Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 52: Tidak Bisa di Biarkan


__ADS_3

Ini adalah hari yang lainnya, dan seperti biasanya Alex masih begitu sibuk di meja kerjanya, sedang mengerjakan beberapa pekerjaan penting.


Sampai-sampai Alex dak sadari jika ini sudah memasuki jam makan siang, jika tidak karena sebuah pesan di ponselnya, dari Natasya.


'Kamu belum mengirimkan pesan, aku pikir kamu pasti sibuk bekerja sampai lupa jam makan siang, cepat pergi dan beli makan nanti perutmu sakit loh,'


Alex mendegar itu jelas merasa senang karena mendapatkan perhatian dari Natasya.


Segera Alex membalas pesannya,


Alex: Emm, aku sedikit lupa karena memang ada beberapa hal yang lupa Aku urus,


Natasya: Sudah Aku duga, kenapa kamu sekarang tidak ke Restoran dekat Kantormu itu? Makanan di sana enak aku juga menyukainya, Terima atas kirimannya sebelumnya,


Mendengar itu, Alex memiliki ide lagi.


Alex: Kamu mau Aku kirimkan lagi makan siang?


Natasya: Tidak perlu, aku kebetulan sudah memesan makanan,


Mendengar itu, Alex merasa sedikit kecewa, dirinya rupanya kalah satu langkah, tapi tidak apa-apa, itu artinya perhatian yang dia berikan juga dibalas oleh Natasya.


Mereka berdua saling barkirim pesan dengan senang, beli membicarakan tentang menu makan siang Natasya, dan hal-hal di kantor yang Natasya alami.


Alex membaca teks itu dengan antusias.


Sampai tiba-tiba, Alex merasa sakit perut, jadi di rumah segera meninggalkan ponselnya dan menuju ke kamar mandi.


Disisi lainnya, seseorang mengetuk pintu ruangan Alex tepat ketika Alex pergi ke kamar mandi.


Melihat tidak ada jawaban dari dalam ruangan, seseorang di luar itu segera masuk.


Serena menatap kearah ruangan itu yang kosong.


"Kenapa Alex? Bukankah seharusnya dia ada di ruangannya?"


Serena mulai berjalan memasuki ruangan itu menuju ke meja Alex, lalu mulai meletakkan kotak makan siang yang sudah dirinya beli untuk Alex, dirinya pikir Alex pasti lupa untuk pergi makan siang karena begitu sibuk jadi dirinya sengaja membelikan bekal makan siang untuk Alex dan dirinya sendiri, agar nanti mereka berdua bisa makan siang bersama.


Serena cukup senang ketika memikirkan rencana yang bagus ini.


Ya, dirinya yakin, Alex pasti juga tidak akan keberatan dan senang bisa mereka berdua makan siang bersama.


Seperti sebelumnya, ketika mereka makan siang bersama.


Memang, selama dirinya mengajak Alex keluar untuk makan malam bersama, Alex masih menolak, Serena pikir itu mungkin sifat malu-malu dari Alex.


Serena lalu memutuskan untuk duduk di kursi depan meja Alex.


Sampai tiba-tiba dirinya mendengar suara pesan dari sebuah ponsel.


Serena cukup penasaran, lalu melihat ternyata ada ponsel Alex yang berada di atas meja.


Setelahnya ada beberapa pesan lainnya di sana.


Serena yang penasaran itu, lalu melihat kearah layar ponsel.


Ada sebuah pesan akrab dari seorang gadis bernama Natasya disana.


"Nona Natasya? Siapa ini Natasya?"


Karena penasaran, Serena akhirnya mengambil ponsel itu, dan kebetulan ponsel itu tidak dikunci jadi dirinya mulai melihat pesan dari gadis bernama Natasya ini.


Isi pesan itu ternyata hanya biasa-biasa saja tidak ada yang terlihat spesial, hanya saja pesan-pesan ini berjalan cukup sering.


Terlihat dari riwayat percakapan percakapan sebelumnya di mana Alex ini sering mengirim pesan dengan gadis bernama Natasya ini.


Jelas sekali hal ini membuat Serena marah.


Apalagi, dibeberapa pesan, Serena melihat bagaimana Alex sangat perhatian dengan gadis ini.


Padahal selama ini, Alex aku jarang untuk membalas pesan yang dirinya kirimkan dan bahkan walaupun ada balasan itu hanya balasan singkat dan seperlunya saja, berbeda sekali dengan bagaimana Alex membalas pesan pesan dari jadi bernama Natasya ini, jelas Alex selalu bertanya lebih dulu seolah mencoba menjaga percakapan agar tetap mengalir.


Apalagi pesan-pesan ini dilakukan setiap hari.


Bahkan ada beberapa ucapan selamat pagi atau ucapan selamat tidur.


Dua orang itu terlihat sekali saling berbagi kisah kisah keseharian mereka, seperti terbagi beberapa foto.

__ADS_1


Serena juga melihat salah satu foto yang terlihat familir.


Tunggu, bukankah ini foto makan siang Alex tempo hari saat bersama dengan dirinya?


Jadi, alasan Alex mantap terus ke arah ponselnya dan bahkan mengambil foto itu ternyata untuk dikirimkan kepada gadis ini?


Perasaan kesal tiba-tiba meliputi hatinya.


Sial.


Serena lalu mulai menatap riwayat ponsel itu, lagi, lalu melihat juga ada sebuah kotak makan siang yang cukup familiar sama seperti yang dirinya bahwa.


Ya, ini juga kotak makan siang yang familir yang pernah Alex pesan katanya untuk Keluarganya.


'Terimakasih atas makan siangnya, Alex, aku sudah mencobanya dan ini enak,'


Ada pesan semacam itu setelah foto kotak makan siang.


Jadi, Alex yang membelikan makan siang itu?


Alex bohong soal bagaimana dia mengirimkan itu untuk keluarganya?


Jelas, gadis bernama Natasya ini bukan anggota Keluarga Alex.


Dirinya setidaknya tahu jika Alex hanya memiliki dua orang adik-adik laki-laki dan perempuan.


Adik laki-lakinya bernama Julio Smith, dan adik perempuannya bernama Alena.


Ketika Serena sedang melamun, tiba-tiba ponsel itu segera berbunyi lagi.


Kali ini adalah sebuah panggilan telepon.


Serena menatap ponsel itu dengan ekspresi penuh ragu.


"Apa-apaan gadis bernama Natasya ini? Kenapa dia begitu caper dan sangat centil pada Alex? Benar-benar menyebalkan apalagi pakai acara telepon telepon segala semacam ini,"


Karena kesal, akhirnya Serena mengangkat telepon itu.


"Hallo, Alex... Kenapa kamu belum membalas pesanku? Apakah kamu lagi-lagi sibuk bekerja?"


Ini adalah suara seorang gadis yang terlihat sangat akrab dengan Alex.


Sial, bahkan dirinya belum boleh diijinkan untuk memanggil nama Alexander dengan panggilan akrab seperti itu, dirinya malah disuruh memanggilnya Pak Presdir.


Dan gadis ini, bisa memanggil nama kecil Alex dengan bebas.


"Alex? Kenapa kamu tidak menjawab?"


"Ini bukan Alex,"


Di balik telepon, Natasya tentu saja kaget karena tiba-tiba mendegar suara dari seorang wanita dari nomor yang dipanggilnya.


Merasa ada yang salah, Natasya lalu mengecek lagi ponselnya, Natasha mengira dirinya mungkin salah memencet nomor telepon.


Namun ketika dirinya melihat ke arah ponsel itu, itu benar nomor Alex.


Hal ini jelas membuat Natasya penasaran sekaligus merasa gugup.


Lalu siapa gadis yang mengangkat ponsel Alex ini?


"Emm, Apakah kamu Asisten Alex?"


Ya, Natasya mulai menebak, bisa saja Alex memiliki semacam sekertaris atau asisten, dan Alex tiba-tiba ada rapat dadakan atau sesuatu sehingga meninggalkan ponselnya pada sekertaris nya?


"Aku tunangan Alex. Dan siapa kamu? Berani-beraninya menelepon Tunanganku Alex?"


Natasya yang mendengar bahwa itu adalah tunangan Alex jelas saja kaget.


Tidak...


Alex tidak pernah bercerita jika dirinya memiliki tunangan?


Tidak, lebih tepatnya sampai saat ini dirinya belum terlalu mengenal soal Keluarga Alex atau sesuatu, Alex sengaja belum memberitahu nya karena dia bilang nanti akan membuat kejutan ketika membawa dirinya bertemu keluarganya?


Jadi, Natasya memutuskan untuk mempercayai itu dan tidak lagi bertanya soal Keluarga Alex, karena dirinya pasti akan tahu nanti.


Namun apa-apa dengan Tunangan ini?

__ADS_1


Alex sudah memilih Tuangan?


"Kamu tunangan Alex?"


"Ya, jadi kamu dimasa depan jangan lagi mengaggu dan mendekati Tunanganku, Alex. Orang Tua kami yang menjodohkan kami berdua. Dia tidak pernah cerita padamu bukan?"


Natasya terdiam setelah mendengar kata-kata itu mentah kenapa tiba-tiba hatinya merasa ada sedikit retakan dan tidak nyaman.


Perasaan apa ini?


Apakah dirinya cemburu setelah tahu Alex memiliki Tunangan?


"Ya, Dia tidak bercerita padaku,"


"Hah, jelas saja dia akan bercerita apapun tentangku karena dia memang sengaja menyembunyikannya darimu, mau tahu alasannya? Itu karena dia mendekatimu hanya untuk bermain-main dengan mu, kamu jangan terlalu terbawa perasaan oleh dia, karena Alex adalah milikku,"


Natasya mendengar itu jelas sekali merasa semakin tidak nyaman.


Dirinya tahu jika, mungkin saja Alex memang memiliki Tuanangan atau sesuatu, ketika benar-benar menerima kabar ini perasaannya menjadi semakin buruk.


Apakah ini karena perhatian Alex padanya?


Walaupun mereka belum kenal ama namun mereka cukup dekat sampai bisa berbagi tentang keseharian mereka namun tidak hanya itu.


Dan Alex selama ini lalu berada di sisinya dan membantunya, juga selalu baik padanya.


Namun ternyata selama ini Alex hanya main-main?


Jadi setelah ingatan Alex kembali, alasan kenapa dia pergi mungkin karena dia teringat lagi dengan tunangannya itu orang yang dia cintai.


Hah...


Dan pertemuan tidak sengaja itu...


Dirinya yang awalnya mencegah Alex untuk pergi.


Jadi selama ini orangnya yang salah paham tentang kebaikan ini?


"Kamu dengar Aku? Kamu jangan dekat-dekat lagi dengan Tunanganku Alex,"


Lalu ponsel itu segera di matikan oleh Serena.


Segera Serena mulai menghapus beberapa pesan dan juga riwayat panggilan dari Natasya.


Serena tersenyum ketika melakukan itu.


Dirinya hanya berharap, gadis bernama Natasya ini makan percaya dengan semua omong kosong yang dirinya katakan.


Kamu yang dirinya katakan tidak sepenuhnya omong kosong, memang dirinya dan Alex di jodohkan oleh orang tuanya bukan?


Ya, ini harus.


Dirinya jelas tidak bisa membiarkan mereka berdua dekat.


Dirinya akan melakukan sesuatu soal ini.


Mungkin kata-kata saja tidak cukup.


Serena lalu mulai mencatat nomor Natasya ini, mungkin akan bisa dirinya hubungi nanti.


Serena lalu mendegar pintu kamar mandi yang terbuka, sepertinya Alex berada disana.


Serena buru-buru mengembalikan ponselnya ke tempat semula.


Lalu segera menyapa Alex.


"Ah, Pak Presdir... Ternyata anda di kamar mandi,"


"Huh? Serena? Sedang apa kamu di Ruanganku?"


"Aku membawakanmu makan siang, sepertinya kamu begitu sibuk sampai lupa untuk membeli makan siang,"


Alex menatap bekal makan siang itu, merasa tidak tertarik.


"Kamu tidak perlu repot-repot aku sudah pesan makanan untuk aku makan,"


"Tapi Kak Alex...."

__ADS_1


"Serena, sudah aku bilang sebelumnya jangan memanggil namaku seperti itu ketika berada di kantor. dan lagi aku paling tidak suka ada seseorang memasuki ruangan ku tanpa izin, hanya kamu segera keluar dari ruangan ku,"


Mendengar Alex terlihat marah itu, Serena tidak bisa berbuat apa-apa.


__ADS_2