Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
--Bitter Sweet Symphony-- Fifth Chapter (Lara Hati)


__ADS_3

CHAPTER : "Yang Ku Mau (1996)"


Page : 36


"SMA 17" hari pertama (Semester 1) 1 bulan kemudian


---Jam Pulang Sekolah---


Zeigan, Deven dan Larry sedang asyik berbincang mengenai komputer yang baru dibeli oleh orangtua Zeigan dan akan ditunjukkan Zeigan kepada Deven dan Larry.


"Pentium 1 dan harddrivenya 1 Giga byte" Zeigan seperti biasa selalu ingin menjadi yang paling bagus dan terlihat paling hebat didepan teman-teman satu kelasnya.


" 1 Giga byte?" Tanya Deven


"Iya 1 Giga byte" Zeigan menjawab dengan bangga.


"Berarti 1000 Mega Byte?, walaupun dipakai banyak untuk menyimpan data tidak akan penuh untuk seumur hidup". Larry merasa takjub.


"Begitulah kira-kira" ujar Zeigan.


"Heii...Zeigan!!" Seorang siswi memanggil Zeigan dari samping mereka. Zeigan, Deven dan Larry pun menoleh kearah siswi tersebut.


"Hei Ulan, kamu jadi pindah kesini?" Jawab Zeigan. "Besok kita ngobrol ya, hari ini aku mau ngajak teman-teman ku kerumah".


"Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan". Jawab siswi itu. Dia lalu segera pergi dan tidak jadi mendekat kearah Zeigan.

__ADS_1


"Siapa cewek itu?" Tanya Larry


"Ooh..Dia temanku di tempat les bahasa Inggris, baru pindah hari ini di kelas Bahasa".Jawab Zeigan.


"Pantas tampak asing bagiku" ujar Larry.


Deven merasa pernah melihat siswi itu dan mencoba mengingat-ngingat dimana dia pernah bertemu siswi itu.


"Apa kamu bisa menghapal semua wajah cewek-cewek disekolah ini Lar?" Tanya Zeigan.


"Aku pasti hapal dengan wajah cewek-cewek yang cantik seperti temanmu itu Zei" Larry berkata dengan wajah yang ceria,karena paling tidak Zeigan tidak bisa seperti dirinya yang hapal dengan semua siswi cantik disekolah ini, walaupun tidak satupun dari siswi cantik itu yang mengingat wajah Larry.


Zeigan hanya menggeleng dan tertawa. Sedangkan Deven dengan diam-diam memperhatikan Siswi itu dari kejauhan.


(Bis Umum)


Deven bangkit dari tempat duduknya bersiap untuk turun karena tempat tinggalnya sudah dekat. Namun dia menjadi terkejut melihat siswi yang menegur Zeigan kemarin rupanya berada didalam bis yang sama dengannya dan juga berdiri untuk bersiap turun. Dia lalu memalingkan wajahnya dari siswi tersebut agar siswi tersebut tidak mengenalinya. Deven menjadi bingung dengan sikapnya yang menjadi grogi melihat siswi yang tidak dikenalnya itu.


Siswi itu turun dari bis bersamaan dengan Deven dan berjalan kearah jalan yang sama dengan Deven. Rasanya dia ingin sekali menyapa siswi itu dan menemaninya berjalan. Namun Deven mengurungkan niatnya dan hanya berjalan dibelakang siswi itu. Hingga tiba-tiba seseorang memanggil Deven


"Dev...Deven!!"


"Eh...Fahmi"


"Baru pulang sekolah?"

__ADS_1


"Iya nih".


"Kamu kenal dengan cewek itu?" Tanya Fahmi yang curiga dengan sikap Deven. Walaupun menegur Fahmi namun pandangan Deven tetap tertuju kearah siswi didepannya.


"Hah?...nggak...aku nggak kenal" jawab Deven


"Temanin aku jalan sebentar ya, aku sedang suntuk" ujar Fahmi.


"Oke, Fahmi".


"Kamu sudah punya incaran cewek untuk dijadikan pacar?" Tanya Fahmi


"Aku belum kefikiran buat pacaran" jawab Deven


"Sampai mau tamat SMA begini belum mau pacaran?".


"Bukan nggak mau, cuma aku masih ingin fokus untuk belajar".


"Dev...Dev...jangan terlalu serius begitu terus, nikmati masa SMA dengan baik dan benar" ujar Fahmi sok bijak.


Deven hanya tersenyum namun dipaksakan, dia bukan anti untuk pacaran hanya saja. Belum ada satupun cewek yang pernah bisa membuatnya tertarik untuk dijadikan pacar. Tapi untuk saat ini tampaknya hal itu akan berubah karena dia sudah merasa tertarik dengan seseorang.



Wulan Character (teen)

__ADS_1


__ADS_2