Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 37: Kenangan Masalalu


__ADS_3

Malam itu setelah Alex keluar dari Rumah Keluarga Scarlett, dirinya segera menelepon Ayahnya untuk meminta seseorang untuk menjemputnya.


Sebelumnya, Alex memang sudah bilang akan pulang ke rumah malam ini namun dirinya memang belum memberitahu kapan pastinya, dan sekarang baru menelepon.


'Baik Alex, Ayah sudah menyuruh bawahan Ayah yang bisa di percaya untuk menjemputmu malam ini, kamu sementara pergi dulu ke rumah lama kita, besok pagi, baru kamu kembali ke Rumah kita tinggal sekarang.


"Rumah Lama?"


'Ya, Rumah di mana saat kamu kecil tinggal. Kamu mungkin akan teringat sesuatu jika kamu berada disana,'


"Baik Papa,"


'Ingat, kamu jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat sesuatu takut takut itu malah membuat efek buruk pada dirimu,'


"Tidak masalah, Aku sudah meminum obat dari dokter secara teratur seharusnya sekarang ingatanku bisa kembali pulih perlahan-lahan tanpa kepalaku begitu sakit seperti sebelumnya,'


"Ya, Papa benar-benar tidak sabar untuk menunggumu kembali. Mamamu, adik-adikmu, pasti juga akan senang melihat kamu ternyata masih hidup dan saat ini baik-baik saja, ya walaupun kamu masih sedikit kehilangan ingatanmu,'


"Ya, aku juga sangat segera ingin bertemu dengan mereka aku benar-benar merindukan mereka,"


Dan begitulah telepon itu akhirnya di tutup, tidak beberapa lama mobil yang menjemput Alex segera datang.


Dari sana, Alex lalu diturunkan di sebuah Rumah yang cukup sederhana, ini tidak terlalu kecil namun juga tidak terlalu mewah, walaupun ini tidak mewah namun entah kenapa ketika menatap ke rumah ini memang terkesan ada suasana familiar disana.


Seberapa kenangan dan ingatan perlahan-lahan muncul.


Dirinya tinggal di Rumah ini sampai dirinya memasuki Sekolah Menengahnya, karena adik-adiknya sudah cukup besar dan mereka berdua menginginkan kamar sendiri sendiri, itulah kenapa keluarga mereka mulai pindah ke Rumah yang sekarang mereka tempati.


Namun tetap saja tempat ini memiliki begitu banyak kenangan, semok Alex memasuki rumah ini, semakin banyak kenangan muncul soal masalalunya.


Namun, saat ini Alex merasa cukup lelah, dan memutuskan untuk segera pergi ke salah satu kamar yang ada di sana, ya Alex ingat dimana kamarnya ketika here dirumah ini.


Tidak banyak berubah soal Rumah ini, dan sepertinya rumah ini juga terawat dengan baik.

__ADS_1


Alex lalu segera tertidur lelap malam itu.


####


Pagi itu, di Rumah Keluarga Smith, Emelin terbangun dari tidurnya masih memiliki perasaan yang sangat sedih.


Antony kebetulan sudah bangun lebih dulu segera membawakan segelas susu, Antony meletakkan susu dimeja, dan segera mencium lembut bibir Emelin.


"Selamat pagi sayang,"


Emelin menatap suaminya yang tersenyum itu dengan ekspresi heran.


"Sebenarnya ada apa denganmu kenapa kamu tiba-tiba aneh?"


"Hari ini aku memiliki sebuah kejutan untukmu,"


"Sebuah kejutan apa? Apakah kamu tidak tahu umur? Kita sudah tua seperti ini, masih saja kamu melakukan hal-hal semacam itu,"


"Aku... Aku hanya masih kepikiran soal Alex... Aku teringat disaat itu masih menjadi begitu kecil, kelucuan dan kebaikan hatinya padaku membuat hatiku hangat, membuat Aku merasa sangat berharga..."


"Ya, Aku tahu. Jadi mari kita segera turun ke bawah dulu,"


"Kamu aneh,"


Namun Emelin masih menurut, dan turun kebawah bersama dengan Antony.


Dan ternyata ketika Emelin sampai di bawah dia melihat seseorang yang tidak pernah dirinya kira berada di sana.


Putranya Alexander Smith yang saat ini sedang mengobrol dengan kedua adiknya.


"Alex? Ini benar, Alex Putra Mama?"


Alex yang merasa dipanggil itu segera menatap kearah Mamanya, lalu segera berlari dan memeluknya.

__ADS_1


"Ya, ini Aku Alex Putera Mama, Maaf tidak bisa menepati janji sebelumnya ketika aku akan pulang lebih awal... Maaf telah membuat Maka khawatir,"


Emelin mulai menangis terharu sambil memeluk putranya itu masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Putranya Alex ternyata masih hidup.


Antony menatap sepasang ibu dan anak yang saling berpelukan itu dirinya juga merasa senang akhirnya keluarga kecil mereka lengkap, Alex Putranya sudah kembali kepada mereka.


Setelah reuni singkat itu, Alex hanya menceritakan sedikit tentang bagaimana dia ditolong seseorang setelah kecelakaan itu, dia tidak menceritakan tentang seseorang yang mencelakakan nya, hanya cerita bagaimana saat ini dirinya masih kehilangan sebagian dari ingatan nya.


Sebelumnya, Julio dan Alena yang tahu lebih dulu soal cerita itu mulai mengambilkan album foto lama, mungkin ingatan Alex kembali setelah melihat foto-foto lama mereka.


Saat ini, setelah berbicara dengan Mamanya setelah melepas kerinduan, Alex kembali menatap foto-foto itu satu demi satu.


Sampai kemudian, foto itu berhenti disalah satu foto yang sepertinya fotonya ketika lulus dari universitas.


Disana ada foto Alex bersama dengan seorang gadis tertentu yang memiliki wajah cukup familiar.


"Siapa gadis ini, Julio?"


Sang adik yang ditanya itu lalu sedikit tertawa dan mulai berbisik arahnya,


"Ini Emma, seseorang yang Kakak bilang, Kakak sukai, kalian sudah berteman cukup lama, Kakak sangat menyukai Kak Emma, apakah Kakak tidak ingat?"


Mendengar soal itu, Alex menjadi terdiam.


Ini Emma, gadis yang sebelumnya dirinya temui...


Dirinya selalu penasaran tentang siapakah gadis sebenarnya...


Gadis yang dirinya suka?


Jadi di masa lalu dirinya memiliki sesuatu seperti itu....


Perasaan Alex ketika memikirkan ini.

__ADS_1


__ADS_2