Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 21: Hal-hal Tidak Terduga


__ADS_3

Di ujung jalanan yang cukup sepi itu, Alex mengambil obat dari saku nya hendak untuk meminumnya.


Namun dirinya lupa jika dirinya tidak memiliki air untuk meminum obat ini.


Tepat ketika dirinya binggung, hotel sebuah uluran tangan.


"Apakah kamu membutuhkan ini?"


Itu adalah suara yang sangat Alex kenal, Alex carla mengangkat kepalanya dan mulai menatap orang yang memberinya air minum itu.


"Nona Natasya...."


"Alex, aku minta maaf soal apa yang aku katakan tadi, aku hanya sedang emosi dan tidak memiliki pikiran yang jernih. Kamu jangan lagi pergi seperti ini, kamu benar-benar membuatku khawatir,"


"Tapi... Ini semua adalah salahku...."


Natasya lalu segera menggelengkan kepalanya.


Ya sebelumnya dirinya juga sudah banyak memikirkan soal hal ini.


Jika dirinya memikirkan lebih dalam hal ini jelas hanya buatan musuh-musuhnya, yang memang sengaja ingin mencemarkan nama baiknya, bahkan jika dirinya tidak bersama Alex mungkin saja dirinya bertemu dengan pria rendam yang akan dibuat untuk menjebak dirinya.


Musuhnya ini selain juga mengincar nyawanya sepertinya demi ya sekali untuk menjatuhkan harga diri dan nama baiknya di hadapan publik.


Alex lainnya kebetulan saja berada di sana dalam situasi yang tidak tepat sehingga dia menjadi bahan yang pas untuk menjebak nya.


Natasya menjadi sadar bahwa pria itu mungkin benar-benar tidak tahu apa-apa dan ketika dituduh seperti ini jelas dia akan merasa bersalah.


Memikirkan kata-kata ke jambi yang barusan dirinya katakan itu pada Alex, Natasya jadi merasa bersalah.


Dirinya segera kekamar Alex untuk mencari orang itu namun dirinya tidak bisa menemukannya.


Mikirkan bahwa Alex pergi, membuat Natasya menjadi takut.


Ini tidak bisa...


Tidak mungkin bukan Alex meninggalkan dirinya?


Dengan penuh rasa panik, Natasya lalu segera mencoba mencari Alex.


Namun dirinya juga tidak tahu bagaimana cara mencari pria itu.


Jadi dirinya mulai memeriksa kamera CCTV yang ada di rumah, coba pencari jejak ke mana pria itu pergi.


Untungnya ada rekaman di mana Alex keluar dari gerbang Rumah dan berjalan kaki di jalanan.


Melihat Alex yang hanya jalan Kaki itu, harusnya dia tidak pergi terlalu jauh apalagi belum sampai satu jam sejak pertengkaran mereka.


Natasya kera mengambil mobil dan mulai mengikuti jalanan yang kira-kira dituju oleh Alex.


Dan disanalah dirinya bertemu Alex yang memakan memegagi kepalanya, terlihat hendak meminum obatnya, dan Natasya sikap langsung mengambil air minum yang ada di mobil dan menghampiri Alex.


Dirinya merasa sangat lega bisa melihat Alex lagi.


Natasya juga tidak akan pernah mengira jika ternyata sosok Alex sangat berarti dalam hidupnya.

__ADS_1


Ya, dirinya tidak bisa melihat pria itu pergi meninggalkannya seperti ini.


"Alex? Kamu dengar Aku? Ini semua bukan salahmu, aku memang memiliki banyak musuh dan tidak hati-hati hanya itu kamu jangan terlalu menyalahkan dirimu,"


"Tapi ini benar-benar salahku, Aku hanya menjadi beban untukmu," kata Alex dengan nada penuh kesedihan.


Natasya yang melihat bagaimana Alex menjadi cukup putus asa dan merasa bersalah itu segera memegang wajah Alex dengan kedua tangannya, meminta pria itu untuk menatapnya.


Sekarang keduanya bertatapan.


"Alex kamu lihat mataku, aku bilang itu bukan salahmu,"


Alex lihat masih mencoba mengalihkan pandangannya, namun Natasya mencegahnya.


Lalu Natasya perlahan mendekatkan wajahnya, lalu mencium bibir Alex dengan cepat, tuhannya ciuman kurang dari 2 detik.


"Baik jika kamu bilang begitu, sebelumnya adalah salahmu, dan sekarang ini adalah salahku, kita berdua impas," kata Natasya lalu mulai melepaskan tangannya dari wajah Alex.


Natasya sendiri juga tidak mengerti dengan tindakannya.


Mungkin juga terlalu terbawa suasana.


Hanya saja, menatap wajah sedih itu, dirinya merasa tidak tega.


Huh....


Dari sini dirinya sudah sudah tidak tahu, harus memiliki hubungan macam apa dengan Alex.


Namun Alex masih kehilangan ingatannya....


Tidak mengerti dengan hal yang tiba-tiba itu.


Ini begitu mengejutkan sampai-sampai membuat jantungnya hampir copot.


"Nona Natasya...."


Namun Natasya udah memalingkan wajahnya yang saat ini menjadi merah karena malu.


"Su... Sudahlah... Kita tidak perlu membahas ini lagi, hanya melakukannya karena hal-hal ini menyenangkan, Aku tahu kamu bingung, tapi saat ini kamu masih tidak memiliki ingatan tentang masalalumu, aku hanya tidak ingin kamu membuat langkah yang salah sehingga itu membuat kamu menyesal begitu pula dengan ku,"


Mendengar kata-kata itu Alex juga mengerti apa maksudnya.


Akan lebih baik, jika mereka tetap menjaga jarak untuk saat ini, dan jangan terlalu terbawa suasana.


Alex masih tidak mengerti apa maksudnya, tapi...


"Aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan..."


"Alex, yang jelas kamu tidak boleh meninggalkanku tanpa berbicara apapun, kamu harus berjanji padaku oke? Jangan pernah pergi seperti ini,"


Natasya kembali menatap ke arah Bodyguardnya itu.


"Ya, aku berjanji tidak akan pergi seperti ini lagi. Namun, hal-hal soal Reputasi Nona...."


Natasya lalu mulai menutup matanya,

__ADS_1


"Hah, apakah itu sekarang penting untuk dibicarakan? karena sudah seperti ini biarkan saja mereka menilai apa yang ingin mereka pikirkan,"


"Tapi Nona, ini tidak baik untuk reputasi mu,"


Natasya dian sebentar lalu segera menghela nafas dan berkata,


"Reputasi apa? Keluarga Scarlett memiliki Aibnya sendiri-sendiri, seperti bagaimana Ayahku memuki Selingkuhan, dan bagaimana skandal dari Keluarga Ibu Tiriku, tidak ada yang baik di antara mereka, yang paling penting aku akan membuktikan bahwa aku berguna untuk Perusahaan, jadi aku tetap bisa menjadi Pemimpin Perusahaan dimasa depan,"


Alex menatap Natasya dengan ekspresi kaget.


"Jadi... Ini benar-benar tidak apa-apa?"


"Ya, yang paling penting sekarang adalah membuat orang-orang di perusahaan melihat bagaimana aku bersinar dan aku layak menjadi seorang Pemimpin, apakah soal sedikit reputasi buruk, itu bisa diurus nanti. Lagipula di dunia ini siapa yang tidak memiliki hal-hal buruk yang dirinya simpan? Semua memilikinya,"


Mendengar kata-kata penuh percaya diri itu, Alex lalu mulai tertawa,


"Nona selalu sangat hebat, Aku mendoakan agar kamu di masa depan bisa mewarisi Perusahaan Scarlett Grup, menjadi CEO yang hebat yang bisa memajukan Perusahaan,"


Natasya lalu tersenyum, dan berkata,


"Ya, terimakasih banyak,"


Setelahnya, Natasya lalu mengajak Alex untuk masuk ke dalam mobil.


Begitu Alex sampai di mobil, Alex mulai teringat sesuatu soal hal-hal yang barusan dirinya temui.


Seorang gadis sebelumnya, yang sepertinya mengenali dirinya sebagai Alexander Smith.


Dan sebenarnya, siapa gadis itu?


Kenapa dirinya memiliki perasaan familir ketika melihat wajah gadis itu?


Apa hubungan antara mereka berdua?


Ketika mengingat dan memikirkan semua ini, Alex menjadi sedikit pesimis.


Dan lagi, apakah perlu untuk dirinya perlu menceritakan ini kepada Nonanya?


Tidak dirinya rasa untuk saat ini belum layak diceritakan.


Dirinya akan mencoba menyelidiki ini dulu.


Soal masalalunya yang hilang...


Walaupun dirinya memiliki ketakutan soal ingatan dan jati dirinya, namun bukan berarti dirinya menyerah untuk mendapatkan kembali ingatan nya di masa lalu.


Sama seperti Nona Natasya yang begitu hebat, bahkan setelah hal-hal yang dialaminya dia selalu tetap optimis dan terus melangkah ke depan untuk mencapai impian dan target yang dia inginkan.


Semakin kesini, Alex menjadi semakin mengagumi Nona Natasya.


Ya, jika Nona Natasya bisa sehebat ini, bagaimana tidak hatinya ini jatuh padanya?


Namun untuk saat ini dirinya akan menyimpan dulu perasaannya ini, sampai hari dimana ingatan nya kembali....


Dirinya hanya bisa berharap agar perasaannya ini tidak berubah...

__ADS_1


Jika cinta ini tidak salah...


__ADS_2