Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
Chapter 4 "Bukan Rahasia"


__ADS_3

Prologue :


"Bukan Rahasia...Bila aku...menginginkan mu..setengah mati..."


"Bukan Rahasia...Bila aku...menunggu kamu...sampai kau mau..."



(Sherly Agatha...Main Character)


 


Ruangan khusus untuk pasien bersantai dirumah sakit "Sembo" mulai berangsur sepi karena pasien-pasien yang tadinya bersantai dengan kesenangannya masing-masing. Satu persatu kembali kekamarnya untuk kembali beristirahat.


Lain halnya dengan Arya seorang pasien yang berstatus mahasiswa tingkat akhir. Dia terpaksa harus dirawat dirumah sakit tersebut karena mengalami cedera dibagian kepala dan kaki yang harus di gips karena tulang keringnya ada pembengkakkan setelah dihantam dengan benda keras oleh lawannya. Dia memang sering berkelahi dengan musuh-musuh dikampusnya. Arya sangat asyik dengan permainan sepak bola di PSP nya sehingga tidak menghiraukan keadaan sekelilingnya yang telah sepi. Menyisakan dia dan seorang gadis yang lumayan cantik dengan rambut panjang sedikit bergelombang. Gadis itu juga terlihat fokus dengan buku yang dibacanya.


Arya menghentikan permainannya dan mencoba mengajak gadis cantik itu untuk mengobrol.


"Hei..., Kamu sudah berapa lama dirawat?" ujar Arya membuka obrolan.


Gadis cantik tersebut tetap tidak bergeming dan tetap fokus membaca.


"Dirumah sakit cuma bisa menunggu waktu dengan kegiatan yang terbatas kan ya?" ujar Arya lagi, dia tetap berusaha untuk menarik perhatian gadis didepannya. Jarak mereka hanya terpisah satu meja, apalagi diruangan itu hanya ada mereka berdua. Jadi tidak mungkin gadis itu tidak mendengar perkataan Arya yang sangat jelas.


Gadis itu tampak seperti merespon perkataan Arya dan menutup buku yang dibacanya. Dia lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju meja dimana Arya duduk. Arya menjadi gugup dan mencoba tersenyum kearah gadis itu. Dia merasa caranya untuk mengajak gadis itu mengobrol membuahkan hasil.


Namun gadis itu tidak menghampiri Arya, dia hanya berjalan melewatinya tanpa menoleh sedikitpun kearah Arya.

__ADS_1


Arya merasa bingung dan kecele dengan sikap cuek gadis tersebut, Dia merasa seperti benda mati yang diacuhkan.


"Busyett malah dicuekkin" gerutunya dalam hati.


Malam harinya


Arya tidak merasa betah dan tidak bisa tidur bila didalam kamar, jadi dia kembali memutuskan keluar kamar dan duduk diruang tunggu pasien didekat kamarnya yang telah sepi dengan lampu yang sebagian besar dipadamkan. Jadi dia tidak akan begitu terlihat bila berada diluar kamar dan memainkan PSP nya.


Saking asyiknya bermain dia tidak menyadari seseorang didekatnya, Bahkan menjadi sangat terkejut ketika orang itu melihatnya dengan jarak yang sangat dekat. Orang itu adalah gadis yang ditemui dan bersikap cuek dengannya diruang bersantai untuk pasien tadi siang.


"Busyett..bikin kaget aja!!" Ujar Arya setengah berteriak karena kaget bukan kepalang.


Gadis itu tetap diam dan menatapnya dengan aneh. "Kamu kenapa sih?, nggak ngomong-ngomong?" Ujar Arya yang semakin heran dengan sikap aneh si gadis. Dengan menggerakan tangannya kedepan menirukan suara yang keluar, dia lalu menempelkan tangannya ditelinga dan menggelengkan kepalanya.


Arya mengartikan isyarat yang diberikan sigadis dan berkata dengan hati-hati.


Sigadis membaca gerakan bibir Arya dan mengangguk.


"Sejak kapan?" Tanya Arya


Namun sigadis tidak segera menjawab karena mungkin dia tidak bisa menangkap gerakan bibir Arya dengan jelas. Dari tatapan sigadis Arya lalu berusaha untuk berbicara secara pelan agar sigadis bisa mengerti apa yang diucapkannya.


"Se-Jak..Ka-pan?" ujar Arya mengulang pertanyaannya.


Si gadis memberi isyarat dengan melakukan gerakan seolah dia sedang menggendong seorang bayi.


"Se-jak Kamu masih Ba-yi?" Ujar Arya

__ADS_1


Gadis itu mengangguk membenarkan ucapan Arya. Suasana menjadi hening sejenak, Arya menjadi bingung dan merasa bersalah telah berprasangka buruk dengannya siang tadi. Gadis itu lalu menyenggol tangan Arya dan melakukan bahasa isyarat bertanya mengenai permainan apa yang dimainkan Arya di PSP nya. Arya menunjukkan PSPnya


"Winning Eleven" Ujar Arya


Si gadis terlihat masih bingung dengan ucapan Arya. "Se-pak Bo-la" ujar Arya menjelaskan dengan menggerakan kedua kakinya seolah sedang menendang bola.


Gadis itu tersenyum dan membuat isyarat apakah dia boleh mencoba permainan itu.


Arya mengangguk dan memberikan PSPnya. Sigadis terlihat senang dan berusaha bermain seperti layaknya seorang gamers yang sudah terbiasa bermain PSP. Arya melihat gadis itu dengan tatapan senang.Entah mengapa ada rasa nyaman yang mulai menjalar di dirinya melihat gadis itu.Dia lalu teringat sesuatu dan meminta sigadis untuk menghentikan permainan PSPnya dan melihat kearahnya.


"Si-apa..Na-ma-mu?" tanya Arya


"Sh-er-ly" jawab gadis itu


Kali ini Arya yang tidak bisa membaca jelas gerakan bibir gadis itu, dia mengeryitkan dahinya. Seolah meminta gadis itu untuk mengulang perkataannya.


Sigadis lalu mengambil tangan kanan Arya dan menuliskan Huruf menggunakan jarinya ditelapak tangan Arya.


"S-H-E-R-L-Y".


"She-rly?" Tanya Arya memastikan


Gadis itu mengangguk senang. Mungkin karena Arya menyebut namanya dengan benar. Arya tersenyum dan menyebutkan namanya, "Nama ku..Ar-ya". ujarnya sambil menunjuk kedirinya.


"Salam Kenal" ujarnya lagi dengan senyum mengembang.


Sherly tersenyum dan mengangguk. Dia lalu melanjutkan permainan sepak bola di PSP Arya, yang kembali menatap Sherly dengan tatapan hangat karena kenyamanan yang menghinggapinya.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2