
Ini adalah hari yang baru, disalah satu Ruangan di Perusahaan Smith, Alex terlihat baru saja menyelesaikan rapat.
Alex yang saat ini disampingi oleh Serena mulai keluar dari ruangan itu.
Serena yang dari tadi menatap dan memperhatikan bagaimana Alex terlihat sangat hebat ketika berbicara di depan umum tentu saja merasa sangat senang.
Tatapannya tidak pernah terlepas dari pemuda itu.
Semakin dirinya mengenal Alex, semakin Serena merasa bahwa Alex adalah sosok kekasih ideal, sosok dari Pria impiannya.
"Pak Presdir, presentasi anda tadi sangat hebat,"
Menengar pujian itu, Alex nanya membalas dengan ekspresi biasa,
"Ya, itu bukan apa-apa aku yakin kamu juga bisa melakukannya, karena kamu juga hebat,
Mendapatkan pujian seperti itu jelas membuat Serena merasa senang, wajahnya sedikit memerah karena merasa malu.
"Pak Presdir bisa saja, aku bukan apa-apa jika dibandingkan dengan Pak Presdir,"
"Kamu masih banyak belajar namun aku yakin kamu pasti nanti juga akan terbiasa dan bisa seperti aku, hujan kamu akan bisa mulai mengurus Perusahaan Ayahmu,"
"Emm, Aku akan berusaha untuk terus belajar darimu soal ini,"
"Ya,"
Setelahnya ada keheningan diantara mereka berdua ketika berjalan di lorong itu.
Sampai Serena mulai melihat ke arah jam tangannya, dan memiliki sebuah ide.
"Alex, Aku pikir ini sudah jam makan siang, bagaimana kalau kita makan siang di Luar Bersama?"
Alex selalu mulai menatap kearah jam tangannya.
Dirinya ingat, jam segini Nona Natasya juga sudah saatnya jam istirahat dan makan siang, namun Nonanya itu sering teledor dan terkadang bisa melupakan dan melewatkan jam makan siang ini karena terlalu sibuk bekerja, lagu bawahannya yang lain tidak berani untuk mengganggu Nona Natasya ini.
Mungkin dirinya akan mengirimkan pesan atau menelepon nya agar ingat untuk makan siang.
Tidak, dirinya memiliki sebuah ide yang lebih bagus lagi.
"Ya, mari pergi ke Restoran di samping Kantor,"
__ADS_1
"Ah, Ya. Mari kesana. Aku senang kamu akhirnya mau menerima ajakan makan dariku," kata Serena terlihat sangat gembira itu, akhirnya in dirinya sudah bisa membuka sedikit hati Alex?
Jelas dirinya harus berusaha keras untuk lebih mendapatkan perhatian dari pria itu.
Dirinya selalu bisa mendapatkan apapun yang dirinya mau, itu termasuk Alex.
Apapun yang terjadi dirinya harus mendapatkan cinta Alex.
Serena terlihat sekali bertingkat untuk mendekati Alex.
"Tidak apa-apa, sesekali tidak masalah,"
Alex tentu saja memiliki rencananya sendiri.
Menu Restoran di sebelah sangat enak, sepertinya akan sesuai dengan selera Nona Natasya?
Mungkin dirinya bisa memesan untuk dikirimkan ke kantor Nona Natasya?
Lagipula sebenarnya jarak antara kantor ini dan kantor Nona Natasya tidak banyak.
Ya, ini adalah hal yang sangat bagus.
Jelas sekali tujuan dari dua orang itu berbeda-beda.
Ketika sampai di Restoran, mereka berdua segera mengambil menu dan memesan makanan.
Namun sebelum pelayan pergi, Alex segera memerintahkan Pelayan itu untuk nanti membungkus beberapa menu.
"Huh? Untuk siapa itu?" Tanya Alena dengan pemasar.
Alex lalu segera berkata,
"Untuk salah satu keluargaku kamu tahu sendiri mereka saling melewatkan makan siang,"
Ya, Alex tidak perlu untuk membicarakan hal yang jujur kepada gadis di depannya ini, ini adalah urusan pribadi miliknya.
"Ah, begitu. Restoran di sini memang memiliki menu yang sangat enak. Namun aku tahu restoran yang lebih enak dari tempat ini,"
"Sepertinya kamu memiliki lintah yang tajam sampai-sampai tahu mana-mana saja restorannya enak di sekitar sini,"
"Ya begitulah, temanku selalu mengajakku untuk pergi mencoba makanan di mana-mana itulah kenapa aku tahu restoran-restoran enak. Mungkin lain kali aku akan membawamu ke sana saja?"
__ADS_1
"Itu bisa,"
Alex hanya menjawab secara spontan, tidak benar-benar serius memikirkan ajakan gadis di depannya itu.
Namun Serena berbeda, dirinya menganggap bahwa jawaban itu adalah respon positif dari hubungan mereka.
Setidaknya sudah ada beberapa kemajuan di antara mereka berdua.
Saat menunggu pesanan, Serena mulai terus mengangkat topik pembicaraan dengan Alex, mulai tentang hal-hal ketika mereka berdua berkuliah, atau hal-hal random lainnya.
Serena sudah mempelajari tentang hal-hal yang mungkin Alex suka dasi hasil penyelidikan.
Alex sangat suka jika membicarakan soal bisnis dan ekonomi, jadi Serena kera bertanya dan membicarakan topik-topik pasar saham yang populer.
"Begitu, ternyata kamu juga sudah mencoba ke Pasar Saham juga," kata Alex cukup terkejut.
"Ya, aku sebenarnya baru mulai belajar untuk berinvestasi. Masih sedikit bingung soal menganalisis perusahaan yang bagus,"
"Kamu bisa belajar ini pelan-pelan juga,"
"Tentu saja, Aku akan mulai memperdalam ini lebih lanjut,"
Pembicaraan mereka benar-benar menuju ke arah yang positif dan cukup bagus.
Pakai pesanan mereka datang dan mereka mulai menikmati makan siang mereka.
Namun sebelum Alex makan, Alex bule mengambil ponselnya dan sekali lagi memfoto makanannya.
Tentu saja gerakan itu membuat Serena merasa penasaran.
Dirinya tidak tahu, jika Alex memiliki kebiasaan untuk memfoto makanan seperti itu?
Serena pikir ini cukup lucu juga.
Sedangkan Alex, selain mengirimkan foto itu ke Natasya.
'Menu Makan Siang Hari ini, Apakah kamu tertarik, Nona Natasya?'
Ketika mengirimkan pesan itu jelas sekali ekpersi ceria wajah Alex.
Hal ini, malah membuat Serena salah paham, jika Alex mungkin sangat senang juga bisa makan siang dengan dirinya.
__ADS_1
Ya, ini merupakan sebuah kemajuan bagus, itulah pikir Serena.