
Qaisya pun terpaksa menemui Alva, walaupun ia takut ia akan tetap menemui Alva di sana. Qaisya sudah sampai di tamba itu, hari ini taman itu tidak begitu ramai, ia duduk di kursi yang ada di sana. Jantung Qaisya berdetak lebih kencang dari biasanya, padahal ia belum menemui Alva tapi entah kenapa ia sangat takut sekali.
"Qaisya." Ucap seseorang, Qaisya pun langsung melihat ke arah sumber suara, Qaisya semakin deg-degan saat melihat sosok Alva sudah berada di sana. Alva pun langsung duduk di samping Qaisya.
"Sudah lama menunggu?" tanya Alva. Qaisya pun hanya menggeleng sambil menunduk, ia tak berani melihat ke arah Alva.
"Apa tadi kamu ada bertemu Rinja?" tanya Alva to the point. Qaisya pun langsung mengangguk pelan.
"Kenapa menunduk gitu sih?" tanya Alva heran, Qaisya menelan aslinya, ia pun memberanikan diri melihat ke arah Alva.
"Kakak pasti marah sama Qaisya kan?" ucap Qaisya dengan suara yang pelan.
"Marah? marah kenapa?" tanya Alva heran.
"Tadi qaisya bantuin kawan Qaisya berjualan koran, trus tiba-tiba Qaisya jumpa sama kak Rinja. Qaisya yakin pasti kak Rinja bakalan mengejek kakak kan." Ucap Qaisya menceritakan kejadian tadi pagi.
"Aku tak ada niat untuk memarahi mu, aku ke sini ingin bertanya apa kau baik-baik saja?" ucap alva dengan serius, entah kenapa sedari tadi Alva malah mengkhawatirkan Qaisya, ia yakin pasti Rinja mengejek atau bahkan menjelek-jelekkan Qaisya.
Qaisya menatap heran ke arah Alva, bagaimana bisa Alva tak marah sama sekali? ternyata sedari tadi qaisya telah berburuk sangka.
"Rinja ada mengejek mu?" tanya Alva menatap Qaisya.
"Dia mengatakan bahwa kak Alva terlalu bodoh mencari jodoh, dia bilang serela kak Alva sudah berubah drastis. Qaisya minta maaf ya gara-gara Qaisya nama kakak jadi jelek di hadapan kak Rinja." Ucap Qaisya yang masih merasa bersalah. Alva pun langsung tertawa renyah, mana mungkin Alva merasa malu dengan hal itu, apalagi di hadapan Rinja.
"Ayo." Ucap Alva tiba-tiba, ia langsung menarik tangan Qaisya dengan lembut, Qaisya pun kaget ia hanya mengikuti langkah kaki Alva. Alva menggenggam tangan Qaisya dengan erat, Qaisya hanya bisa menatapi tangannya yang tengah di pegang oleh Alva.
"Mau kemana kak?" tanya Qaisya sambil berjalan.
"Kamu ikut aja pokonya." Ucap Alva ingin menunjukkan sesuatu pada Qaisya. Alva pun memberhentikan taksi yang lewat, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil itu.
Tak lama kemudian mereka pun sampai, Qaisya tak tau di mana mereka berada karena memang Qaisya tak pernah ke sana.
"Ayo." Ucap Alva yang menarik tangan Qaisya lagi.
Qaisya kaget saat masuk ke dalam rumah yang sederhana itu, di sana penuh dengan anak-anak SMP bahkan ada juga yang seumuran dengannya.
"Kenapa kita ke sini?" tanya Qaisya lagi.
__ADS_1
"Di sini tempat les melukis, apa kamu ingin ikut les?" tanya Alva dengan serius.
"Jangan dulu kak, nenek pasti belum punya uang untuk membayarnya." Ucap Qaisya tak ingin merepotkan nenek dulu.
"Kamu sudah menemaniku beberapa hari yang lalu, kan sudah ku katakan pada mu gaji mu sangat banyak. Jadi kamu les ini ambil dari gaji mu." Ucap Alva tersenyum ke arah Qaisya. Qaisya hanya diam, ini termasuk kesempatan yang sangat berharga baginya, dari dulu ia ingin ikut les melukis tapi belum punya biaya.
"Jangan di tolak, ini hadiah untuk mu." Ucap alva dengan suara berbisik.
"Ya sudah, makasi banyak ya kak." Ucap Qaisya sambil tersenyum. Alva pun ikut tersenyum, ia sangat senang sekali bisa membantu Qaisya, Alva pun langsung mendaftarkan nama Qaisya, ia juga langsung membayar admistrasinya.
"Ayo pulang, besok kamu sudah mulai les ya." Ucap Alva, Qaisya pun langsung mengangguk.
"Bagiamana dengan pekerjaan ku?" tanya Qaisya sambil mereka berjalan.
"Kamu kerja paruh waktu, apa kamu sanggup?" tanya Alva. Qaisya pun langsung mengangguk.
"Ini alamat restoran ku, datang saja besok ke sana kalau kamu tidak capek." Ucap Alva memberikan alamat restorannya. Qaisya pun langsung menerimanya.
Mereka kembali lagi ke dalam taksi, Qaisya menatap sekilas ke arah Alva yang ada di sampingnya, ia tak menyangka bisa bertemu dengan Alva yang begitu tampan dan kaya raya, bahkan Alva selalu saja membantunya.
"Kita mau kemana lagi?" tanya Qaisya melihat ke arah Alva.
"Jalan-jalan, aku lapar." Ucap Alva kelaparan.
_________________________
Taman dan lagi-lagi taman, Alva sangat suka dengan taman begitu pun Qaisya. Mereka turun dari taksi itu, Alva belum melepaskan tangan Qaisya.
"Mau beli apa?" tanya Alva. Qaisya langsung melihat ke arah sekitar, hanya ada jajanan jalanan di sana.
"Emang kakak mau makan makanan pinggir jalan?" tanya Qaisya tak yakin.
"Lah memang kenapa kalau aku makan makanan jalanan?" tanya Alva heran lagi.
"Kakak kan orang kaya, mungkin tak suka jajan di sini." Tebak Qaisya. Alva pun hanya terkekeh saja, ia pun langsung mengajak Qaisya ke tempat orang jualan di sana.
Alva banyak memesan telur gulung dan bakso goreng, Qaisya pun meminta sama saja pesanan dengan alva.
__ADS_1
Mereka duduk di bawah pohon yang rindang, hanya ada mereka berdua di sana, Alva dan Qaisya pun makan dengan lahap di sana.
"Hmmmm. . . lezat sekali." Ucap Alva setelah menghabiskan makanannya. Qaisya pun hanya mengangguk dan tersenyum, ia juga Kenyang setelah makan yang banyak.
"Qaisya suka taman?" tanya Alva.
"Suka kak, aku suka sesuatu yang berhubungan dengan alam." Ucap Qaisya.
"Hmmmmm. . . apa kamu juga suka melukis tentang alam?" tanya Alva lagi.
"Iya kak, aku sangat suka melukis alam." Ucapnya , Alva pun hanya mengangguk saja.
"Loh. . . Qaisya?" ucap seseorang yang membuat Alva dan Qaisya langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Eh Bagas." Ucap Qaisya dengan senyuman.
Bagas langsung menatap tajam ke arah Alva, entah kenapa ia tak suka melihat Alva bersama Qaisya saat itu.
"Qaisya kenapa kamu tidak pernah kerja lagi?" tanya Bagas basa-basi.
"Oh aku sudah rasain, aku sudah ada pekerjaan lain." Ucap Qaisya menjawab dengan santai.
"Oh gitu, aku pamit dulu ya." Ucap Bagas yang langsung pergi, ia hanya lewat tak menyangka ia bertemu Qaisya dan Alva di sana.
"Siapa dia?" tanya Alva setelah Bagas pergi.
"Dia teman aku kerja di cafe dulu kak." Ucap Qaisya.
"Apa dia pacar mu?" tanya Alva lagi.
"Lah. . . ya enggak dong kak." Ucap Qaisya menatap heran ke arah Alva.
Terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
Jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
Happy Reading
__ADS_1