
Alva tiba di depan rumah les, ia tau Qaisya sedang berada di dalam, ia juga mengirimkan pesan kepada Qaisya, tak lama kemudian muncul sosok Qaisya.
Pemandangan yang di nanti-nanti kan Qaisya selama dua tahun ini, akhirnya tercapai juga, alva menjemputnya untuk makan bersama siang itu.
"Silahkan masuk tuan putri." Ucap Alva membuka kan pintu untuk Qaisya, ia pun langsung tersenyum ke arah Alva.
"Kak mau tanya, restoran gak di buka lagi?" tanya Qaisya saat mereka berada di dalam mobil.
"Kenapa? kamu rindu restoran? kemungkinan restoran tidak ku buka lagi." Ucap Alva.
"Iya jelas aku sangat rindu, kenapa harus di tutup sih?" ucap Qaisya ingin restoran itu buka lagi.
"Tidak ada pilihan lain, aku merelakan restoran itu untuk biaya pengobatan ku dan ayah." Ucap Alva.
"Trus rumah kakak yang dulu?" tanya Qaisya lagi.
"Itu sebenarnya rumah yang baru di beli oleh ayah untuk ku, ya sama seperti tadi karena biaya pengobatan jadi kamu menjual rumah itu dan kembali ke rumah yang semula." Ucap Alva. Qaisya pun hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Alva. Tak lama kemudian mereka pun sampai di tempat makan, mereka makan bersama, jujur itu adalah moment yang sangat di tunggu-tunggu oleh Qaisya.
"Oh ya kabarnya kamu kenal dengan Afatar dirgantara?" tanya Alva setelah mereka selesai makan. Qaisya pun terkejut mendengar hal itu, dari mana Alva tau tentang kedekatan antara dirinya dengan Afatar.
"Kakak tau dari mana?" tanya Qaisya balik.
"Afatar yang bilang." Ucap Alva. Qaisya pun baru ingat bahwa Afatar kenal dengan Alva.
"Ya seperti itulah." Ucap Qaisya pasrah.
"Kenapa kamu menolaknya?" tanya Alva penuh menyelidik. Qaisya pun menatap ke arah Alva dengan tatapan yang serius.
"Banyak lelaki yang datang pada ku, tapi hanya kak Alva yang ku tunggu." Ucap Qaisya dengan serius.
"Aha. . .. ha. . . . manja kali." Ucap Alva dengan ekspresi yang menggemaskan, qaisya pun langsung tertawa melihat tingkah Alva.
__ADS_1
"Serius hanya untuk menunggu ku?" tanya Alva memastikan lagi. Qaisya pun langsung mengangguk mantap.
"Betapa beruntungnya diriku bisa bertemu dengan mu." Ucap Alva sangat bangga.
"Oh ya, Afatar akan menikah kita pergi ya." Ajak Alva. Qaisya pun mengangguk lagi, ia juga sudah menerima undangan dari Afatar.
____________
Alva pulang lebih telat dari biasanya karena ia harus menyelesaikan pekerjaannya dulu. Alva heran saat melihat ayahnya bersama Anna berada di ruang tamu, entah apa gerangan dengan wanita itu datang lagi malam ini.
"Kenapa terlambat pulang Alva?" tanya Arjana.
"Ada pekerjaan yang harus ku selesaikan yah." Ucapnya sambil mencium punggung tangan sang ayah.
"Bagaimana kabar mu mas?" tanya Anna tiba-tiba.
"Seperti yang kau lihat, lagian baru semalam kan kita bertemu. Trus sekarang ada gerangan apa kamu ke sini?" tanya Alva.
"Alva!!" ucap Arjana kurang suka dengan sikap puteranya.
"Mulai hari ini Anna akan bantu-bantu ayah, sekalian agar kalian bisa semakin dekat." Ucap Arjana. Lagi-lagi Alva di buat heran dengan sikap ayahnya yang jauh berbeda dari dua tahun yang lalu, entah apa yang membuat ayahnya selalu berasumsi bahwa Anna akan menjadi menantunya.
"Kan sudah ada pak Adi yang menjaga ayah, kenapa harus seorang gadis yang menjaga ayah? dan ayah ingin mendekatkan ku dengan cara seperti ini? tidak akan yah, aku tidak akan mau dekat, kalau bisa aku pergi saja dari sini." Ucap Alva yang langsung pergi dari sana.
"Alva!!" Arjana marah.
"Apa lagi ayah? dulu ayah mengatakan aku bisa mencari wanita yang memang ku cintai, dulu aku di jodohkan dengan Rinja tapi lihatlah hasilnya, aku yang merasakan pahitnya, sekarang ayah juga menjodohkan ku dengan Anna? aku yang merasakan pahitnya bukan ayah. Kenapa ayah begitu egois? bisakah membuat ku bahagia dengan pilihan ku?" ucap Alva yang sangat kesal pada ayahnya.
"Anna lebih baik dari Qaisya!!" ucap arjana.
"Dari segi apa?" tanya Alva.
__ADS_1
"Dia wanita yang miskin, dia hanya anak jalanan!!" ucap Arjana.
"Itu dulu, sekarang dia sudah menjadi wanita yang kaya dan berpendidikan, ayah tau lukisan terindah dan termahal di negara ini siapa yang buat? yang pernah viral pada masanya, aku yakin ayah tau, dan lukisan itu di buat oleh tangan Qaisya sendiri. Jadi jangan pernah katakan Qaisya gadis yang miskin, dia sudah kaya sekarang." Ucap alva yang langsung pergi, ia malas berdebat dengan sang ayah.
Arjana pun hanya terdiam mendengar perkataan Alva, begitu pun dengan Anna, seperti dugaannya sepertinya Alva benar-benar mencintai Qaisya, bahkan ayahnya sendiri berani ia lawan demi Qaisya.
"Pak sudah lah, jangan jodohkan aku dengannya, aku yakin Qaisya pasti yang terbaik untuk Alva pak." Ucap Anna.
"Bagaimana dengan mu?" tanya Arjana.
"Tidak usah memikirkan ku pak, aku baik-baik saja." Ucap Anna tak ingin lagi berharap pada lelaki pujaannya itu. Arjana pun hanya diam, ia masih kurang terima jika bukan Anna yang menjadi menantunya, bagaimana pun ia sudah sangat senang akan kehadiran Anna di keluarga mereka.
________________
Alva merebahkan tubuhnya di atas ranjang, penyesalan mulai melandanya, ia menyesal telah melawan kata ayahnya, tapi apa mau buat ia tidak suka dengan tindakan ayahnya. Alva ingin yang terbaik untuknya dan juga untuk ayahnya, tapi ayahnya hanya ingin terbaik untuk dirinya sendiri.
Alva keluar dari kamar ingin ke dapur, ia di kejutkan lagi dengan Anna yang sedang lewat di depan kamar Alva.
"Kenapa kamu mau menjaga ayah ku?" tanya Alva tak sengaja bertemu Anna di sana.
"Ini permintaan pak Arjana mas." Ucap Anna.
"Kau mau tinggal di rumah orang yang penuh dengan lelaki, apa kamu yakin dengan keselamatan mu di sini?" tanya Alva.
"Demi pak Arjana mas." Ucapnya.
"Jangan jadi wanita yang bodoh, hanya ingin mendapatkan ku kau mau tinggal di mana pun, kau itu wanita, wanita itu adalah berlian, kamu yang di kejar bukan kamu yang mengejar, ingat lebih baik rasa cinta lelaki yang tinggi dari pada rasa cinta mu yang tinggi, perbaiki lagi cara berpikir mu." Ucap Alva yang langsung pergi dari sana.
Perkataan Alva sungguh membuat Anna terjatuh, kakinya mulai bergetar mendengar perkataan itu, apa dia sebodoh itu? mengejar seorang lelaki sampai ke rumah orang tersebut? memang betul yang di katakan Alva hanya ada dia wanita yang ada di sana, apa yang harus ia lakukan? bagaimana pun ia sangat mencintai Alva.
Terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
__ADS_1
Jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
Happy Reading