
Rinja kesal saat di ejek oleh anak jalanan itu, bahkan pakaiannya kotor akibat ulah anak-anak itu, andai alva di sana pasti ia akan di bela di hadapan anak-anak itu dan Qaisya, pikir Rinja.
Saat sore tiba qaisya kembali ke rumah, ia masih berpikir kemana Alva? melihat kedatangan Rinja tadi membuat Qaisya semakin khawatir dengan Alva.
"Nek malam ini Qaisya coba ke rumah kak Alva lagi ya." Ucap Qaisya saat ia sidah sampai di rumah.
"Untuk apa?" tanya nenek.
"Aku ingin memastikan lagi nek, rumah itu kosong atau tidak. Mungkin saat aku ke sana rumah itu sudah ada orang." Ucap Qaisya selalu berdoa agar Alva cepat kembali. Nenek pun akhirnya mengangguk tanda setuju.
Qaisya pergi sendirian saat itu ,ia di antar oleh ojek yang sudah ia pesan, sesampainya di sana keadaan rumah itu tampak sepi seperti hari-hari lalu, bahkan gerbang rumah itu pun masih terkunci, Qaisya pun menghempaskan nafas kasarnya, jujur ia tak tau harus mencari Alva kemana.
"Mba yakin rumah ini berpenghuni?" tanya ojek yang menemani Qaisya di sana.
"Iya, tapi sekarang sepertinya kosong." Ucap Qaisya. Karena merasa kasian terhadap Qaisya, ojek itu pun membantu Qaisya bertanya ke tetangga dari rumah itu, pertanyaan mereka membuat ojek dan Qaisya terkejut, karena mereka juga tidak tau kemana Alva dan ayahnya.
"Terakhir yang saya ingat, hanya satpam saja yang tinggal di sana, tapi satpam itu pun pergi saat tau bahwa ada musibah di kampungnya, kalau gak salah ibundanya satpam itu meninggal dunia, saat itu aku sempat bertanya padanya saya satpam itu mau pergi, tapi saat itu saya gak tau kalau Alva dan Arjana juga tidak ada di sana." Ucap tetangga perumahan itu. Lagi-lagi Qaisya di buat bingung, apa mungkin keluarga Arjana menemani satpam itu pulang kampung? tapi mana mungkin sangat lama, lagian juga kenapa rumah itu harus kosong sampai berbulan-bulan.
"Kenapa kalian tidak ke kantornya saja?" tanya orang itu, Qaisya kaget lagi, jujur ia belum pernah tau di mana letak kantor Alva, bahkan ia belum kepikiran akan hal itu.
"Bapak tau alamatnya di mana?" tanya Qaisya antusias. Orang itu pun mengangguk, ia mengambil kertas dan menuliskan alamat kantor Alva.
"Terima kasih banyak pak." Ucap Qaisya, pria itu pun langsung mengangguk.
Karena sudah menemui titik terang, Qaisya pun memutuskan pulang malam itu, ia akan ke kantor Alva besok hari, semoga saja ia bisa bertemu dengan Alva secepat mungkin.
___________________
Lagi-lagi Qaisya pergi sendirian, ia tak mengajak Celine karena Celine sedang sibuk, ia tak mau mengajak Afatar karena sudah sering merepotkan pria itu, Bagas? Qaisya juga tak ingin merepotkan pria baik itu, Qaisya pun sampai di depan kantor dengan bangunan yang sangat tinggi, ia tak pernah ke sana sebelumnya.
__ADS_1
"Ini kantornya?" ucap Qaisya bertanya-tanya. Qaisya melihat ke arah sekitar, ramai orang di sana, ia pun memberanikan diri untuk masuk ke kantor itu.
"Pak mau tanya." Ucap Qaisya pada satpam yang ada di sana.
"Oh ya, ada yang bisa saya bantu?"
"Ini kantor pak Alva kan?" tanya Qaisya memastikan.
"Iya betul ini kantor pak Alva." Ucap satpam itu.
"Pak Alvanya ada?" tanya Qaisya sedikit deg-degan. Satpam itu terdiam sejenak, ia melihati Qaisya dari bawah hingga atas, tak pernah ada orang yang ingin bertemu dengan Alva tapi harus bertanya dulu dengan satpam.
"Kalau boleh tau kamu siapanya?" tanya satpam itu.
"Aaaaaa. . . . aku adiknya, atau bisa di bilang aku muridnya, dia telah membiayai semua sekolah ku, aku ingin bertemu dengannya tapi aku tau tau dia di mana." Ucap Qaisya berbohong, satpam itu pun langsung mengangguk.
"Ayo ikuti aku dulu." Ucapnya. Qaisya pun mengangguk. Mereka sampai di depan lift, sesuatu yang membuat Qaisya takut, selama di lift ia menahan rasa takutnya karena malu ada beberapa orang di sana. Tak lama mereka sampai di depan salah satu ruangan, yang jelas Qaisya tak tau dia lagi ada di mana.
"Waalaikumsalam, masuk aja." Ucap seorang pria dari dalam. Seketika jantung Qaisya berdetak lebih kencang dari biasanya, ia pikir suara itu adalah suara Alva, jujur Qaisya sudah sangat merindukan pacarnya itu.
Satpam itu pun masuk meninggalkan Qaisya di luar, entah apa yang di bahas satpam itu di dalam kelas Qaisya tak tau, tak lama kemudian satpam itu keluar dan menyuruh Qaisya masuk ke dalam. Jantung Qaisya semakin berdetak tak karuan.
Saat masuk ke ruangan itu, Qaisya kaget ternyata bukan Alva yang ada di sana, melainkan seorang pria yang Qaisya tak tau itu siapa.
"Silahkan duduk." Ucap pria itu, Qaisya pun langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sedangkan pria itu duduk di kursinya.
"Siapa kamu? dan untuk apa mencari Alva?" tanya pria itu.
"Aku adik dari pak Alva, aku anak jalanan yang di biayai sekolah olehnya, sudah sebelum lebih aku tak bertemu dengannya, mangkanya aku ke sini mencarinya." ucap Qaisya yang awalnya berbohong akan statusnya dengan Alva.
__ADS_1
"Siapa nama mu?" tanya pria itu.
"Qaisya." Ucapnya.
"Qaisya, bukan kah kamu pacarnya bukan adiknya?" Ucap pria itu membuat Qaisya kaget, bagaimana bisa pria yang tak ia kenal ini tau akan status Qaisya dan juga Alva.
"Ee. . . dari mana bapak tau?" tanya Qaisya sedikit takut.
"Kau tidak perlu tau aku tau dari mana, sekarang ku tegaskan padamu jangan mencari Alva lagi!!" Ucap pria itu dengan tegas. Sontak hal itu membuat Qaisya kaget lagi.
"Kenapa?" tanya Qaisya heran.
"Anggap Alva tak pernah hadir dalam hidup mu, karena sampai kapan pun Alva tidak akan pernah lagi muncul di hadapan mu." Ucap pria itu dengan tegas.
"Apa maksudnya? tolong jangan berbicara terbelit-belit, bapak menyuruh saya untuk menganggap bahwa Alva tak pernah hadir di kehidupan saya? bapak kira saya ini apa an? ini menyangkut masalah hati pak." ucap Qaisya kurang suka dengan tingkah pria itu saat berbicara.
"Kau tau? aku sudah menjadi bos di kantor ini, dan Alva tidak akan kembali lagi, apalagi kembali ke kehidupan mu, jadi silahkan pergi dari sini, jangan harap Alva kembali." Ucap pria itu.
"Apa maksudnya?" ucap Qaisya yang masih bingung.
"Alva sudah tidak di sini lagi, dia sudah pindah Negera, jadi kukatakan padamu jangan berharap padanya karena aku yakin dia tidak akan kembali, lagian pasti dia sudah menemukan kekasih baru di sana." ucap pria itu dengan yakin.
"Aku masih tak paham dengan penjelasan bapak, tolong jelaskan dengan baik pak." Ucap Qaisya dengan suara yang sedikit meninggi, ia tak suka dengan kata-kata yang terbelit-belit.
"Pak satpam, tolong masuk." Ucap pria itu.
"Bawa wanita ini dari hadapan ku." ucapnya tegas.
Terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
__ADS_1
Jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
Happy Reading