Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
--Bitter Sweet Symphony-- Third Chapter ("Teman (Cinta) Masa kecilku")


__ADS_3


("Praya/Aya...6 Years old)


***(Betapa ingin kukatakan engkaulah Cinta pertamaku)***


Suara musik dari lagu yang lumayan lawas mengalun dari kamar Arka. Xiao Yu yang sibuk menyiapkan makan malam, mengeryitkan keningnya. Dia meyakinkan pendengarannya, dan suara lagu dikamar Arka memang ada.


Dia menegur suaminya yang tampak fokus menonton acara Tv diruang tengah.


"Kamu ada muter musik di kamar Arka?". Tanya Xiao Yu.


Raka mengecilkan suara Tv.


"Kamu nanya apa Yu?".


"Ada muter musik dikamar Arka?"


"Nggak ada". Jawab Raka


"Jadi siapa yang muter musik dikamarnya?"

__ADS_1


"Oohh...aku lupa ngasih tau kamu, tadi sore sebelum kamu pulang kerja.Arka datang".Raka menjelaskan.


"Lho?? Dia pulang??".Xiao Yu seperti tidak percaya.


"Temuin aja dia dikamarnya". Ujar Raka yang kembali fokus dengan tontonannya.


Xiao Yu tersenyum senang. Untuk anak yang keras dengan pendiriannya sangat jarang Arka mau mengubah keputusannya. Penyebab pasti dia mau pulang pasti untuk datang ke acara pernikahan "Aya".


Dia lalu bergegas menuju kamar Arka dilantai atas untuk menyambut dan mengajaknya makan malam bersama.


Diantara tetangga di komplek perumahan, keluarga Arka dan Keluarga Praya bisa dikatakan paling akrab diantara tetangga sekitar. Bahkan Praya sudah menganggap rumah Arka seperti rumahnya sendiri, begitu juga sebaliknya dengan Arka. Dia juga tidak sungkan lagi dirumah Praya. Umur mereka hanya berbeda beberapa bulan saja, sejak bayi mereka sudah dibuat akrab dengan orang tua mereka. Sudah seperti saudara, diwaktu Bayi arka selalu dibuat menangis oleh Praya yang lebih aktif.Namun hal itu juga menjadi penyebab mereka menjadi lebih akrab lagi, Bunda Arka dan Mamanya Praya menganggap hal itu sebagai hiburan.Tingkah polos dari anak-anak mereka menjadi penghilang lelah dari kesibukan mereka sehari-hari. Arka dan Praya juga bersekolah di tempat yang sama, membuat mereka selalu belajar dan mengerjakan tugas bersama-sama. Keakraban mereka membuat teman-teman disekolahnya, menyangka mereka lebih dari sekedar teman. Entah apa sebutannya untuk perasaan yang Arka dan Praya rasakan satu sama lain, karena yang mereka tau. Selalu bersama dalam banyak hal membuat mereka sangat senang. Sesederhana itu. Dan perasaan itu menjadi tidak menyenangkan ketika Arka harus menutupi rasa malunya karena kesalahannya sendiri, dan terpaksa bertindak kasar terhadap Praya dengan mendorongnya.


Sampai akhirnya saat ini, kenangan itu kembali muncul karena berita pernikahannya. Acara pernikahan dari "Cinta pertamanya".


Hari pernikahan Praya/Aya


Ada perasaan yang tidak biasa menghinggapi Arka. Dia merasa sedikit gugup karena harus bertemu "Aya" setelah sekian lama. Bahkan sampai saat ini dia belum pernah sekalipun melihat "Aya" yang sudah tumbuh dewasa dan berusia sama dengannya. Penerima tamu di acara pernikahan "Aya" rupanya cewek-cewek yang berparas cantik dan lebih muda darinya.


"Selamat malam" sapa mereka ramah


"Selamat malam" jawab Arka.

__ADS_1


"Silahkan mengisi Buku tamunya dulu kak". Salah seorang dari keempat cewek tersebut meminta Arka mengisi buku tamu.


Mereka berbisik-bisik dan tersenyum menggoda melihat Arka yang tampak menulis sesuatu di buku tamu selain menulis namanya.


"Ini souvenirnya kak".


"Terimakasih ". Ujar Arka


Arka berjalan menuju kedalam gedung. Alunan musik terdengar indah mengiringi suasana didalam yang ramai namun bersahaja.


Dia tersenyum melihat tulisan nama Praya dan pasangannya yang sangat cantik menghiasi diatas panggung.


Jantungnya seperti berhenti melihat pasangan pengantin didepannya. "Aya" dan pasangannya membelakangi dirinya dan sibuk melayani tamu yang ingin berfoto dengan mereka.


Mereka tampak sangat bahagia, tanpa sengaja "Aya" yang tadinya melihat kedepan panggung dan membelakanginya. Membalikkan badannya.


Bersambung



("Praya/Aya...The Bride")

__ADS_1


__ADS_2