Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 45: Marah


__ADS_3

Kejadian kecelakaan di proyek itu tentu saja menarik perhatian semua orang segera setelah ada suara keras besi jatuh semua orang yang ada di proyek mulai berkumpul ke tempat dimana Natasya berada.


Saat ini, Natasya sudah mulai membuka matanya hal yang pertama dirinya lihat adalah wajah Alex.


Keduanya terdiam dan menatap satu sama lain, sampai orang pekerja di sana mendatangi Natasya bertanya soal keadaannya.


"Nona, Apakah Nona baik-baik saja?" kata orang itu dengan ekspresi panik.


Natasya dan Alex segera tersadar dari lamunan mereka, kemudian Alex mulai membantu Natasya untuk berdiri.


Setelah itu, Natasya langsung menepis tangan Alex, hal itu jelas membuat Alex merasa sangat tidak nyaman.


Natasya lalu berdiri, dan mulai menjawab pertanyaan yang pekerja itu tanyakan.


"Aku baik-baik saja,"


"Syukurlah, Nona, jika terjadi sesuatu pada anda, kami benar-benar tidak tahu apa yang akan kami lakukan udah sampai, mari segera pergi ke tempat yang lebih baik,"


Natasya lebih memilih tidak memperhatikan Alex yang berada disana, saat ini mereka berdua sedang dikelilingi banyak orang, bukan saat yang tepat untuk berbicara satu sama lain.


Namun, tangan Natasya ketika dia pergi, jelas menarik tangan Alex, hal itu jelas membuat Alex terkejut juga, sampai-sampai Alex benar-benar tidak mengerti apa yang Nonanya pikirkan.


Sampai mereka berdua berada di ruangan dekat tempat itu, mereka berdua lalu duduk, membiarkan pekerja itu segera memberitahu ketua proyek.


Hal pertama yang Natasya katakan pada Alex setelah mereka bertemu adalah sebuah ucapan terimakasih.


"Alex, aku benar-benar berterima kasih karena kamu telah menolong ku kali ini,"


"Ya, itu tidak masalah. Aku senang bisa menolongmu,"


Natasya lalu segera melanjutkan perkataannya,


"Namun aku tetap marah padamu tentang bagaimana Kamu pergi tanpa kabar. Kamu.... Kamu benar-benar melanggar janjimu, kamu pembohong menyebalkan,"


Kata-kata kemarahan itu disertai dengan sebuah tamparan.


Mendengar itu, Alex tidak tahu harus merespon seperti apa, tamparan di pipinya terasa sedikit ngilu.


Dirinya memang sudah mengira jika Nonanya akan membenci dirinya.


"Aku minta maaf,"


"Cukup, Aku benar-benar tidak ingin mendengar kata-katamu lagi, Alex Aku benar-benar kecewa padamu!! Kamu tidak tahu bagaimana perasaanku ketika aku tahu kamu pergi!! Aku mencoba mencarimu kemana-mana namun tidak ketemu..."


"Nona Aku...."


"Padahal, Kamu berjanji jika kamu akan selalu disisiku dan tidak akan pergi tanpa kabar... Namun kamu menghilang seperti itu dari depanku tanpa kata-kata... Olah janji yang kamu buat hanyalah sebuah lelucon..."


"Nona, ini tidak seperti itu, waktu itu Aku tidak memiliki pilihan..."

__ADS_1


"Cukup, Alex!! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!! Pargi... Pergi dari sini...."


Alex yang mendengar itu jelas merasa hatinya sakit juga, namun dirinya juga paham, jika hal yang dirinya lakukan memang salah.


Namun dirinya tidak mengira jika Nona Natasya menjadi membencinya sampai tidak ingin melihat wajahnya.


Alex yang merasa puas asa itu, akhirnya pergi dan lari dari sana.


Natasya melihat kepergian Alex dengan ekpersi marah.


Dirinya ingat, sebelumnya dirinya menyelidiki alasan kepergian Alex.


Itu karena Ayahnya yang menyuruhnya pergi bukan?


Hanya karena situasi saat itu sedang buruk, bukan berati dia bisa pergi begitu saja...


Seolah-olah pasrah dengan keadaan yang terjadi...


Dan sekarang lihat ini...


Ketika dirinya menyuruh Alex pargi, Alex benar-benar pergi seperti itu bahkan tanpa mencoba membela diri....


Tanpa membujuk dirinya lebih lama, jika Alex mau melakukannya..


Mungkin dirinya akan memaafkannya...


Setelah dirinya Mencoba Untuk melupakan Alex, kenapa pemuda itu harus muncul di depan wajahnya?


Natasya menjadi frustasi sendiri dengan sikap plin plan Alex.


Dan sekarang, setelah Alex pergi, Ketua Proyek datang untuk menemui Natasya.


Natasya segera menenangkan ekpersinya, dan bertanya,


"Kenapa hal ini bisa terjadi?"


"Maaf, Nona... Saya benar-benar tidak tahu, kenapa hal ini bisa terjadi...."


"Kamu... Kamu sungguh ceroboh dalam memilih pekerja, bisa-bisanya sampai ada kejadian seperti ini, ini tadi memakan korban menurutmu siapa yang akan disalahkan dalam proyrk ini?"


"Saya minta maaf Nona,"


"Besok, Aku akan kesini lagi, ingat untuk memperbaiki semua yang ada disini segera, Aku pergi sekarang,"


Natasya sangat pusing sekarang terlalu males untuk mengurus pekerjaannya.


Bertemu dengan Alex lagi, benar-benar cukup menguras emosi nya.


Dan lagi Proyek yang kacau...

__ADS_1


Hah, seolah-olah dirinya tidak tahu harus berbuat apa.


Natasya lu segera memutuskan untuk kembali ke Rumah untuk beristirahat.


####


Di tempat lainnya, Alex yang di usir oleh Natasya itu, jelas merasa sangat sedih juga.


Saat ini dirinya merasa dalam posisi serba salah.


Terlalu pusing memikirkan soal semua ini.


Alex juga memilih untuk kembali ke rumah, untuk menenangkan dirinya.


Emelin dan Alena yang kebetulan sedang mengobrol di ruang tamu jelas melihat kedatangan Alex yang memiliki ekspresi begitu sedih dan putus asa itu.


"Kak Alex kenapa?" Tanya Alena khawatir.


"Itu benar, dan lagi bajumu terlihat berantakan dan penuh tanah, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Emelin sambil memperhatikan Putranya itu dari atas ke bawah.


Alex yang melihat mereka berdua, ini masih memiliki mood yang buruk, jadi dia menjawab seadanya,


"Aku hanya tadi terjatuh di tanah karena terpeleset,"


"Astaga, apakah Kakak baik-baik saja?"


"Ya, Aku saat ini baik-baik saja. Aku mungkin hanya butuh istirahat, Aku permisi dulu Mama, Alena," kata Alex lagi, selalu segera kembali ke kamarnya.


Emelin dan Alena saling bertatap and satu sama lain merasa sangat penasaran dengan keadaan Alex.


"Kakakmu kira-kira kenapa?"


"Aku sudah bilang sebelumnya jika Kak Alex sedang putus cinta, mungkin dia sempat melamun hingga dia terpeleset seperti itu, sungguh melihat kakak seperti ini aku sangat sedih,"


"Kamu benar Alena. Cin aku akan benar-benar memperkenalkan dion dengan salah satu anak dari temanku,"


"Itu benar, Atur saja segera Kencan Buta untuk Kak Alex, aku sungguh tidak tega melihat dia memiliki ekspresi begitu sedih dan putus asa seperti itu, bahkan ketika di kantor aku sering melihat dia melamun,"


"Hah... Iya iya aku akan mencarikannya segera. Lalu soal temanmu itu..."


"Kak Natasya? iza sepertinya tidak tertarik dengan hal semacam itu aku takut membuatnya marah, jika membahas ini lagi,"


"Ah, aku mengerti baiklah-baiklah,"


Dari sana, Emelin mulai membuka ponselnya dan menghubungi beberapa temannya, utama yang memiliki seorang putri.


Ya, mari dirinya mencoba memperkenalkan gadis yang baik pada putranya itu agar baterainya itu bisa segera mohon dan tidak lagi memasang ekspresi sedih semacam itu.


Lagipula, dirinya juga ingin segera memiliki seorang Cucu, mungkin memang sudah saatnya Putranya Alex untuk segera menikah?

__ADS_1


__ADS_2