Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
--Bitter Sweet Symphony-- Fourth Chapter (Nelangsa)


__ADS_3

---NELANGSA---


(Last) Page 29


Amara memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sudah tidak sabar untuk segera sampai dirumah Bagas dan berbicara dengannya. Dia tidak menyangka kehadirannya membuat hubungan Bagas dan Meylan menjadi berantakan.


Tanpa basa-basi Amara langsung masuk kedalam rumah Bagas tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Bahkan dia tidak memarkirkan mobilnya dengan benar di depan rumah Bagas.


Diruang tengah terlihat Bagas tengah sibuk memasukkan buku-buku kedalam kardus, ada 2 kardus dibawah meja yang sudah ditutup rapi. dia tampak biasa saja melihat Amara yang berada dihadapannya.


"Ini barang-barang Meylan, aku merapikan semuanya supaya kalau dia datang. Tidak perlu repot-repot lagi untuk memilah-milah barangnya" ujar Bagas.


"Mengapa kamu melakukannya Gas?"


"Bukannya kamu yang mengatakan untuk melepaskan semua yang tidak kamu perlukan lagi, aku hanya melakukan persis seperti yang kamu katakan. Perkataanmu ada benarnya juga, pertahankan yang terbaik untukmu".ujar Bagas dengan dingin.


Amara yang merasa bersalah berusaha untuk menenangkan Bagas. "Kamu bicara apa sih??, kamu malah membuang hal yang terbaik untukmu".


"Aku sudah berusaha untuk menjalaninya, namun itu bukan hal yang benar Amy".


"Kamu harus meminta Meylan kembali Gas!!"


"Kamu hanya membuang waktu Amy"


"Aku akan membantumu Gas, aku melakukannya untukmu".

__ADS_1


"Kamu hanya melakukan itu untukmu Amy, bukan untukku".


Amara memandang Bagas dengan rasa sedih dan bersalah.


"Kamu mengembalikan semua barang-barangku untukku sendiri, tapi kamu meminta maaf untukmu sendiri. Sehingga membantuku untuk mengenal Meylan dan menjalani hubungan yang sebenarnya itu lagi-lagi hanya untukmu sendiri. Jadi kamu bisa mencampakkan ku tanpa rasa bersalah. Kamu tau Amy, ketika kamu datang untuk meminta maaf aku sebenarnya marah dan kesal. Rasanya seperti kamu bisa lolos dari kesalahanmu setelah meminta maaf, karena itu aku harus memaafkanmu kan?"


"Jika aku tidak memaafkanmu itu adalah masalahku bukan lagi masalahmu, itu seperti kamu mengambil semua kesalahanmu dan mencampakkannya semua kepadaku".


Amara menatap dengan bingung dan semakin merasa sedih dengan anggapan Bagas kepadanya, semua perkataan Bagas semakin memojokkannya.


"Lalu kamu pergi begitu saja"


"Gas, aku meminta maaf padamu karena aku peduli padamu"


"Maka janganlah meminta maaf, hiduplah dengan rasa bersalahmu. Dan jangan berlari lagi dari semua itu".


"Jika kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu pasti tau bahwa itu sangat mudah untuk diucapkan tapi tidak mudah untuk dilakukan".


"Pernahkah kamu benar-benar mencintai seseorang Amy?"


Amara menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan berat


"Aku seharusnya tidak kembali menemui lagi"


"Amara...akui saja kalau kamu egois dan melanjutkan hidupmu. Itu saja , kamu tidak perlu khawatir lagi mengenai diriku. Karena aku sendiri yang akan memilih apa yang terbaik untukku, kita melihat apa yang ingin kita lihat dan memilih apa yang akan kita ingat. Lanjutkan saja hidupmu dengan baik".

__ADS_1


"Kamu mengatai ku egois?? Kamu juga egois Gas!! Kalau kamu tidak bisa melupakan, jangan libatkan orang lain ujar Amara yang mulai menangis.


"Aku tidak pernah memaksamu untuk ikut mengingat masa lalu kita Amara" jawab bagas


"Tapi kamu sudah melibatkan Meylan!! dan aku sudah minta maaf padamu" jawab Amara


Dia lalu meninggalkan Bagas dan keluar dari rumah itu


 


Amara memutuskan tidak kembali kerumah dan pergi menuju Jakarta, menginap disebuah hotel untuk menikmati kesedihannya dalam kesendirian. Dia melihat profil Bagas di ponselnya melalui Medsos. Baru beberapa hari dia berteman dengannya kini dia memutuskan untuk tidak berteman dengan Bagas.


Amara Check-out menjelang siang hari dan kembali menuju Bandung


Petugas housekeeping hotel yang membersihkan kamar Amara menemukan sebuah sweater putih didalam kotak sampah dikamar mandi.Dia lalu memasukkannya kedalam plastik untuk sampah dari kamar-kamar yang dia bersihkan.


---Epilog---


"Dalam gelap malam daku termenung


Akankah ada rubah dalam takdir?


Mampukah 'ku terus pertahankanmu?


Dalam keras hati dikau tak melemah

__ADS_1


'Ku nelangsa..."


#End


__ADS_2