Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 36: Hanya Berdua


__ADS_3

Hari itu, setelah Alex memutuskan untuk pergi, tidak banyak hal yang dirinya lakukan hari itu.


Di hari terakhir itu, Alex diam-diam menatap ke arah Natasya, memikirkan dirinya mungkin merindukan sosok itu nanti.


Namun dirinya juga merasa ini adalah pilihan yang terbaik untuk mereka berdua.


Saat ini dirinya tidak bisa membantu namun nanti ketika dirinya kembali ke keluarganya menghindarinya bisa melakukan sesuatu untuk Nona Natasya.


Saat ini mereka berada didalam mobil, perjalanan menuju ke Rumah.


"Alex, kenapa kamu dari menatapku?"


Menengar dirinya ketahuan itu, Alex tanpa sadar langsung berkata,


"Karena Nona Natasya cantik,"


Pujian yang tiba-tiba itu membuat Natasya merasa sangat malu.


"Ukhh, astaga... Kamu ini paling bisa memuji,"


Setelahnya ada keheningan diantara mereka.


Sampai tiba-tiba, Alex pikiran sesuatu lalu segera berkata,


"Nona, Bagaimana jika hari ini makan di luar?"


"Makan di luar? Boleh juga, namun kenapa tiba-tiba kamu meminta makan malam di luar?"


"Hanya, bukankah hari ini Aku menerima gaji? Mungkin Aku ingin mentraktir Nona,"


"Pfff.... Benar juga, kamu baju saja gajian, tidak terasa bukan susah satu bulan lebih sejak kita bertemu,"


"Ya, waktu terasa begitu cepat, Aku benar-benar senang bertemu dengan Nona Natasya,"


"Aku juga senang bertemu denganmu, Alex,"


"Jadi Nona ingin makan dimana? Kemanapun sesuka Nona,"


Natasya lalu terdiam dan berpikir sebentar, memikirkan kemana dirinya akan pergi.


"Ah, benar. Sebenarnya ada tempat yang ingin Aku coba,"


Alex segera bertanya,


"Dimana itu?"


"Nanti kamu akan segera tahu," kata Natasya sambil tersenyum misterius.


Dia segera menyuruh sopir untuk menuju ke tempat yang Natasya inginkan.

__ADS_1


Dan tidak lama sampai mereka tiba di salah satu tempat yang terlihat sangat ramai pengunjung.


Alex menatap kearah sebuah Pasar Malam yang terlihat ramai dengan orang.


"Ini... Nona ingin ke Pasar Malam?"


"Ya, ini akan menyenangkan, kamu harus membelikan ku banyak makanan nanti," kata Natasya sambil tersenyum.


Senyuman itu, jelas membuat jantung Alex berbedebar sendiri, memikirkan dimalam ini, Nona Natasya terlihat sangat cantik.


"Tentu saja, aku akan membelikan apapun keinginan Nona. Namun Aku sedikit penasaran, kenapa ke Pasar Malam?"


"Aku selalu ingin pergi ke Pasar Malam seperti ini, namun aku tidak benar-benar memiliki siapapun yang bisa aku aja ke sini. Kamu tahu sendiri, dikalanganku, jelas mereka semua tidak akan mau pergi ke tempat-tempat umum seperti ini, mereka hanya suka masuk ke Club atau Mall, jadi karena sekarang ada kamu, Aku mengajakmu kesini,"


Natasya segera merangkul Alex, dan mulai menyeretnya masuk.


Alex juga merasa sangat senang, bagaimana dirinya diajak ke tempat yang Nonanya selalu ingin datangi.


Natasya begitu menikmati malam itu, dia mulai memesan aneka jajanan yang ada di pasar malam, mencoba beberapa hal yang belum pernah dirinya makan.


"Alex, kamu harus mencobanya juga ini enak," kata Natasya sambil memberikan satu suap dari Es Serut yang dicobanya.


Alex juga menjadi terkejut disuapin seperti itu, namun segera dia membuka mulutnya.


"Hmm, ya ini enak,"


Natasya langsung mengandeng Alex lagi, kearah permainan yang Natasya maksud.


Ini adalah permainan tembak-tembakan berhadiah.


"Kamu, tahu Alex. Aku sangat pintar menembak, mari lihat barang apa yang kamu inginkan dari hadiah-hadiah itu?"


Alex yang mendapatkan tawaran itu, lalu mulai menatap kearah daftar hadiah, ada berbagai macam hadiah disana, mulai dari boneka, ikat rambut, gantungan kunci, mainan dan yang lainnya, namun tatapan mata Alex tiba-tiba menatap kearah sepasang Liontin lucu disana, yang berbentuk hati dan kunci.


"Mungkin kotak yang itu?"


Natasya terkejut dengan hal yang Alex inginkan, namun dirinya segera mencoba untuk menembak hal-hal itu, dan itu benar-benar tepat sasaran sesuai yang Natasya bilang.


Sampai-sampai, penjualannya sangat kaget melihat betapa hebatnya gadis itu, yang langsung mendapatkannya dengan satu kali tembakan.


"Ini Nona hadiahnya, Nona sangat beruntung sekali, ini adalah sepasang liontin untuk sepasang kekasih, sepasang kekasih yang memakai liontin ini hubungannya akan langgeng, Saya yakin ini sangat cocok untuk Nona dan Pacar Nona," kata Penjual itu, sambil menyerah kotak hadiah, sambil menatap kearah Alex juga.


Mendengar bagaimana mereka berdua dijuluki sepasang kekasih, masing-masing menjadi merasa malu sendiri.


"Ah, Bapak ini bisa saja,"


Natasya hanya mengambil kotak itu, tanpa banyak kata-kata lalu segera pergi dari sana.


Setelahnya, mereka duduk disalah satu tempat duduk, dan Natasya segera memberikan kotak hadiah itu pada Alex.

__ADS_1


"Mau kamu berikan kepada siapa barang itu? Jangan bilang tiba-tiba kamu memiliki orang yang kamu taksir?"


Alex mengabil kotak itu, lalu memberikan liontin bentuk kuncinya pada Natasya.


"Huh?"


"Ini untuk Nona, ya semacam kenang-kenangan,"


Natasya lalu tertawa dan berkata,


"Kamu ini aneh, padahal jelas aku memberikan itu padamu sebagai kenang-kenangan kenapa sekarang di berikan padaku lagi?"


"Nona tidak ingin?"


Natasya segera mengambil liontin itu.


"Tidak-tidak, Aku pikir ini cukup lucu,"


Ya, malam itu nita berdua benar-benar menikmati malam indah mereka.


Berkunjung ke Pasar Malam, bahkan ada pertunjukan kembang api yang mereka lihat.


Alex dari tadi terus menatap ke arah Natasya yang tersenyum begitu indah terlihat sangat ceria dan bahagia.


Dirinya hanya berharap, Nona Natasya tidak marah setelah ini.


Berikutnya mereka pulang larut malam sekali, sampai Natasya tertidur di mobil.


Alex yang tidak ingin membangunkan Nonanya itu, segera mengendongnya Ala Bridal style sampai ke Kamar Natasya.


Ini juga pertama kalinya, Alex memasuki kamar itu.


Tepat sesuai dugaannya, Kamar itu terlihat cukup elegan dan rapi, dengan warna yang tidak terlalu mencolok, sesuai dengan Nona Natasya.


Setelahnya, Alex segera menempatkan Natasya ke tempat tidurnya, membantunya melepaskan sepatunya, dan mulai memakaikannya dengan selimut.


Menatap wajah tidur yang terlihat damai itu, Alex juga merasa senang, namun juga sedih, karena mungkin setelah ini dirinya tidak akan bertemu dengan gadis di depannya ini untuk beberapa waktu.


Alex diam-diam mulai mendekatkan wajahnya kearah Natasya, mendekat sampai jarak antara bibir mereka tinggal setengah centimeter, namun Alex segera bergerak ke atas dan mencium kening Natasya.


"Selamat tinggal, Nona. Mimpi indah,"


Dan setelahnya, Alex segera keluar dari kamar itu menuju ke kamarnya, dan segera membawa tas bersiap pergi dari rumah itu.


Ketika sampai di depan rumah, perasaan Alex menjadi sulit ketika harus meninggalkan rumah itu.


Lalu dirinya memegang liontin di tangannya.


"Nona Natasya, nanti kita pasti akan bertemu kembali, candy saat itu aku yakin aku akan bisa menjadi seseorang yang berguna untukmu, jadi sekarang jangan marah padaku karena aku pergi,"

__ADS_1


__ADS_2