
Alex yang mencoba mengingat kembali kenangan nya, sekarang memegangi kepalanya yang kesakitan itu.
"Alex? Kamu Kenapa?" Kata gadis itu lihat perhatian sambil mencoba membatu Alex agar tidak kehilangan keseimbangan nya.
Namun jelas, Alex lansung mencoba mundur ke belakang, menepis tangan gadis itu.
"Alex, kamu itu sebenarnya kenapa?"
Kepala Alex masih sangat pusing, karena perlahan-lahan beberapa ingatan muncul.
"Tolong.... Tolong rahasiakan ini dari siapapun...."
Itu adalah kata-kata terakhir sebelum Alex mulai kehilangan kesadaran nya.
Emma melihat Alex itu pingsan tentu saja menjadi panik lalu langsung segera berteriak minta tolong kepada suster untuk segera membawanya ke UGD.
Sebelumnya, Emma juga melihat sebuah kertas yang dipegang oleh Alex.
"Ini... Bukankah surat Periksa? Ini untuk Poli Neurologi?"
Melihat surat priksa itu, jelas Emme menjadi kaget dan panik.
Sakit apa sebenarnya Alex?
Sebenarnya apa yang terjadi padanya?
Lalu bagaimana dengan kecelakaan yang dia alami?
Lalu saat pemakaman itu siapa sebenarnya tubuh yang dimakamkan itu jika itu bukan Alex?
Sial semuanya masih menjadi misteri.
Sebelumnya malam itu saat dirinya bertemu tidak sengaja dengan wajah yang mirip Alex, intinya jelas merasa ragu Jadi dirinya tidak berani bercerita kepada Keluarga Alex, karena takut itu hanya akan membuat mereka sedih.
Namun, sekarang belah kebenaran dan bahwa dirinya tahu bahwa ini benar-benar Alex, dirinya juga tidak berani menghubungi mereka karena sepertinya Alex ingin merahasiakan ini?
Baik sebaiknya menunggu dokter memeriksa nanti dirinya akan tahu tentang apa yang terjadi.
Tidak lama setelahnya, Alex segera dibawa ke IGD, dan Emma juga menyerahkan surat periksa yang Alex miliki.
"Baik, Nona. Saya akan segera memanggil dokter dari Poli Neurologi untuk segera memeriksa keadaannya, Nona tunggu di luar dulu,"
Dengan itu, Emma hanya bisa menunggu dengan cemas diluar ruangan UGD.
Cukup lama sampai Emma berada di depan UGD, hingga akhirnya Dokter yang memeriksa Alex.
"Bagaimana keadaan Alex?"
Dokter itu lalu segera menjawab,
"Dia baik-baik saja, ini mungkin efek dari ingatannya yang hilang, jika dia berusaha terlalu keras untuk mengingat kembali ingatannya yang hilang itu dia mungkin akan sakit kepala seperti ini, sebelumnya aku sudah memberinya obat namun mungkin itu sudah habis. Saat ini saya sudah memberikannya obat untuk meredakan sakit kepalanya, saran saya adalah Jangan biarkan dia terlalu keras untuk mengingat masa lalu, pelan-pelan saja dalam mengingat ini,"
Mendengar itu, jelas Emma sekali lagi merasa syok.
Sekarang bisa dimengerti tentang pertemuan-pertemuan mereka kenapa Alex terlihat tidak mengenali dirinya.
Jadi Alex selama ini mengalami Hilang Ingatan?
Sungguh, intinya benar-benar penasaran tentang apa yang terjadi juga tentang dimana Alex berada selama ini.
####
__ADS_1
Disisi lainnya, Alex saat ini tengah pingsan, sekali lagi masuk ke dalam alam mimpi.
Sebuah mimpi yang membawa kenangan-kenangan lama dalam hidupnya.
Kali ini, yang dirinya lihat adalah beberapa kenangan soal gadis yang ditemuinya barusan.
Emma Arabela...
Ada beberapa kenangan ketika dirinya masih muda bersama dengan gadis itu.
Namun hal-hal itu masih terlihat samar-samar...
Setelahnya, mimpinya berganti ke dalam ingatan lain.
Kali ini, adalah ingatan tentang sebuah Keluarga yang lengkap, sebuah sarapan pagi yang hangat.
Kejadian itu...
Adalah kejadian sebelum dirinya mengalami kecelakaan...
Di mana pagi itu dirinya sepertinya sedang sarapan dengan keluarganya seperti biasanya, mereka mulai bercanda dan mengobrol dengan ceria.
Sebuah keluarga hangat yang beranggotakan lima orang.
Lihat kejadian pagi itu, Alex merasa hatinya hangat.
Di masa lalunya ternyata tidak seburuk itu.
Ternyata dirinya memiliki saat-saat yang hangat seperti itu bersama dengan keluarganya.
Dian ingatan itu berkulit ke sebuah janji yang mereka buat...
'Sudah, Ayah tidak usah khawatir, Alex bisa menjaga diri dengan baik, dan akan pulang dengan selamat,'
"Nanti, malam mari masak makanan kesukaanku," kata-kata itu keluar dari dirinya dengan ekspresi ceria.
"Ya, Kak Alex tidak boleh pulang terlambat,"
Itu adalah kata-kata dari adik perempuannya yang cantik.
"Tentu saja, Mama akan memasakan masakan Kesukaan Alex,"
Itu adalah kata-kata sapaan pagi itu, sebuah janji yang tidak bisa ditepati.
Tiba-tiba ketika dirinya teringat lagi dengan kejadian pagi untuk, air mata mulai keluar.
Dirinya tidak bisa menepati janjinya untuk pulang ke rumah tepat waktu....
Bagaimana perasaan mereka ketika dirinya tinggal?
Hal-hal benar-benar terjadi...
Perasaan rindu tiba-tiba muncul, tepat setelah itu, lagi-lagi ingatan di mana dirinya jatuh ke jurang muncul.
Dirinya masih ingat, mobil yang mengejarnya...
Dalam ingatan nya sekarang sudah jelas mobil itu, mobil yang sama yang awalnya dikendarai oleh Tuan Muda dari Keluarga Dirgantara itu.
Alex lalu terbangun dari pingsannya, air mata masih muncul di matanya, perasaan sedih, kerinduan, rasa takut, juga kebencian dan kemarahan.
Semuanya seolah-olah memasuki hatinya dalam sekejap.
__ADS_1
Bukan berarti seluruh ingatan nya pulih.
Namun sekarang dirinya sudah mengingat lagi beberapa anggota Keluarganya.
Adik Perempuan Kesayangan, Alena Smith.
Adik Laki-lakinya yang sedikit bandel, Julio Smith.
Ayahnya yang kadang membuat dirinya takut namun selalu dirinya hormati, dan sayangi Antony Callisto.
Dan terakhir....
Seorang Ibu yang begitu dirinya sayangi, Ibu yang selalu dirinya banggakan dan begitu baik hati, memanjakannya, Emelin Smith.
Ketika mengingat anggota keluarganya itu, ada keinginan untuk Alex agar bisa segera bertemu mereka.
Ingin segera memeluk mereka melepaskan kerinduan yang dirinya alami.
Namun saat ini, Alex juga memahaminya, bahwa ini mungkin belum saatnya dirinya kembali.
Ada beberapa hal yang perlu diingat selidiki soal penyebab Kecelakaannya itu.
Juga yang paling penting...
Alex benar-benar tidak bisa menolak ini, bagaimana dirinya masih ingin bersama dengan Nona Natasya....
"Alex? Kamu akhirnya sadar? Apakah kamu mengingatku?"
Mendengar suara itu, Alex bursa memalingkan wajahnya kemudian tatapannya bertemu dengan tatapan seorang gadis yang cukup familiar bernama Emma.
Ingatan nya soal gadis di depannya ini belum terlalu pulih, hanya ada beberapa ingatan samar dan fakta bahwa sepertinya mereka berdua adalah teman masa kecil.
"Kamu Emma Arabela?"
Mendengar Alex memanggil nama lengkapnya itu, membuat Emma tentu saja kaget, karena tadi sebelumnya dokter bilang jika Alex saat ini bilang ingatan dan tidak bisa mengingat apapun berdasarkan catatan kesehatan yang dimilikinya.
"Ingatanmu sudah pulih?"
Melihat gadis didepannya ini bertanya padanya soal ini, Alex jadi yakin sepertinya gadis di depannya ini sudah diberitahu dokter tentang keadaannya saat ini yang tengah mengalami hilang ingatan.
Alex sendiri, awalnya berniat merahasiakan soal dirinya yang hilang ingatan karena dirinya tidak tahu siapa musuh dan siapa teman kecuali keluarganya.
Walaupun ada beberapa ingatan bahwa mereka berdua sepertinya memiliki hubungan yang cukup baik namun....
Dirinya juga tidak mengerti kenapa terasa ada perasaan aneh ketika menatap gadis itu...
Namun karena sudah terlanjur seperti ini sebaiknya dirinya berkata dengan sedikit jujur.
"Aku sudah mengembalikan sebagian besar ingatanku,"
Tentu saja ini bohong sebenarnya ingatan yang kembali hanya sedikit.
"Ini benar?"
"Ya, aku sudah mengingat hal hal penting seperti keluargaku perusahaan dan semuanya,"
Tentu saja ini bohong juga, dirinya hanya ingat soal anggota Keluarga intinya, jika ditanya tentang siapa Kakeknya atau Neneknya dirinya tidak akan ingat.
Dan soal Perusahaan, dirinya masih belum tahu apa-apa.
"Itu sangat bagus, aku cukup lega mendengarnya. Sebenarnya apa yang terjadi padamu dan kemana kamu selama ini? Tahukah kamu betapa cemas nya aku dan juga seluruh keluargamu karena mengira kamu sudah meninggal?"
__ADS_1
Mendengar hal itu, jelas perasaan Alex cukup rumit. Namun dirinya segera memengakan dirinya, mulai menyusun beberapa cerita yang akan dirinya katakan.
"Saat ini, aku masih belum bisa kembali. Kumohon padamu untuk merahasiakan ini dari Keluargaku, tahu dari orang-orang yang aku kenal,"