
Di Kursi Teras belakang Rumahnya, saat ini, Alex terlihat cemas sambil menatap ke ponsel nya.
Ya, saat ini Alex memang sedang menunggu pesan dari seseorang.
Tentu saja ini Pesan dari Natasya, belakangan ini dirinya merasa ada sesuatu yang aneh, seperti bagaimana Nona Natasya itu, lebih jarang membalas pesan dari dirinya, tidak seperti sebelum-sebelumnya.
Bahkan, sekarang Nonanya ini menjadi jarang untuk berbagi kesehariannya dengan dirinya.
Seolah-olah dirinya ini mulai diabaikan, apalagi ketika dirinya mengirimkan pesan, balasan yang datang jarang bahkan terkadang tidak dibalas selama seharian.
Rasanya, sangat menyakitkan ketika di abaikan seperti ini.
Apalagi, Nonanya ini, selalu saja mencari alasan ketika dirinya ajak bertemu.
Seolah Nonanya itu, ingin menjaga jarak dengan dirinya.
Namun kenapa tiba-tiba seperti ini?
Apakah dirinya salah dalam melakukan sesuatu?
Jangan bilang, mata-mata yang dirinya kirim ketahuan oleh Nonanya?
Jadi Nonanya marah?
Namun seharusnya jika ini ketahuan bawahannya pasti akan segera memberi tahunnya.
Lalu kenapa Nona Natasya ini menjaga jarak dengannya seperti ini?
Padahal mereka berdua sudah dekat, namun semua berubah sejak beberapa hari lalu, sejak Natasya lagi membalas pesan miliknya.
Wajah Alex terlihat sekali menunjukkan kesedihan.
Alena yang kebetulan lewat itu, jelas melihat ekspresi sedih dari Kakaknya itu.
Alena tidak bisa tidak bertanya kenapa lagi dengan Kakaknya itu?
Baru belakangan dirinya melihat Kakaknya selalu tersenyum dan terlihat sangat bahagia ketika menatap ponselnya, namun sekarang ketika Kakaknya menatap ponselnya itu hanya ada kesedihan di wajahnya.
Ini pasti urusan soal wanita?
Kakaknya selalu tidak memiliki nasip yang baik soal wanita?
Merasa penasaran, akhirnya Alena mendekati Kakaknya itu.
"Kak Alex,"
Suara dari adiknya itu membuyarkan lamunan Alex.
"Alena? Kamu mengagetkan ku saja,"
"Ya, jelas Aku disini dari tadi, namun kakak tidak sabar aku di sini hanya sibuk melamun dan menatap ponsel sebenarnya ada apa?"
Alex pura-pura tersemyum dan berkata,
"Tidak ada apa-apa,"
"Sudahlah, Kak. Tidak perlu berbohong seperti itu pasti ini masalah wanita?"
"Ya, begitulah. Wanita begitu sulit dimengerti,"
"Apakah ini Kak Serena yang sebelumnya itu?"
Mendengar nama itu, Alex jelas merasa tidak senang, lalu berkata,
"Serena apa? Bukankah aku sudah bilang jika aku tidak ingin dijodohkan dengannya?"
"Dia bukan Tipe Kakak? Sayang sekali, padahal aku kira dia cukup cantik dan Tipe Kakak. Jadi Kakak masih memikirkan soal Kak Emma? Dia sudah menjadi milik orang jadi jangan dipikirkan,"
"Kamu anak kecil tahu apa, hpmh," kata Alex sambil menjitak dahi adiknya itu.
"Aw... Kak Alex apaan sih, tidak asik, sakit tau, hpmh! Dan siapa yang anak kecil? Aku juga sudah dewasa,"
"Kamu itu, masih mahasiswa baru saja,"
"Baik, sepertinya Kakak mencoba menghindari perkataanku. Jadi bagaimana jika Aku memperkenalkan Kakak pada temanku saja?"
__ADS_1
"Alena, Kakak tidak suka dijodohkan seperti itu diamlah!"
"Ya, ya Alena tahu. Hanya saja, kan barangkali saja kan? Ini temanku, dia sangat baik dan cantik, Owh Astaga Aku benar-benar senang jika dia bisa menjadi Kakak Iparku, dia sangat enak untuk diajak bicara, juga asik, walaupun aku belum lama kenal dengannya namun aku merasa cukup dekat dengan dia,"
Alex terlihat memalingkan wajahnya seolah tidak tertarik dengan apa yang dikatakan adiknya.
"Sudahlah, Alena. Kamu pikirkan saja soal Kuliahmu, dengan memikirkan soal masalah Kakak,"
Alena yang cemberut itu, lalu segera mengeluarkan ponselnya, dan menunjukan sebuah foto.
Itu adalah fotonya dengan Mamanya dan Natasha sebelumnya.
"Lihat, Kak... Wanita ini jelas sangat cantik bukan?"
Alex gelas terlalu malas menanggapi hanya berkata dengan lengan bahkan tidak menatap foto di ponsel Alena.
"Dia jelek,"
Alena yang mendengar respon dingin itu jelas menjadi kesal, dan berkata,
"Ah, Kakak tidak asik sama sekali. Hmph, Aku akan bilang pada orangnya kalau Kakak bilang dia jelek,"
Mendengar itu, Alex masih tidak tertarik, dan berkata,
"Bilang saja pada orangnya, jika dia jelek, Aku benar-benar tidak peduli,"
Alena yang mendengar hal itu, lalu segera mengambil ponselnya dan mencari nomor tertentu, dirinya terlalu kesal dengan sikap Kakaknya yang tiba-tiba menjadi menyebalkan ini, dirinya butuh teman curhat untuk mengeluh.
Alex lalu menatap adiknya yang sepertinya benar-benar menelepon temannya itu.
Astaga, Alex tidak mengira jika Alena benar-benar kesal, namun bodo' amat lah, lagipula dirinya tidak kenal dengan teman Alena itu, terserah kalau dirinya menjadi kelihatan tidak sopan atau apa, tidak penting juga.
Itu adalah apa yang Alex pikirkan sebelumnya, sampai dia mendengar pembicaraan Alena yang membuat wajahnya berkeringat.
"Kak, Natasya tahu tidak? Barusan Kakakku, bilang Kak Natasya itu jelek setelah ku tujukan foto Kakak,"
Ekspresi Alex jelas menjadi buruk setelah tahu siapa yang Alena aja bicara itu.
Astaga, jadi teman Alena yang dia bicarakan tadi adalah Nona Natasya?
Dan bisa-bisanya dirinya bilang dia jelek?
Alex merasa ingin mengubur dirinya karena kata-kata konyol nya dan tindakannya yang tidak benar-benar memperhatikan foto yang Alena tujukan.
Tahu itu foto Natasya, dirinya jelas akan memujinya jika itu sangat cantik!
Sekarang reputasinya jadi hancur begini...
Astaga, Alena....
Alex merasa kesal pada adiknya tiba-tiba.
"Bukan, Bukan... Bukan Kakakku yang itu, yang sebelumnya Kak Saudara Kembarku, Kak Julio. Ini Kakak Tertuaku yang bilang itu,"
'Owh? Jadi Itu bukan Kakakmu Julio yang sebelumnya?' kata Natasya di ujung telepon, Natasya jelas ingin tertawa, jujur ini pertama kalinya ada seseorang yang menyebut dirinya jelek, rasanya aneh, namun sedikit lucu juga, membuat Natasya kembali menatap cermin dikamarnya, memikirkan apakah belakangan dirinya terlalu stress sampai-sampai lupa perawatan dan memakai Skincare?
Sehingga ada seseorang yang menyebut dirinya jelek?
"Begitulah, Kak. Kakakku ini memang habis putus cinta, dan sekarang menggap semua wanita jelek, entah kerasukan apa itu,"
'Pfff.... Kakakmu lucu sekali, Alena,'
"Lucu apa? Dia menyebalkan, sangat menyebalkan,"
'Sabar saja, Alena namanya juga putus cinta. Terkadang memang seperti itu, Aku juga barusan putus cinta, sungguh awalnya Cinta Pertamaku berkencan dengan seseorang, lalu orang yang belakangan dekat denganku ternyata bertunangan,'
"Astaga... Orang yang dekat dengan Kak Natasya ternyata sudah bertunangan?"
Alex yang berada disamping Alena jelas mendengar samar-samar pembicaraan mereka, dari awal Alena membicarakan dirinya, Alex merasa sangat malu sampai ingin menemukan lubang untuk bersembunyi.
Jika nanti Nona Natasya tahu dirinya Kakak Alena, nanti seberapa malu dirinya ini di hadapan Nona Natasya?
Astaga...
Namun pikiran Alex segera buyar ketika mendengar apa yang barusan mereka bicarakan.
__ADS_1
Orang yang dekat dengan Nona Natasya bertunangan?
Siapa itu?
Apakah Pria Brengsek di Pesta Ulang Tahun sebelumnya itu?
Jadi Nona Natasya belum bisa move on?
Alex sibuk dengan pikirannya sendiri, dan Alena masih berbicara dengan Natasya di telepon.
'Begitulah, Alena. Pria ini mendekatiku dan perhatian padaku, namun ternyata dia diam-diam sudah bertunangan! Dia bahkan tidak mengatakan padaku jika dia sudah bertunangan, dan Tunangannya malah memarahiku di telpon karena mendekati Tuangannya, Hah benar-benar menyebalkan jika Aku memikirkannya,'
"Apa? Tunangannya sampai memarahi Kakak di telepon? Astaga, orang yang mendekati Kakak itu sepertinya Pria tidak tahu malu,"
'Tepat sekali, Alena. Pria ini tukang ghosting,'
"Baik, baik lupakan saja Pria sampah semacam itu, Kak Natasya tidak perlu lagi memikirkan orang semacam itu,"
'Kamu benar, Aku akan mencoba melupakannya,'
"Ah, bagaimana jika kita membicarakan hal lain saja? Aku rasa, Kak Natasya pasti tidak nyaman membicarakan soal Pria Sampah itu,"
'Hmm, ya. Lalu bagaimana dengan Kakakmu? Kamu belum memberitahuku namanya setidaknya,'
"Ah, benar juga Kak Natasya belum berkenalan ataupun tahu nama Kakak Tertuaku, Kakak tertuaku bernama...."
Tepat ketika Alena mau berbicara, Alex dengan sigap mengambil ponsel Alena dan menjauhkannya dari mereka berdua.
"Kak Alex apa-apanya? Aku sedang berbicara dengan temanku!!"
"Alena, tolong jangan sebut namaku didepan temanmu itu,"
"Ukhh, apa-apaan sih itu?"
"Nanti biar Kakak berkenalan sendiri dengan temanmu itu,"
Alena yang mendengar itu tiba-tiba kaget.
"Kata Kakak dia jelek, Kakak tidak ingin berkenalan dengannya, aku barusan bilang padanya, dan Kakak tiba-tiba ingin bertemu dengannya? Apakah Kakak tidak punya malu?"
Wajah Alex memerah karena merasa malu segera berkata dengan ekspresi cemberut,
"Kamu yang membuatku merasa malu!!"
Alena tertawa terbahak-bahak lalu kembali mengambil ponselnya.
"Ingat, jangan sebut namaku. Atur saja pertemuan nya nanti,"
Ya, Alex mulai berpikir jika Nona Natasya ini ingin menghindarinya, mungkin ini saatnya membuat kejutan dengan muncul sebagai Kakak Alena?
Ah, Nona Natasya pasti terkejut nanti setelah tahu.
Ya, karena Nonanya itu menghindarinya, jadi dirinya akan menyembuyikan Identitasnya dulu sampai mereka bertemu.
Natasya di ujung telepon tentu saja merasa binggung, karena telepon tiba-tiba berhenti dan ada suara-suara tidak jelas di ujung telepon.
"Ah, Kak Natasya, maaf atas gangguan tadi. Biasa, Kakakku yang ini cukup Pemalu, nanti katanya ingin langsung berkenalan dengan Kakak saja,"
'Pfff.... Kakakmu aneh, dibilang aku jelek dan tidak ingin berkenalan kenapa sekarang tiba-tiba ingin berkenalan?'
"Biasa Kak, Kakakku Alex memang yahh... Sedang seperti itu, moodnya berubah-ubah, Aku sendiri tidak mengerti,"
'Baik-Baik, aku jadi penasaran dengan kakakmu itu mungkin lain kali jika aku tidak begitu sibuk mari atur pertemuan,'
"Tentu saja, Kak Natasya. Nanti akan segera Aku atur,"
Mendengar itu, Alex diam-diam menjadi senang.
Yah, yang jelas dirinya pasti akan bertemu dengan Nonanya itu.
Tidak sabar untuk membuat kejutan itu.
Ah, benar, dirinya juga memiliki kejutan yang lain untuk Nonanya Nanti.
Lihat saja nanti, saat Rapat Pemilihan CEO Scarett Group.
__ADS_1
Memikirkan rencananya itu, Alex lalu tersenyum sendiri.
Alena yang melihat Kakaknya itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya, merasa bingung dengan sifat aneh kakaknya mungkin kakaknya itu benar-benar sedang Steres Berat akibat putus cinta?