Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 46: Seandainya


__ADS_3

Hari-hari sekali lagi berlalu dengan cepat.


Pagi itu, ketika Alex dan Keluarganya sedang sarapan, Mama Alex, Emelin tiba-tiba memiliki permintaan pada Putranya itu.


"Alex, Apakah kamu ingin menuruti permintaan Mama?"


"Apa yang Mama minta? Jika Alex bisa, Alex akan melakukan semua permintaan Mama,"


Mendengar jawaban dari Putranya yang tanpa keraguan itu, Emelin segera menyerahkan sebuah kartu nama.


Alex menatap kartu nama itu dengan ekspresi binggung.


Disana ada sebuah nama.


Serena Wills


"Huh? Kartu Nama siapa ini, Mama?"


"Seseorang yang nanti akan Mama perkenalkan padamu,"


Alex jelas merasa terkejut ketika Mamanya berbicara seperti itu.


"Memperkenalkan apa?"


"Alex, ini adalah salah satu Putri dari Teman Mama, Yahh... Mungkin saja kalian berjodoh,"


"Mama ingin menjodohkanku?"


"Hanya, kamu suka saja berkenalan dengannya..."


Alex mendengar itu, jelas langsung menolak dengan keras.


"Mama, Alex tidak ingin di jodoh-jodohkan segala!"


"Alex, kamu tidak bisa seperti itu. Mama dan Papamu, dulu juga mengikuti sebuah perjodohan, Awalnya kami tidak saling mencintai, namun melihat sekarang kami berdua memiki hubungan baik dan saling jatuh cinta, hingga sekarang bahagia seperti ini,"


"Namun, Alex berbeda dengan kalian berdua,"


"Alex, dengarkan permintaan Mamamu ini. Aku tahu, kamu masih sedih, namun Mama hanya ingin membuat kamu Move On dari sakit hatimu itu,"


"Sakit hati apa? Aku tidak seperti itu,"


"Kak Alex, tidak perlu berbohong, kami seluruh keluarga juga tahu bagaimana Kakak terlihat aneh dan seperti orang depresi belakangan ini laut wajah Kakak tidak bersemangat dan selalu sedih," kata Alena menambahkan, dan di setujui oleh Julio yang duduk disana.


Mendengar itu, Alex jelas terkejut.


Astaga, apakah karena Emma sebelumnya memperkenalkan kekasihnya lalu semua orang di keluarganya mengira dirinya sedang patah hati dan depresi karena gadis itu?


Ya, soalnya dirinya memang sedih tentang hal itu namun sekarang tidak lagi, dirinya sedih karena memikirkan hubungan antara dirinya dan Natasya yang buruk.


"Ini tidak seperti yang kalian kira aku tidak patah hati,"


"Alex, kamu jangan menyembunyikan sesuatu dari Mama," bujuk Emelin lagi.


"Tapi aku benar-benar tidak patah hati atau dicampakkan seperti yang kalian semua kira,"


Emelin lalu mulai menghilang nafas dengan sedikit kecewa.


"Hah, baiklah-baiklah jika kamu tetap berkata begitu. Namun setidaknya kamu harus datang ke acara nanti, kamu tahu, Mama udah membuat janji dengan teman Mama, setidaknya kamu datang untuk memberikan wajah pada Mama,"

__ADS_1


Alex lihat ekspresi dari Mamanya itu yang sedih.


Hah, akhirnya Alex mengalah dan membuat keputusan,


"Baik, baik. Aku akan datang sesuai permintaan Mama, bangun aku tidak berjanji jika aku akan memiliki hubungan panjang dengannya,"


"Kamu tidak perlu terlalu buru-buru, bisa dimulai dari pertemanan? Ini adalah sebuah hal bagus," kata Emelin dengan ekpersi ceria.


Alex tanya bisa sedikit tersenyum mendengar Mamanya itu, karena saat ini dirinya juga tidak ingin memikirkan hal-hal semacam itu.


Memikirkan Natasya saja, sudah menguras hati dan pikirannya...


####


Sore itu, Alex sudah pulang ke rumah lebih awal dari biasanya, karena permintaan Mamanya.


Ya, karena rencananya akan ada makan malam antara Mamanya dan dirinya, dengan Teman Mamanya dan Putrinya.


Karena ini adalah permintaan orang tua dirinya dengan benar-benar tidak memiliki pilihan.


Jadi Alex di permintaan namanya itu dan sekarang bahkan pulang lebih awal.


Namun Mamanya ini lihat sangat heboh sore ini.


Bahkan sampai masuk ke kamarnya, dan bersiap memilihkan baju yang akan dirinya pakai.


Emelin sekarang melihat-lihat pakaian di Almari Alex.


"Astaga, Ma. Mama tidak perlu seperti itu sampai memilihkan baju untukku segala," kata Alex yang baru pulang itu.


Mendengar keluhan Putranya itu, Emelin sedikit cemberut lalu berkata,


"Kamu tidak bisa begitu, kamu itu kalau memilih baju suka asal-asalan, apalagi kamu suka memakai warna gelap, seperti hitam, seperti mau ke kantor saja, Mama akan memilihkanmu Baju yang bagus dan cukup cerah, agar kamu terlihat semakin Tampan malam ini,"


Emelin tidak peduli dengan perkataan Putranya itu, lalu mulai mengambil beberapa baju di almari Alex.


Ada beberapa baju dengan warna cerah yang menarik perhatian Emelin.


Salah satunya adalah set berwarna biru muda.


Emelin mengambil baju itu, dan memasangkannya pada Alex kemudian bertanya,


"Owh? Tumben kamu memiliki baju berwarna cerah seperti ini? Baju ini benar-benar terlihat sangat bagus untukmu, kamu terlihat semakin Tampan dengan ini,"


Lalu Emelin mengambilkan baju Set yang satunya lagi.


"Wah, baju ini juga sangat cocok untukmu, jelas kamu terlihat Tampan jika memakainya. Mama belum pernah melihat kamu memakai baju-baju ini, kapan kamu membelinya?"


Alex lalu mulai menatap baju-baju yang Mamanya bawa itu.


Ah, Alex jadi teringat jika baju-baju itt adalah sesuatu yang Natasya belikan untuknya.


Nonanya itu benar-benar sangat suka berbelanja dan memilih baju untuk dirinya, Set itu adalah salah satunya.


"Yahh... Hadiah dari seseorang,"


"Ah, begitu. Tapi ini benar-benar sangat serasi untuk kamu pakai, Astaga model-model ini sangat keren, benar-benar cocok untuk Putraku, yang memilihnya benar-benar cukup punya selera yang hebat,"


Alex hanya tertawa ketika mendengar itu, Alex sudah ingat bagaimana Mamanya juga sangat suka berbelanja, ketika dirinya di minta menemani Mamanya belanja, Mamanya juga akan membelikan dan memilihkan beberapa baju untuknya, suka menyuruhnya mencoba baju ini dan itu.

__ADS_1


Hampir mirip seperti Nona Natasya itu saat berbelanja dengannya.


Alex mulai membayangkan jika mereka berdua itu pergi berbelanja bersama dan kemudian memilihkan baju untuk dirinya, berapa banyak baju yang akan mereka ambil untuk dirinya coba?


Lalu mereka akan berdebat tentang baju mana yang cocok untuknya, apakah Set A atau Set B, namun pada akhirnya mereka berdua akan memutuskan untuk membeli semuanya.


Lalu bilang hal-hal semacam ini,


'Alex, kamu memakai baju apa saja terlihat sangat Tampan!'


Itu adalah adegan yang harmonis jika Alex memikirkannya.


Sial.


Alex merasa aneh kenapa bisa memikirkan adegan macam itu dengan Mamanya dan Natasya?


Saat ini mereka tidak berada dalam situasi akrab seperti itu.


Hanya seandainya saja....


Ya, dirinya pernah berjanji untuk membawa Natasya kerumahnya dan memperkenalkannya pada Mamanya kan?


Tiba-tiba wajah Alex berubah menjadi sedikit memerah ketika memikirkan itu.


Astaga....


Bukankah hal semacam itu jadi terlihat dirinya ingin memperkenalkan Kekasihnya pada Keluarganya?


Semacam lamaran!


Ah...


Dirinya merasa malu sempat berbicara omong kosong seperti itu, bahkan bilang agar Nona Natasya mengagap Mamanya seperti Ibu Nona Natasya sendiri...


Ah...


Itu benar-benar mirip seperti semacam lamaran!!


"Hey, Alex? Kenapa kamu tiba-tiba melamun?"


Mendengar suara Mamanya itu, Alex segera sadar dari lamunannya.


"Tidak apa-apa. Baiklah Aku akan memakai Baju yang ini saja, ini cukup bagus," kata Alex sambil mengambil Set baju berwarna biru muda itu dari Mamanya.


"Ya, ini bagus, sana kamu buruan mandi dan bersiap-siap,"


"Iya, iya Mama. Mama tidak perlu terlalu ribut-ribut,"


Emelin lalu keluar dari sana, dan Alex segera kekamar mandi, membawa Set baju yang Mamanya pilihkan, yang juga Set yang Natasya pilihkan.


Menatap baju itu, perasaan Alex menjadi rumit, dirinya benar-benar merindukan Nona Natasya, namun Nona Natasya tidak ingin bertemu dengannya...


Dirinya harus bagaimana?


Ah benar, soal kejadian yang menimpa Nona Natasya ini...


Lagunya melihat saat itu ada mesin besar yang menyengol tumpukan besi, jangan bilang hal-hal itu disengaja untuk mencelakakan Nona Natasya?


Sebelumnya hal-hal seperti itu, memang pernah terjadi, orang-orang niat untuk mencelakakan Nona Natasya...

__ADS_1


Dirinya rasa, hidungnya akan menyelidiki hal ini dan akan tetap memantul Nona Natasya agar dia tetap baik-baik saja.


Tidak apa-apa juga sekarang Nonanya itu marah padanya, yang paling penting adalah dirinya tetap bisa melihat Nona Natasya baik-baik saja, dan tersemyum, ini sudah lebih dari cukup.


__ADS_2