Bocil Kontrak

Bocil Kontrak
Bab 34 : Rinja di ejek


__ADS_3

Malam itu Qaisya pergi ke cafe dulu tempat ia bekerja, ia ingin berjumpa Celine di sana, sudah lama ia tak bertemu sahabatnya itu.


"Celine." Sapa Qaisya senang.


"Qaisya. . . aaaa janger banget." Ucap Celine yang langsung memeluk Qaisya, setelah berpelukan Qaisya dan Celine pun langsung duduk di meja kasir. Sudah sangat lama sekali mereka tak berjumpa karena sudah memiliki kesibukan masing-masing. Walaupun mereka sibuk, mereka selalu menyempatkan diri untuk menghubungi satu sama lain lewat ponsel. Apalagi Qaisya mempunyai ponsel sendiri dengan mudah ia selalu video call dengan Celine.


"Jadi gimana, kamu mau kerja lagi?" tanya Celine, jelas Celine sudah tau semuanya, karena Qaisya sering curhat padanya.


"Aku gak tau ni, malah tadi nenek nawarin aku buat kuliah." Ucap Qaisya sedang di Landa kebingungan.


"Nah. . . bagus itu, gimana kalau kamu kuliah aja." Ucap Celine setuju akan ide nenek.


"Aku belum bisa pasti in juga." Ucap Qaisya. Lama mereka berbincang di sana, bahkan Bagas pun ikut nibrung bareng mereka, mereka tertawa bersama karena sudah lama tak berkumpul seperti ini, andai Qaisya masih bekerja di sana mungkin pertemanan mereka akan tambah seru.


Pukul 10 malam Qaisya pun pulang bersama Celine, ia di antar oleh Celine dengan mengendarai motornya.


_____________________


Akibat tak bekerja lagi, setelah pulang les Qaisya bermain di bawah pohon dekat jalanan, anak-anak di sana sedang sibuk bekerja, Qaisya hanya sendiri termenung di bawah pohon.


Qaisya masih saja memikirkan Alva, kemana Alva? di mana ia harus menemukan Alva? kenapa Alva pergi tanpa pamit? apakah ada yang kurang dari Qaisya hingga membuatnya pergi begitu saja? banyak pertanyaan yang muncul di pikiran Qaisya, bahkan pertanyaan itu tidak bisa di jawab oleh siapa pun.


"Kamu Qaisya?" ucap seseorang membuat Qaisya berhenti melamun, ia langsung melihat ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Iya ada apa?" tanya Qaisya.


"Tumben kamu gak jualan koran." Ucap wanita itu dengan ekspresi mengejek Qaisya. Qaisya hanya diam, ia malas meladeni orang yang gak jelas seperti Rinja.


"Kemana Alva? kenapa kamu menyembunyikan Alva hah?" ucap rumah tiba-tiba, sontak pertanyaan itu pun membuat Qaisya terkejut.


"Maksudnya?" tanya Qaisya heran.


"Heh cewek murahan, aku tau kamu orang miskin tapi bisa gak sih cari uang makan itu dengan cara yang halal, ngapain kamu sembunyikan Alva dari aku." Ucap Rinja yang memang tak suka pada Qaisya. Qaisya pun langsung berdiri dari duduknya, ia berhadapan dengan Rinja saat ini.


"Apa maksud mu, berbicara dengan kata uang yang halal. Sekarang aku tanya padamu kenapa kau mencari Alva?" tanya Qaisya sedikit emosi.


"Karena kamu menyembunyikan Alva dari ku, kau menjauhkan dia dari ku, dasar cewe kotor." Ucap Rinja. Emosi Qaisya pun mulai naik, ia sangat kesal melihat wanita tak tau diri yang ada di hadapannya.


"Sekarang bisa di lihat kan siapa yang murahan, padahal Alva sudah memiliki pacar yaitu aku, trus ngapain kamu cari dia? mau mengatal kah? kau katakan aku murahan tanpa berkaca terlebih dahulu, percuma cantik dan bergaya bersih tapi hobinya cari ini pacar ku, hahahahah besok-besok kamu berkaca dulu sana." Ucap Qaisya meluapkan emosi, jelas Rinja ikutan emosi, padahal dia duluan lah yang memancing emosi Qaisya.


"Itu dulu, sekarang dia pacar ku, lagian juga kamu kan sudah nikah, ngapain kamu gangguin pacar aku? urus saja suami mu sana." Ucap Qaisya yang tak tau masalah Qaisya dan Farid sama sekali.


"Sialan lo." Ucap Rinja yang langsung mendorong Qaisya hingga terjadi.


Beberapa anak jalanan yang melihat itu dari jauh pun, sontak membuat mereka kaget saat Qaisya di dorong hingga terjatuh, beberapa orang dari mereka langsung berlari ke arah Qaisya.


"Kak, kakak kenapa?" ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Kenapa kamu mendorong kak Qaisya hah?" ucap salah satu dari mereka marah.


"Heh anak-anak kotor, kalian gak usah ikut campur urusan orang tua ya." Ucap Rinja dengan suara yang tinggi.


"Oh gitu, rupanya kamu sudah tua ya hahhahahah orang tua .. . . . orang tua." Ejek salah satu anak itu sambil tertawa, jelas hal itu pun membuat Anka yang lain juga mengejek Rinja.


"Hahahhah orang tua. . . . orang tua. . . " ucap mereka sambil tertawa, jelas hal itu membuat Rinja semakin kesal, bahkan anak-anak itu sudah semakin banyak di sana.


Bak. . . . !!!!!!


Salah satu anak di situ melemparkan tanah ke baju Rinja, ia pun langsung terkejut.


"Nah kan sudah kotor baju orang tua hahahhah." Mereka masih mengejek Rinja, bahkan kini anak yang lain ikutan melempar tanah ke baju Rinja.


"Ih . . . kalian ini apa-apaan sih, baju aku harganya mahal!!!" rinja marah, bukannya takut malah anak-anak itu semakin mengejek Rinja. Karena kesal, Rinja pun langsung lari dari tempat itu, bajunya sudah kotor akibat anak-anak itu, mereka tertawa lepas saat Rinja melarikan diri dari sana. Qaisya yang sedari tadi hanya menonton pun ikutan tertawa melihat Rinja di buli oleh anak jalanan.


"Hahahhah makasi ya buat kalian." Ucap Qaisya tersenyum.


"Sama-sama kak, tidak akan ada yang bisa menyentuh kak Rinja dengan tangan kasar." Ucap salah satu dari mereka, jelas Qaisya sangat senang mendengarnya, walaupun ia tak memiliki sosok ayah, tapi ia di lindungi oleh para anak lelaki yang ada di jalanan, setelah itu Qaisya mengajak mereka makan bersama di sana, yang jelas Qaisya selalu mentraktir mereka. Mereka sudah bagian dari keluarga Qaisya, setelah makan bersama, ada beberapa orang pun yang ingin belajar, dengan senang hati Qaisya akan membantu mereka belajar, Qaisya sangat senang beberapa di antara mereka sudah ada yang pandai membaca dan menghitung, jelas hal itu membuat Qaisya bahagia dan bangga kepada mereka yang tak pernah putus asa dalam belajar.


Ya, terkadang kita banyak mengeluh tanpa melihat orang yang ada di sekitar kita, terkadang juga kita merasa orang yang paling sedih dan miskin tanpa melihat lagi keadaan yang ada di sekitar kita, masih banyak orang yang mau belajar tapi tak punya biaya, akan kah kita sekarang menyia-nyiakan pemberian orang tua kita? dalam menuntut ilmu memang terasa akan lelah dan letih, tapi bukan berarti kita harus menyerah begitu saja, ketika rasa ingin nyerah itu datang cobalah lihat orang yang di sekitar kita, mungkin ada yang masih seperti anak jalanan ini yang tak sanggup membiayai diri untuk sekolah, tetaplah bersyukur jangan merasa kita orang yang paling susah dalam biaya pendidikan.


Terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗

__ADS_1


Jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴


Happy Reading


__ADS_2