Bitter Sweet Symphony

Bitter Sweet Symphony
--Bitter Sweet Symphony-- Second Chapter ("Sebelum kau nilai")


__ADS_3

Ciri khas bau wangi yang lembut dari parfum yang dipakai Violette membuyarkan konsentrasi Mahesa yang serius membaca berita elektronik diportal favoritnya.


"Maaf ya sudah membuatmu menunggu lama". Tegur Violette yang sudah berdiri dihadapannya.


"Nggak lama kok, biasa saja". Jawab Mahesa dengan tersenyum santai.


"Jadi?"


"Jadi apa?" Mahesa menjawab dengan bingung


"Kita bisa pergi sekarang, atau mau ngobrol disini dulu?".


"Eh...??, benar juga. Aku jadi nggak bisa konsen melihat mu". Goda Mahesa


"Ya udah, kalau begitu aku pulang sendiri". Violette membalas godaan dari Mahesa dengan pergi meninggalkannya.


("Ngalah lagi judulnya") batin Mahesa yang segera menyusul Violette.


Setelah berada didalam mobil


Violette meneguk air mineral yang dibawanya. Dia melihat Mahesa dengan bingung.


"Kenapa sih ngeliatin aku terus??,ada yang salah dengan ku??". Violette merasa risih dengan tatapan Mahesa, bukan karena dia tidak suka. Cuma tatapan Mahesa selalu membuatnya merasa menjadi salah tingkah.


"Aku boleh tanya sesuatu?" Mahesa tidak mengindahkan protes dari Violette.


"Asal jangan yang aneh-aneh saja". Jawab Violette.


"Apa yang membuatmu ingin jadi seorang Dokter?".


Violette melihat kearah Mahesa dengan mengeryitkan keningnya ("setelah sekian lama kenal, baru kali ini Mahesa bertanya alasanku menjadi Dokter"?).


"Untuk menolong orang". Violette menjawab singkat.


"Cuma itu??". Mahesa kembali bertanya untuk meyakinkan apa yang didengarnya.

__ADS_1


"Iya, cuma itu".


"Sederhana sekali ya, tujuanmu".jawab Mahesa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Kok tumben nanya hal ini?". Violette balas bertanya.


"Nggak apa-apa sih, cuma penasaran aja. Tadi aku sempat lihat kamu membantu Ibu yang menggendong anaknya".


"Lho??, kamu sudah lama dong berarti menunggu ku??. Maafin ya, jadi nggak enak membuat mu menunggu lama begitu". Jawab Violette yang malah merasa bersalah karena membuat Mahesa menunggunya terlalu lama.


Dia malah tidak membahas perbuatan baik yang dilakukannya ke Ibu Surati.


"Nggak apa-apa Vio..., aku nggak merasa keberatan menunggu. Kan kamu sedang melakukan tugasmu sebagai seorang dokter".


Violette melihat kearah Mahesa dengan tersenyum,Dia senang dengan pengertiannya.


"Jadi kenapa kamu mau membantu Ibu itu? Kamu kan nggak kenal dengannya?".


"Oh...Mengenai hal itu, aku pasti akan dengan senang hati membiarkan orang lain membantunya. Tapi sayangnya orang lain itu tidak ada, dan kebetulan aku ada disitu. Jadi,ya aku bantu". Jawab Violette dengan lugas.


"Tuh kan ngeliatinnya begitu lagi, agak kebutin sedikit biar cepat sampai kerumah". Violette kembali merasa risih.


"Kamu tuh ya, ada - ada saja. Gimana bisa ngebut coba? La wong macet begini.lagian bisa lama-lama berdua denganmu lebih bagus". Mahesa kembali menggoda.


"Banyak orang beranggapan, kalau jadi Dokter bisa banyak uang. Bagiku itu anggapan yang keliru, karena kalau mau banyak uang ya bukan jadi Dokter. Tapi jadi seorang pebisnis ". Violette berusaha mengalihkan Mahesa yang terus menggodanya.


Mahesa hanya diam dan mendekatkan wajahnya kearah Wajah Violette.


Violette segera memalingkan wajahnya agar membuat Mahesa mengurungkan niatnya.


"Kamu mau ngapain sihhh??". Violette memejamkan kedua matanya.


Hembusan nafas hangat Mahesa yang terasa dekat, tidak dirasakannya lagi.


"Tadi ada nyamuk dipipimu". Mahesa beralasan.

__ADS_1


("Iya kali ada nyamuk didalam mobil dengan Ac nya yang lumayan dingin, dasar laki-laki"). Violette menggerutu dalam hati.


Dia membuka matanya dan melirik ke arah Mahesa yang juga meliriknya sambil fokus menyetir.


"Sebentar lagi kita sampai dirumahmu". Mahesa memecahkan keheningan.


"Mmmm, terus?".


"Aku ingin menjadi pacar mu", ujar Mahesa memberanikan diri.


"Maaf, tapi aku tidak bisa.." Violette menjawab dengan lirih.


Mahesa menghentikan mobilnya didepan Rumah Violette. Dia menatap Violette dengan gamang, setelah sekian lama menanti jawaban. Dia harus menerima jawaban penolakan.


"Aku pulang dulu, terimakasih sudah mau mengantar" Violette terkesan cuek dengan ekspresi Mahesa.


"Eee..Iya, Vio..aku tetap bersedia mengantarmu pulang. Kalau kamu masih mau aku antar".Mahesa berusaha bersikap normal.


Violette membuka pintu mobil dan turun.


Mahesa masih terpaku dan gamang, perasaannya menjadi down. Belum sempat dia menginjak gas dan pergi, Violette mengetuk kaca jendela mobil. Kaca jendela mobil pun diturunkan Mahesa. "Aku cuma mau bilang, kalau aku nggak bisa menolak menjadi pacarmu". Violette tersenyum.


Waktu terasa berhenti mendengar jawaban dari Violette. Mahesa lalu membuka pintu mobil dan menghampiri Violette. Tanpa ragu dia memeluk Violette dengan erat, pelukan Mahesa dibalas dengan erat pula oleh Violette. Tidak berapa lama Mahesa menatap Violette dan hendak menciumnya,namun terganggu dengan Lampu rumah Violette diruang tamu yang tadinya padam menjadi menyala, diiringi suara berdehem dari dalam rumah.


End of Second Chapter


(Special Thanks to "Andara)


New Characters "Andari & Pramudya


"Violette & Mahesa Taken From Bohemian Rhapsody Character.



(Dr.Violette)

__ADS_1


__ADS_2