangan tidur terlalu malam". Arka mengingatkan.


"Iya..iya.." jawab Praya


Arka mengantarkan Praya sampai didepan Lift dan meninggalkan Hotel dengan perasaan yang bercampur aduk, sedih dengan kejadian yang menimpa rumah tangga Praya namun sedikit terobati dengan ketegaran Praya yang sepertinya mulai menerima keadaan itu.


To Be Continue

__ADS_1



(Praya Smile)


__ADS_2