
Hati Alva sedang tidak baik-baik saja, akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang, qaisya tak ingin di antar pulang oleh Alva, ia juga ingin pulang mengenakan baju sekolah, jujur saja Qaisya tak ada pamit ke nenek, ia yakin pasti dirinya akan di marah sesampainya di rumah nanti, sudah menjadi hal yang biasa bagi Qaisya.
"Aku pulang dulu kak." Ucap Qaisya pamit.
"Baik." Ucapnya singkat. Alva memesan taksi untuk Qaisya karena Qaisya sendiri tak ingin di antar oleh Alva.
Malam pun telah tiba, qaisya menatap langit yang di penuhi bintang-bintang, entah kenapa sedari tadi ia asik memikirkan sosok Alva. Qaisya heran kenapa Alva bisa menangis seperti itu, jujur saja Qaisya sangat cemburu ketika melihat Alva menangisi wanita lain, bagaimana pun Qaisya sangat tertarik dengan Alva semenjak mereka bertemu.
Tut. . . Tut. . . Tut. . .
Ponsel Qaisya berbunyi, ia pun langsung mengambilnya, ternyata Bagas, ada apa Bagas menghubunginya malam ini?
"Hallo." Ucap Qaisya.
"Qaisya kamu gak papa kan? kenapa tidak datang kerja?" tanya Bagas dari seberang sana.
"Aku baik-baik saja, aku hanya lelah tak sanggup bekerja, besok aku akan kerja lagi. Tadi juga aku sudah minta izin sama bos." Ucap Qaisya sebenarnya tak semangat berangkat kerja, pikirannya yang di penuhi sosok Alva membuat moodnya kurang baik malam ini.
"Owalah aku kira kamu sakit, jujur aku sangat khawatir banget." Ucap Bagas yang sedari tadi mengkhawatirkan Qaisya.
"Gak papa kok, aku aman-aman saja." Ucap Qaisya lagi.
"Ya sudah kalau begitu, aku tutup ya, selamat malam." Ucap bagas.
"Malam juga." Ucapnya.
Qaisya melempar dengan asal ponselnya di atas kasur, moodnya masih tak baik, ia ingin sekali menelpon Alva malam ini, jujur saja banyak pertanyaan yang mulai muncul di pikiran Qaisya.
"Apa jangan-jangan cewe yang nikah tadi pacar kak Alva? atau mantan kak Alva?" Qaisya di hantui rasa penasaran.
"Apa aku hubungi dia saja ya?" Qaisya berpikir dulu.
Karena rasa penasaran yang sangat tinggi, akhirnya Qaisya pun mengambil lagi ponselnya, ia pun langsung menghubungi Alva saat itu.
"Halo ada apa?" tanya Alva saat mengangkat ponsel itu.
"Kakak baik-baik saja?" tanya Qaisya sedikit deg-degan.
"Hmm. . . ada apa?" tanya Alva dengan suara yang lembut. Suara lembut yang sangat membuat Qaisya ingin. menari-nari saat mendengarnya.
"Tidak ada, aku hanya takut kakak sakit." Ucap Qaisya jujur saja.
__ADS_1
"Sakit? sakit apa?" Alva heran.
"Sakit hati." Ucap Qaisya asal.
"Dari mana kamu tau saya sakit hati? hmm. . . ?" ucap Alva lembut.
"Cuma tebak saja." Ucap Qaisya salting sendiri. Entah kenapa Qaisya sangat suka mendengar Alva berbicara lembut seperti itu, karena biasanya Alva selalu berbicara dingin dan serius.
"Kau tidak tidur? besok sekolah." Ucap Alva lagi.
"Tidur sebentar lagi." Ucap Qaisya sebenarnya sudah mulai ngantuk.
"Tidurlah, jangan begadang itu tidak baik." Ucap Alva lembut.
"Ya sudah aku tidur dulu." Ucap Qaisya pamit.
"Selamat malam pacar kontrak ku." Ucap Alva dengan nada yang lembut.
Deg. . .
Jantung Qaisya hampir copot saat mendengarnya, kata-kata yang membuat hari Qaisya berbunga-bunga. Walaupun ada kata kontraknya tapi hal itu sudah membuatnya bahagia.
"Selamat malam juga kak." Ucap Qaisya pun langsung mematikan ponsel itu.
"Ha. . . . aku sangat senang." Qaisya sedikit berteriak.
Klek. . .
Tiba-tiba suara pintu kamar Qaisya terbuka, nenek terkejut melihat Qaisya yang lompat-lompat kegirangan.
"Astaghfirullah Qaisya!" ucap nenek marah.
"Eh nenek, heheheh ngapain nek?" tanya Qaisya canggung, ia malu karena ketahuan lompat-lompat gak jelas.
"Ngapain kamu lompat malam-malam gini?" ucap nenek.
"Biasa nek olahraga sebelum tidur hahahahah." Qaisya pun langsung tertawa renyah.
"Dasar kamu, sudah tidur sana." Ucap nenek.
"Siap nek. . . " ucapnya. Qaisya pun langsung bersembunyi di dalam selimut sangat malu rasanya nenek tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
___________________
"Jadi lo kemaren datang sama si cewe itu?" tanya Aldo serius.
"Iya, aku gak tau harus ngajak siapa." Ucap Alva tak ada pilihan lain.
"Hmmm. . . . bagaimana tanggapan Rinja?" tanya Aldo lagi.
"Biasa saja dia." Ucapnya.
"Ooooooo . . . jadi sekarang ya g terpenting lo harus bisa ngelupain dia, banyak wanita cantik di luar sana, atau bahkan kamu ingin Qaisya? menurut ku dia juga cantik, tapi memang umurnya masih anak-anak bagimu." Ucap Aldo memberikan semangat pada Alva. Alva mengerutkan keningnya saat Aldo menyebutkan nama Qaisya.
"Ngapain bahas Qaisya?" tanya Alva.
"Ya kan siapa tau lo tertarik sama dia." Ucap Aldo. Alva hanya diam, ia malas membahas tentang Qaisya, apalagi Qaisya hanya pacar kontraknya sementara.
____________________
Sudah beberapa hari ini Qaisya tak datang ke jalanan dekat jalan tol, ia melihat anak jalanan yang sedang bermain di bawah pohon rindang. Hari ini Qaisya memilih ganti baju dulu baru pergi bermain bersama anak jalanan lain, ia malas jika harus di marah nenek lagi gara-gara tidak Menganti baju sekolah, beberapa hari ini juga ia asik di marahi nenek gegara baju sekolah.
"Kak Qaisya dari mana saja? kami sangat merindukan kak Qaisya." Ucap Imna yang menyambut kedatangan Qaisya begitu pun anak jalanan lainnya.
"Maaf ya, beberapa hari ini kakak sibuk." Ucap Qaisya yang ikut duduk bersama anak jalanan lain.
"Wah. . . kak Qaisya orang hebat, selalu sibuk." Ucap salah satu dari mereka.
"Haduh kalau sibuk itu bukan hebat adik cantik." Ucap Qaisya gemes dengan anak itu.
"Kak kami ingin belajar menggambar lagi."Ucap Imna.
"Ada bawa buku?" tanya Qaisya, mereka pun mengangguk secara bersamaan.
Qaisya mulai mengajari mereka menggambar bunga dan lainnya, Qaisya hobi menggambar, bahkan ia juga pernah mendapatkan juara. Karena itu ia ingin anak jalanan itu bisa menjadi seperti dirinya, karena banyak dari mereka yang juga suka menggambar.
Qaisya sangat senang bisa melihat anak-anak itu lagi, hanya mereka lah yang bisa membuat Qaisya bahagia, mereka sudah menjadi bagian keluarga dari Qaisya. Walaupun tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tua Qaisya tetap semangat menjalani hidup ini, karena masih ada nenek yang harus ia banggakan, masih ada anak jalanan yang harus dia ajari ilmu yang ia ketahui. Andai Qaisya menjadi orang kaya, ia pasti akan menyekolahkan anak jalanan itu, ia ingin anak itu bisa menikmati indah nya hidup bahagia di masa kecilnya.
Anak-anak itu juga sangat antusias jika Qaisya mengajari mereka belajar, bahkan menurut Qaisya anak-anak itu banyak memiliki bakat terpendam, maka dari itu Qaisya akan berusaha mengembangkan bakat mereka masing-masing.
Terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
Jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
__ADS_1
Happy Reading