Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
--Bitter Sweet Symphony-- Extra Chapter(Kau Curi Lagi)


__ADS_3

Epilogue


"Dijejak langkah ku, ku mau kau tak ada,


Namun kau datang dengan sejuta Cinta yang kau beri. Kau tawan lagi hatiku yang tlah terbiasa tanpa dirimu. Kau adalah kesalahan yang membuatku Cintai dirimu".


Ruang Anjali 21B (Sehari sebelum operasi Andari)


Pramudya menatap Andari yang berbicara dengan lembut dan menahan kesedihan.


"Aku tidak menyangka akan begini jadinya". Ujar Andari. Pramudya berusaha menenangkan kegundahan hati Andari sebelum dioperasi dengan menggenggam tangan kiri Andari dengan kedua tangannya.


"Aku tidak pernah mengira, mimpi indahku untuk menemukan Cinta yang sebenarnya menjadi kenyataan. Aku ingat diberitau berapa lama aku akan bertahan hidup.selama ini Aku seperti mayat berjalan dan berusaha untuk terlihat bahagia dengan hidupku. Hingga akhirnya ada seorang Pria yang hadir dalam hidupku tanpa peduli dengan segala kekurangan dan penyakit yang aku punya, perlakuan ku kepadanya yang selalu mengacuhkan dan terkesan merendahkannya.".


Pramudya hanya diam dan tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya lagi.


"Aku ini wanita dengan sifat pemaksa, agresif, tidak lembut dan..."


"Tetap baik hati dan Cantik",Pramudya memotong perkataan Andari.


"Apakah kamu tau, kalau aku benar-benar jatuh Cinta padamu?". Andari bertanya dan menatap Pramudya dengan dalam.


Pramudya menjadi terdiam kembali dan hanya tersenyum.

__ADS_1


"Kedengarannya sangat naif dan konyol, seseorang sepertiku yang menghadapi kematian berusaha memulai hal baru, dan lagi aku salah menilai. Dengan kehadiranmu, aku bisa merasakan artinya ketulusan, Kesederhanaan dan takut kehilangan".


Pramudya memalingkan wajahnya, berusaha menahan air matanya.


"Di saat terakhirku aku baru merasa arti dari hidup,namun kadang aku merasa ironis dan egois kalau kamu bersama denganku. Masih banyak wanita baik yang lebih pantas untukmu. Terimakasih ya, karena kamu telah mengajari hal-hal indah itu". Ujar Andari Tulus


"Kamu ini, Bodoh sekali!!" , kali ini Prsmudya dengan spontan memarahi kepasrahan Andari.


"Semua ini hanyalah permulaan, kamu akan bisa hidup lebih lama lagi!!, Aku mohon padamu. Sekali ini saja, berhenti untuk memikirkan hal-hal buruk!!".


"Pramudya..., bagaimana kamu bisa melakukan hal itu??.Hidup dengan selalu penuh semangat??". Tanya Andari.


"Itu karena kamu Andari". Jawab Pramudya.


"Aku akan merawatmu". Pramudya tetap bersikeras untuk bersama dengan Andari.


"Aku tidak mau membuat hidupmu susah".


"Tidak mengapa asal kamu tetap hidup". Jawab Pramudya.


Andari akhirnya mengalah dan menerima semua perkataan Pramudya.


"Baiklah, tapi aku ingin kamu berjanji satu hal padaku...,apapun yang terjadi dengan hasil operasinya nanti.kalau operasinya gagal dan aku nantinya Mati, kamu harus hidup dengan semangat dan hidup bahagia". Air mata mulai membasahi pipi Andari.

__ADS_1


"Aku akan tetap melihat mu untuk memastikannya dari alam ke abadian".


"Baik, aku janji..." Pramudya berkata dengan pelan. Dan balas menatap Andari dengan dalam.


Andari mengangguk dan tersenyum dengan kesungguhan Pramudya akan janjinya.


 


Pramudya pulang dari Rumah sakit dimana Andari dirawat, dengan berjalan kaki menuju rumahnya yang lumayan jauh. Awan mendung hitam pekat menyelimuti sekeliling, seperti ikut merasakan rasa sedihnya yang mendalam.


 


(Tiga hari sebelumnya)


Dokter Rio menjelaskan kemungkinan yang akan terjadi dengan Andari.


"Ini adalah Tumor yang sangat ganas, operasinya tiga tahun yang lalu tidak banyak membantu kesembuhannya".


"Maksud Dokter...peluang untuk hidupnya sangat tipis?". Pramudya mencoba untuk mengartikan perkataan Dokter Rio.


"Anda harus memanfaatkan waktu yang tersisa ". Hanya itu jawaban terbaik yang bisa diberikan Dokter Rio.


End of Extra Chapter

__ADS_1



__ADS_2