Bocil Kontrak

Bocil Kontrak
Bab 24 : Rinja di rumah sakit?


__ADS_3

Alva singgah sebentar di rumah qaisya, tak lupa ia pun mengucapkan selamat ulang pada nenek.


"Nek selamat ulang tahun, Alva belum sempat memberikan kado buat nenek, tapi Alva ada bawa kue untuk nenek." Ucap Alva membawa kue untuk nenek.


"Ya Allah, kamu ini jangan repot-repot." Ucap nenek sungkan.


"Gak repot kok nek." Ucap Alva sambil tersenyum. Nenek pun menyuruh Qaisya menghidangkan kue itu, mereka langsung makan bersama di sana.


Dret. . . dret. . . dret. . .


Sedang asik berbincang tiba-tiba ponsel Alva berdering, ia pun meminta izin keluar untuk mengangkat telepon tersebut.


"Hallo." Ucap Alva.


"Halo Alva kamu di mana?" tanya seorang pria.


"Hmmm. . . di rumah, ada apa om?" tanya Alva sebenarnya malas mengangkat telepon itu. Tiba-tiba suara tangis pun terdengar, Alva heran dengan suara tangisan itu.


"Kenapa om nangis?" tanya Alva semakin heran.


"Om minta tolong pada mu Alva, tolong datang sekarang ke rumah sakit, Rinja sangat membutuhkan mu." Ucap ayah Rinja di iringi tangisannya.


"Rinja kenapa om?" tanya Alva sedikit panik.


"Pokoknya kamu ke sini, nanti akan jelaskan." Ucap ayah Rinja.


"Baik om saya segera ke sana." Ucap Alva pun langsung menutup teleponnya. Alva pun kembali masuk ke dalam rumah qaisya.


"Nek, Qaisya mohon maaf Alva harus pamit dulu, ada pekerjaan mendadak yang harus saya selesaikan." Ucap Alva berpamitan.

__ADS_1


"Baiklah, hati-hati di jalan ya." Ucap nenek, Alva pun langsung mengangguk. Nenek dan Qaisya mengantarkan Alva sampai di depan pintu rumah, mobil Alva pun mulai menjauh dari pekarangan rumah qaisya.


Qaisya pun kembali ke kamarnya, begitu pun dengan nenek. Qaisya sedang sibuk membersihkan kamarnya yang sangat berantakan, setelah semua bersih ia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, jujur ia sangat kelelahan tanpa harus menunggu waktu yang lama ia pun langsung tidur terlelap.


___________________


Alva tiba di rumah sakit setelah ayah Rinja memberikan alamat rumah sakit itu. Ia sampai di depan ruang UGD, di sana ada ayah Rinja dan juga ibunya.


"Om." Panggil Alva, ayah Rinja pun langsung menoleh, ia langsung berdiri dari duduknya, ia memeluk Alva yang ada di sana.


"Terima kasih kamu sudah datang." Ucap ayah Rinja sangat berterima kasih.


"Iya om, Rinja di mana om? Rinja kenapa? dan suami Rinja kemana om?" tanya Alva sekaligus, banyak sekali pertanyaan yang ingin di lontarkan Alva pada ayah Rinja.


"Rinja. . . Rinja mendapatkan kekerasan dari suaminya, sekarang suaminya sudah di tahan, sedangkan Rinja masih di rawat di dalam." Ucap ayah Rinja sambil menangis. Seketika Alva kaget saat mendengar perkataan ayah Rinja.


"Rinja belum sadar, sedari tadi dia asik memanggil nama mu." Ucap ayah Rinja. Alva pun terdiam sebentar, setelah itu ia pun masuk ke ruang UGD, Alva langsung menemani Rinja di sana.


"Kenapa bisa begini Rinja?" ucap Alva mengelus lembut kening Rinja, ia tak menyangka Farid bisa setega itu pada Rinja. Padahal sudah susah payah Alva merelakan Rinja hanya untuk Rinja bahagia, tapi malah Rinja mendapatkan kekerasan seperti ini membuat Alva sakit hati.


Lama Alva di ruangan itu, ia pun menghapus air matanya, ia tak ingin kedua orang tua Rinja melihatnya menangis di sana. Alva berdiri dari duduknya, ia keluar dari ruangan itu, masih ada kedua orang tua Rinja di sana.


"Om Tante pulang saja ya, biar Alva yang menjaganya di sini." Ucap Alva tak ingin melihat kedua orang tua Rinja tidur di sana.


"Tapi. . . . "


"Sudah Tante, tante pulang saja, serahkan Rinja pada Alva ya Tante." Ucap Alva dengan senyuman.


"Terima kasih banyak ya Alva." Ucap ayah Rinja. Alva pun mengangguk sambil tersenyum. Akhirnya kedua orang tua Rinja pun pamit untuk pulang sedangkan Alva kembali ke dalam ruang UGD.

__ADS_1


Alva sangat setia menunggu Rinja membuka matanya, ia akan selalu ada di sana sampai Rinja membuka mata.


Pukul 2 pagi, Alva tertidur tepat di kursi, ia bersandar ke arah ranjang Rinja. Perlahan Rinja membuka matanya, badannya terasa sangat sakit, ia kaget saat melihat seorang lelaki tertidur di samping tangannya. Walaupun wajahnya tak terlihat tapi Rinja sudah bisa menebak siapa lelaki yang ada di sana.


"A. . . . a. . . . Al. . . . va." Ucap rinja terputus-putus. Tidak ada gerakan dari Alva, Rinja pun menyentuh lembut rambut Alva. Seketika Alva langsung terbangun saat itu juga.


"Rinja kamu sudah bangun?" ucap Alva mengucek matanya, ia kelelahan hingga tertidur di sana.


"A. . . . Al. . . va." Ucap Rinja terbata-bata, mata rinja pun mengeluarkan air mata, ia sangat bahagia melihat Alva ada di sana.


"Aku di sini Rinja, ku mohon jangan menangis aku akan tetap bersama mu di sini. Sebentar aku panggilkan dokter." Ucap Alva yang langsung keluar dari ruangan itu, ia memanggil perawat yang ada di sana. Rinja pun langsung di periksa, beberapa alat medis yang tertempel di tubuh Rinja sebagian sudah di lepas oleh perawat itu.


Setelah perawat itu keluar, Alva kembali duduk di samping Rinja, ia menggenggam erat tangan Rinja dan menatapnya dengan senyuman, ia ingin menyemangati rinja saat itu.


"Rinja, kamu tidur ya, ini sudah malam." Ucap Alva dengan lembut.


"Aku sangat merindukan mu." Ucap rinja dengan suara yang pelan tapi masih terdengar di telinga Alva.


"Kan aku sudah ada di sini, tenang saja aku akan menemanimu di sini." Ucap Alva sambil tersenyum, tangannya masih setia menggenggam tangan mungil milik Rinja.


"Ayah ku? mama ku mana?" tanya Rinja saat melihat ke arah sekelilingnya, ia tak menemukan kedua orang tuanya di sana.


"Aku sudah menyuruh mereka pulang, sepertinya mereka sangat kelelahan." Ucap Alva yang merasa kasih pada mereka. Rinja hanya terdiam, ia melihat ke arah Alva, ia merasa rindu dengan lelaki yang kini berada di sebelahnya.


"Kamu tidur ya." Ucap Alva, rinja pun mengangguk pelan. Rinja mulai menutup matanya, Alva pun mengelus pelan kening Rinja agar Rinja cepat terlelap.


Tak butuh waktu lama, Alva mendengar suara dengkuran kecil dari Rinja, Alva pun langsung tersenyum seketika. Ia kembali tidur dengan posisi yang tadi, mereka belum pindah ruangan membuat Alva susah untuk tidur.


Terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗

__ADS_1


Jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴


Happy Reading


__ADS_2