Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
---Bitter Sweet Symphony--- Second Chapter ("Sebelum kau nilai")


__ADS_3

(Dr.Violette)



(Hari yang sama diwaktu Andari diperbolekan pulang dari Rumah sakit)


Waktu kerja Violette sudah selesai, beberapa hari belakangan ini pekerjaannya sebagai seorang dokter cukup menguras fikiran dan tenaganya. Namun karena dia melakukannya dengan tulus dia tidak terlalu merasakannya.


Dia sudah melepaskan baju Dokternya, dan berjalan menuju Lobby Rumah sakit dimana Mahesa biasa menunggunya.


Seorang Ibu berjalan dengan tergesa-gesa sambil menggendong seorang anak kecil cewek didepannya. Wajahnya terlihat panik dan tidak henti-hentinya menangis, kondisi anaknya yang rupanya menderita sakit. Tampak parah dan menghawatirkan, anak cewek tersebut tidak henti-hentinya menangis karena panas badannya yang tinggi. Ibu itu mendatangi bagian administrasi Rumah sakit di Lobby.


"Pak tolong obati anak saya". Ibu itu berbicara dengan petugas administrasi.


"Baik Bu, tapi ibu harus regristrasi dulu dan membayar Deposit sebagai jaminan biayanya nanti kalau ibu tidak punya asuransi kesehatan". Jawab petugas admin tersebut.


"Berapa pak depositnya?" Ujar Ibu itu sambil terus mengelus rambut putrinya untuk menenangkannya.


"Satu juta rupiah Bu".

__ADS_1


Ibu itu mengeluarkan dompet berukuran kecil, yang didalamnya hanya terdapat beberapa lembar uang ribuan dan uang koin yang jumlahnya tidak lebih dari seratus ribu rupiah.


Jumlah yang masih sangat jauh untuk dia berikan sebagai jaminan biaya untuk perawatan anaknya.


"Saya tidak punya uang sebanyak itu pak, hanya ini yang saya punya". Ibu itu memelas


"Maaf Bu, kami tidak bisa menerima untuk menolong anak ibu tanpa deposit terlebih dahulu".


"Tapi pak saya mohon, kali ini untuk menolong anak saya pak. Akan saya usahakan berapa pun biayanya". Ujar Ibu itu memohon agar petugas itu menerimanya.


"Maaf Bu, saya tidak bisa membantu".petugas itu tetap teguh menjalankan aturan Rumah Sakit.


Violette yang melihat hal itu segera mendekati Ibu dan petugas administrasi yang tampak berdebat. Dia menempelkan tangannya dikening putri si Ibu, suhu badan anak itu memang panas sekali.


"Maaf Pak,tolong biarkan anak ini berobat disini" ujar Violette.


"Tapi Dok, Ibu ini tidak bisa membayar Deposit.Bagaimana nanti dengan biaya..." petugas administrasi itu tetap bersikeras menolak. "Saya yang akan bertanggung jawab dengan semua biayanya". Jawab Violette dengan tegas.


"Sekarang Ibu ikut saya ke ruangan pemeriksaan". Violette mengajak Ibu tersebut untuk mengikutinya.

__ADS_1


Ibu itu hanya diam dan memandangi Violette, airmatanya masih deras mengalir. Dia mengangguk dan berkata " terimakasih Ibu Dokter".


Mahesa yang melihat dari jauh ditempatnya duduk, hanya bisa tersenyum. Paling tidak dia harus menunggu Violette satu jam lagi.


---------------------------------------------------------------------'


30 menit kemudian


Tempat pengambilan obat didalam Rumah sakit


Ibu Surati menunggu dengan tenang, putrinya sudah tidak rewel lagi. Bahkan tertidur lelap dalam gendongannya, Dokter Violette sudah memberikan obat untuk menurunkan panasnya.


Ibu Surati hanya menunggu untuk mengambil obat yang diresepkan oleh Violette tanpa dikenakan biaya sepeser pun. Dia tidak henti-henti nya mengucapkan rasa bersyukur didalam hati. Di Zaman ini masih ada orang baik seperti Violette yang peduli dengan orang susah seperti dirinya. Dia berjanji untuk mengingat budi baik yang dilakukan Violette kepadanya, dan mendoakan yang terbaik untuk Dokter Violette.


"Atas Nama Ibu Surati". Petugas dibagian obat memanggil namanya.


Ibu Surati segera bangun dari tempat duduknya menghampiri petugas yang memanggil namanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2