Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
Alternate Ending Chapter (Andari) "Apa Kabar Mantan ku?"


__ADS_3

"### Bila aku teringat tentang dirimu, Rinduku bicara apa adanya".


"Tiga Hari sebelum Operasi"


"### Dia masih mengingat nama, alamat rumahnya...Dia masih bisa mengingat semua itu, ada sebagian memory jangka panjang yang akan terlupakan, Saya tidak bisa memberitahu anda. Seberapa banyak ingatan yang dia akan lupa, Karena gejala dari setiap pasien berbeda-beda".


Penjelasan dari Dr.Rio mengenai Efek dari Operasi bila berhasil. Andari akan bisa kehilangan sebagian dari ingatan jangka panjangnya.


"Jadi apa yang harus dilakukan untuk mengobatinya bila hal itu terjadi Dok?". Tanya Pramudya.


"Mmm...Maaf, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa mengenai hal itu". Jawab Dokter Rio.


"Maksud Dokter?"


"Saat ini tidak ada obat ataupun cara untuk mengatasi efek tersebut, namun hasil operasi bila berhasil bisa membuat kondisinya kembali normal, atau malah bisa jadi sebaliknya bisa membuatnya mengalami kelumpuhan atau lebih parah lagi bisa meninggal. Jadi saran saya yang perlu anda lakukan saat ini adalah berdoa dan selalu disampingnya sebagai keluarga".


Pramudya mengangguk pelan dan mengucapkan terimakasih kepada Dokter Rio.


"Satu hari sebelum Operasi"

__ADS_1


Bangsal Anjali 21B


"Kenapa sih kamu selalu nggak mau berfoto berdua denganku?".Tanya Andari yang berusaha untuk bersuara dengan keras dalam kondisi lemahnya.


"Andari, Seorang Pria sepertiku sebenarnya tidak pantas untuk wanita sepertimu".


"Maksudnya?, aku nggak ngerti??"


"Aku tidak ingin kamu menjadi bahan tertawaan bila teman-teman mu lagi karena kamu berpacaran dengan pria sepertiku"


"Apa yang istimewa dari seorang wanita sepertiku?, apa kamu tidak sungguh-sungguh mencintaiku?"


"Kamu tau! yang aku takutkan dari operasi besok bukanlah kematian atau kelumpuhan. Tapi efek harus kehilangan ingatan jangka panjang itu yang membuat ku sangat takut.Aku takut tidak mengingatmu dan semua kenangan kita!!"


Andari terlihat gusar dengan sikap Pramudya.


"Bila memang hal itu bisa membuat mu sembuh dan normal kembali, aku akan rela. Aku pasti akan sangat sedih, tapi aku akan selalu mengingat semua kebersamaan dan kebahagian dengan mu". Pramudya berkata dengan wajah sedih.


"Kamu itu sangat egois!!!, Banyak orang bilang aku Bodoh karena jatuh cinta padamu. Tau apa mereka tentang perasaan ku?!. Kamu sendiri pernah bilang kalau Orang bisa melakukan hal bodoh bila jatuh cinta!. Sekarang kamu mau menarik semua kata-katamu itu dan mendengarkan pendapat orang lain?!!" Andari berkata dengan kesal bercampur sedih.

__ADS_1


Pramudya hanya diam dan menunduk, Dia sebenarnya tau kalau Andari menanggung hal yang berat karena berpacaran dengannya. Kedua orang tua dan teman-temannya selalu memandang sebelah mata dengannya karena mempunyai pekerjaan sebagai pegawai rendahan.


Andari lalu mengambil ponsel di atas meja disamping tempat tidurnya. Tanpa memperdulikan Pramudya yang pasti mencegahnya. Dia lalu membuat sebuah rekaman video dari ponselnya.Dengan posisi Andari didepan dan Pramudya berdiri dibelakangnya.


"Andari...Hari ini 12 November, Sehari sebelum kamu dioperasi karena penyakit tumor otakmu. Efek dari operasi itu kamu bisa mengalami kelumpuhan atau kematian, Namun yang paling kamu takutkan sebenarnya efek dari hilangnya sebagian ingatan jangka panjang mu. Bila memang kamu mengalami hal itu, Rekaman ini untuk mengingatkan mu.Dengan seorang pria yang sangat-sangat mencintaimu dengan tulus ". Andari lalu menoleh kebelakang kearah Pramudya. Air mata terus mengalir dari Andari, begitu pula dengan Pramudya yang ikut terbawa aura kesedihan dari kekasihnya itu.


"Jika dia menghampirimu, kamu jangan pernah menolaknya, Karena kamu juga sangat mencintainya".


Pramudya memeluk Andari dari belakang dan menekan tombol diponsel Andari untuk menghentikan rekaman itu.


Dia sudah tidak bisa menahan keharuan yang memuncak didadanya.


"Paling tidak aku sudah bisa tenang sekarang, karena mempunyai video ini, karena aku tidak ingin melupakan mu. Dan kamu harus berjanji agar mengingatkan ku untuk melihat video ini bila aku tidak mengenali mu lagi, Kamu harus janji!!!"Ujar Andari dengan terisak lalu menyenderkan kepalanya ke dada Pramudya denga tangisannya yang semakin menjadi. Pramudya mengecup rambut Andari dan mendekapnya dengan erat.


To Be Continue



(Lovely Andari)

__ADS_1


__ADS_2