Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
Chapter 4 "Bukan Rahasia"


__ADS_3

Sherly appearance



"Kamu nggak boleh lagi berteman dengan pemuda itu!!!!" Ujar Ibu Sherly dengan suara yang agak keras. Namun Sherly tampak tidak menggubris perkataan ibunya dan langsung pergi dengan kesal. "Tunggu Sherly!!!" Teriak Ibunya, berusaha mencegah Sherly untuk pergi.Arya yang tanpa sengaja melihat itu hanya terdiam dengan tertunduk lesu. Apapun alasan yang dia berikan, dia pasti tetap disalahkan, karena mengajak Sherly keluar dari rumah sakit hingga malam. Ditambah lagi kepergok berduaan ditaman kota. Hal itu seperti "O T T" (operasi tangkap tangan) yang tidak mungkin lagi untuk mengelak dan memberikan pembelaan.


Arya secara diam-diam mencari Sherly di sekitar rumah sakit, tidak berapa lama dia menemukan gadis itu duduk di sebuah bangku panjang di lantai 3 rumah sakit. Dia lalu duduk disebelah Sherly, beberapa saat hanya keheningan diantara mereka. Sampai akhirnya Sherly menuliskan sesuatu untuknya dan memperlihatkannya ke Arya. "Ibu ku melarangku untuk bertemu denganmu lagi". Arya melihat tulisan itu dan hanya diam tanpa merespon apapun. Dia tampak terpaku saja sambil memegang buku yang berisi tulisan Sherly untuknya. Sherly mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah alat yang apabila diketikkan akan mengeluarkan suara sesuai dengan yang diketikkan. " Kamu kok diam saja?, ngomong dong". Alat itu mengeluarkan suara. Arya menoleh kearah Sherly dan berkata "Aku akan tetap menemui mu setiap hari".


Sherly menatap ke Arya, dia tidak mengerti dengan ucapan Arya yang terlalu cepat berkata-kata. "A-ku akan ke si-ni se-ti-ap ha-ri" Arya berkata dengan agak lambat agar Sherly bisa membaca gerak bibirnya.


"Bohong" ujar Sherly.


"Aku nggak Bohong.." Arya menjawab dengan tegas.


Sherly bangun dari tempat duduknya, berjalan dihadapan Arya dan mengetikkan sesuatu dialat bantu untuknya. "Nggak apa-apa kalau kamu nggak bisa kemari".


"Kamu ngomong apa??" Arya ikut bangun dari duduknya dan mendekati Sherly dihadapannya.

__ADS_1


"Kamu nggak bakalan kesini" ketik Sherly.


"Aku akan datang setiap hari untuk mu" Jawab Arya.


Sherly kembali memperlihatkan sikap tidak mengerti dengan ucapan Arya.


"Aku A-kan Ke Si-ni se-ti-ap Ha-ri!!" Jawab Arya dengan tegas.


-------------------------------------------------------------------'


"Kalau bisa keluar dari rumah sakit, kamu mau kemana?" Tulis Arya


"Pantai?"


Sherly mengangguk dengan tersenyum.


"Ke-na-pa, ke-sa-na?" Tanya Arya penasaran.

__ADS_1


Sherly meletakkan jari telunjuk di bibirnya


"Rahasia" jawabnya.


"Ra-ha-sia?" Tanya Arya


Sherly kembali mengangguk dan tersenyum


"Kenapa juga harus rahasia?" Guman Arya dalam hati sambil menggaruk kepalanya.


Ke esokan paginya


Arya terlihat mengisi form untuk kepulangannya hari ini dimeja administrasi, dia tidak menyadari Sherly yang perlahan mendekatinya dari belakang. Tetapi Sherly mengurungkan niatnya menghampiri Arya, karena dia melihat Amara yang tiba-tiba muncul dibelakang Arya sambil membawa tas yang berisi baju-baju, dan perlengkapan Arya selama dirumah sakit. Sherly menyembunyikan dirinya dibalik tembok antara selasar menuju ruangan administrasi.Sehingga Arya maupun Amara tidak mengetahui kehadirannya didekat mereka.


"Kamu nungguin siapa Ar?" Tanya Amara karena Arya terlihat seperti mencari seseorang.


"Ayo Cepetan!" Ujar Amara mengingatkan.

__ADS_1


"Kamu itu berisik banget" gerutu Arya, dengan berat hati dia lalu mengikuti Amara sambil menoleh ke belakang sambil berharap bisa melihat Sherly. Namun harapan tinggalah harapan karena dia tidak bisa melihat Sherly hari ini, hari dimana dia diizinkan keluar dari rumah sakit.


To Be Continue


__ADS_2