
Pesta itu masih sangat meriah, Alena yang melihat Kakaknya Alex itu masuk kedalam rumah, tentu saja merasa cukup sedih
Emelin yang saat ini sudah selesai menyapa beberapa tamu undangan, melihat Putrinya yang memasang wajah tidak enak itu.
"Ada apa Alena? Sepertinya tadi kamu baik-baik saja, namun kenapa wajahmu menjadi cemberut seperti ini?"
Setelah berpikir beberapa saat, Alena memutuskan mulai curhat dengan Mamanya itu.
"Ini soal Kak Alex,"
Mendengar nama putra sulung nya itu disebut, Emelin jelas merasa ikut khawatir.
"Ada apa dengan Kakakmu Alex? Dia tidak sakit lagi bukan?"
"Kak Alex sakit,"
"Apa? Penyakitnya kambuh lagi? Kepalanya sakit lagi?"
"Bukan seperti itu, hanya Kak Alex sedang sakit hati, dia baru saja putus cinta,"
"Putus Cinta?"
Emelin tidak begitu tahu soal masalah Alex yang menyukai Emma, karena Alex begitu menjaga rapat soal hal ini dari semua orang termasuk orang tuanya, namun itu tadi sangat susah berbohong kepada kedua adiknya yang sangat kepo.
"Ya, intinya Kak Alex baru saja di campakan oleh seorang gadis, sekarang Kak Alex terlihat begitu sedih setelah putus cinta,"
"Astaga, ada seorang gadis yang menolak Putraku? Astaga, ini Putraku yang begitu Tampan, Alexander Smith,"
"Memang, aku juga tidak mengira akan ada seseorang di luar sana yang akan menolak Kakakku,"
"Astaga, lalu sekarang di mana Kakak kamu itu?"
"Kak Alex sedang menenangkan dirinya di rumah, hah. Sungguh, Aku sangat sedih melihat Kak Alex... Tapi bagaimana lagi cinta itu misterius, mungkin memang dia buka jodoh Kak Alex,"
"Kamu benar Alena. Hah, mungkin mereka tidak berjodoh,"
Sepasang Ibu dan Anak itu terlihat sangat cemas satu sama lainnya.
Kemudian, Emelin mulai menatap suaminya Antony yang sedang menyapa beberapa tahu undangan itu.
__ADS_1
Ketika menatap suaminya itu, Emelin jadi teringat bagaimana awalnya dirinya dan Suaminya itu, awalnya di jodohkan.
Ah...
Kemudian sebuah ide bagus memulai muncul di benak Emelin.
"Bagaimana jika Mama mengenalkan seseorang pada Kakakmu Alex? Mungkin saja mereka berjodoh. Mama udah pernah bercerita sebelumnya tentang bagaimana Papa dan Mama sebelumnya di jodohkan oleh Kakek bututmu bukan?"
Alena lalu juga ingat, bagaimana Emma bertemu Kekasihnya itu dalam sebuah acara perjodohan.
Ya, siapa yang tahu jika Kakaknya Alex akan menemukan jodohnya nanti?
Jadi Kakaknya kita akan sedih lagi karena putus cinta.
"Baiklah, Aku rasa ini ide yang sangat bagus,"
"Baiklah mama akan mencoba mencari beberapa teman kenalan mama yang mungkin cocok dengan Kakakmu. Kira-kira seperti apa kriteria Kakakmu?"
Alena terlalu terdiam sebentar dan mulai memikirkan tentang Emma.
Emma adalah seorang gadis yang baik hati, cantik, dan mandiri, iya cukup bekerja keras dan berusaha dari mimpinya sejak masih muda.
"Tentu tentu nanti akan coba Mama Carikan yang bagus. Bagaimana denganmu, Alena?"
"Apa? Bagaimana denganku bagaimana? aku belum memikirkan soal cinta atau memiliki seorang Kekasih,"
Emelin yang mendengar jawaban Putrinya itu tertawa dan berkata,
"Bukan itu, maksud Mama, Bagaimana danganmu? apakah kamu memiliki seorang teman perempuan yang mungkin cocok dijodohkan pada Kakakmu?"
Alena yang akhirnya menyadari pertanyaan dari Mamanya itu, segera merasa malu sendiri.
Lalu dirinya mulai mengingat tentang teman-temannya.
Seorang gadis mandiri, cantik dan hebat?
Ini mengigatkannya pada salah satu Teman Barunya, yaitu Natasya Scarlett, sejak pertemuan mereka dalam Rapat itu, mereka berdua jadi sering mengobrol dan bertemu, sangat asik berbicara dengan Kak Natasya.
Dulu dirinya juga sempat bercanda, jika Kakaknya Alex masih hidup, mungkin dirinya akan memperkenalkan mereka berdua.
__ADS_1
Dan sekarang Kakaknya itu memang masih hidup.
Ah, benar, bukankah Kak Natasya dirinya undang untuk Ulang Tahun Mamanya?
Karena dirinya dengar, Kak Natasya itu pengemar berat Mamanya!
"Aku memiliki beberapa kenalan, dia adalah seorang gadis cantik dan mandiri dia juga sangat hebat, Aku pikir Kak Alex akan menyukainya,"
"Siapa itu?"
"Hehe, hari ini aku kebetulan mengundangnya, mungkin sebentar lagi dia akan datang,"
"Benarkan? Bukankah ini kebetulan yang bagus? Apa tidak langsung memperkenalkan mereka saja?"
"Jangan terlalu buru-buru, aku akan mencoba bertanya pada temanku dulu, lagipula Kak Alex saat ini masih butuh menenangkan dirinya, kita tidak boleh mengganggu nya dulu,"
"Baiklah, Mama mengerti,"
####
Di tempat lainnya, saat ini di luar gerbang, terlihat Natasya dengan gaun indahnya mulai keluar dari mobilnya.
Natasya lalu menatap rumah besar yang familiar itu.
Ini adalah sebuah keberuntungan bahwa dirinya diundang ke dalam acara ulang tahun dari idolanya Emelin Smith!
Dirinya tidak sabar untuk mengajak foto bersama dan minta tanda tangan nanti.
Semoga hal-hal baik terjadi pada dirinya hari ini.
Namun tetap saja rasanya begitu sepi ketika dirinya datang sendiri pesta macam ini.
Seandainya Alex...
Natasha segera menggelengkan kepalanya, karena tidak ada gunanya memikirkan dia sampah yang pergi tanpa kata itu.
Lupakan!!
Lupakan dia, Natasya....
__ADS_1
Mari bersenang-senang saja di pesta ini.