
"Lima Tahun kemudian"
Penerbangan Jakarta - Palembang
Kelas Bisnis di pesawat ini hanya berisi tiga orang saja. Pramudya melihat kearah luar, cuacanya sangat cerah. Tidak ada awan sama sekali.Sebagai Kepala pemasaran yang baru tugasnya untuk membuat presentasi dan mempresentasikannya didepan pemilik perusahaan dan beberapa pemegang saham besok cukup menguras fikiran dan tenaganya. Dia baru saja hendak memejamkan mata dan menjelang terlelap untuk sekedar sedikit menghilangkan rasa lelahnya, namun suara dari seorang pramugari yang menyapanya ramah menawarkan hidangan dan minuman yang disediakan membuat dia kembali harus membuka matanya. "Maaf pak". Ujar pramugari tersebut yang menyadari bahwa dia membuat Pramudya terbangun dari lelapnya. "Iya..iya, Nggak..ap" Pramudya menjadi tertegun melihat pramugari yang membangunkannya secara tidak sengaja.
Pramugari itu adalah Andari, Wanita yang selama lima tahun ini tidak pernah ditemuinya lagi. Walaupun begitu, dia tetap tidak bisa melupakan dan masih mencintainya. Operasi Andari memang berhasil tetapi efek dari operasinya membuat dia harus kehilangan ingatan dan kenangan jangka panjangnya. Hal itu membuat hubungannya dengan Pramudya yang saat itu sangat ditentang oleh kedua orang tuanya menjadi waktu yang tepat untuk membuat mereka tidak berhubungan lagi. Andari tidak mengenali Pramudya lagi. Walaupun dengan rasa sedih yang mendalam Pramudya mengorbankan rasa cintanya dengan sengaja tidak mengingatkan Andari dengannya serta hubungan mereka. Video yang Andari buat sehari sebelum operasi sudah dia hapus secara diam-diam.
"Maaf saya jadi membangunkan bapak". ujar Andari.
Pramudya seperti bingung dan terpaku, namun dia segera menyadari sikapnya dan mencoba terlihat normal-normal saja.
"Saya minta pudingnya saja dan secangkir teh" sahut Pramudya.
"Baik pak," Jawab Andari dengan tersenyum dan segera menghidangkan permintaan Pramudya.
Pada saat naik dan duduk didalam pesawat Pramudya memang tidak memperhatikan sekeliling, dan masih saja sibuk dengan Note booknya mengerjakan beberapa laporan yang belum selesai.
__ADS_1
Perutnya yang semula laparpun menjadi kenyang. Ac didalam kabin sangat dingin namun tetap membuatnya menjadi berkeringat. Selama ini dia hanya bisa menikmati wajah Andari dari beberapa foto yang masih dia simpan dan dipajang dikamarnya. Kali ini Sang Waktu mempertemukan dia kembali dengan Andari dan itu benar-benar membuatnya menjadi bingung untuk bersikap.
"Maaf ..pak, apa bapak sudah selesai dengan makan dan minumnya?" Tanya Andari. Sudah Sepuluh menit berlalu namun Pramudya belum juga sama sekali menyentuh puding yang di mintanya.Hanya tehnya saja yang sudah dihabiskan. "Sudah mbak" ujar Pramudya singkat. Perjalanan dari Jakarta menuju Palembang tidak memakan banyak waktu hanya 45 menit saja. Tapi bagi Pramudya waktu menjadi terasa sangat panjang.
Ditambah lagi sekarang Andari duduk dikursi Pramugari didepannya yang semula kosong.
-------------------------------------------------------------
"Sudah lama mbak, jadi pramugari?" Pramudya memberanikan diri membuka obrolan.
"Lumayan lama pak, tapi dulunya saya nggak kerja di air line ini. Baru satu tahun pindah". jawab Andari dengan ramah.
"Kebetulan rekan saya yang harusnya disini tiba-tiba agak kurang sehat dan beristirahat di belakang, jadi dia meminta saya menggantikannya Disini".
("Bisa kebetulan begitu??") Pramudya berguman dalam hati.
"Maaf...Tapi saya sepertinya pernah lihat Bapak..??" Tanya Andari
__ADS_1
"Pramudya...nama saya Pramudya, mungkin mirip saja mbak". ujar Pramudya.
"Iya..ya mungkin mirip saja" Jawab Andari sambil tertawa.
"Wajah saya yang pasaran kali ya?"
"Nggak kok, pak...bukan begitu.Tapi saya merasa seperti sudah kenal dengan bapak". Andari berkata dengan spontan.
"Saya jadi tersanjung nih, digodain sama mbak Andari".
"Bapak bisa saja" Andari tertawa lepas
"Saya ini nggak bisa merayu pak, biasanya dirayu".
kali ini Pramudya yang tertawa, Dan sepertinya dia akan menyesal waktu jadi cepat berlalu. Karena kebersamaannya dengan Andari akan menjadi berakhir ketika dia turun dari pesawat.
To Be Continue
__ADS_1
(Andari Smile)