Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 27: Teman Baru


__ADS_3

Pada akhirnya, pagi itu Alex ijin tidak mengikuti pertemuan karena alasan Kepalanya sangat sakit.


Natasya yang saat ini tiba-tiba di telepon Alex itu, jelas merasa cemas,


"Astaga, kepalamu sakit lagi? Apakah perlu aku mengantarmu ke Rumah Sakit lagi?"


Alex yang berada di ujung telepon setelah mendengar kata-kata penuh kekhawatiran jelas saja merasa bersalah.


Kepalanya tentu tidak sakit ini hanya alasan yang dibuat-buat agar dirinya bisa tidak mengikuti rapat penting itu.


Namun, merasa dikhawatirkan oleh seseorang ini jelas membuat dirinya senang.


"Tidak usah Nona, mungkin saya hanya sedikit lelah dan butuh istirahat atau tidur setelah meminum obat, jadi sepertinya aku tidak bisa mengikuti rapat ini,"


"Ah, ya ya, tidak masalah kamu tidak perlu ikut nanti aku akan memberitahumu sudah ada hal-hal penting, yang penting adalah kesehatanmu, segera minta supir untuk mengantar mau pulang, fisika aku sudah selesai aku akan menelepon supir agar dia menjemputku,"


"Ya, terimakasih banyak Nona. Namun apakah tidak masalah untuk Aku tinggal? Aku takut mungkin terjadi sesuatu di jalan nanti,"


"Tenang saja, pulanglah istirahat nanti kamu bisa menyusul nanti siang untuk ke kantor, tidak akan terjadi apa-apa aku hanya akan berada di gedung ini langsung kembali ke kantor tidak akan mampir ke mana-mana,"


"Ya, semoga Nona baik-baik saja dan semuanya lancar,"


"Terimakasih banyak,"


Disamping Natasya kebetulan ada Alena yang duduk di sampingnya.


Tepat setelah Natasya menyelesaikan teleponnya itu, Alena segera bertanya,


"Siapa itu, Kak Natasya? aku melihat ketika kakak sedang menerima telepon itu awalnya wajah Kakak terlihat sangat senang, apakah itu mungkin Kekasih Kakak?"


Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba itu, Natasya jelas merasa malu.


"A... Apa? Apakah lihat seperti itu?"


"Ya, jika kakak melihat telepon sebelumnya kakak terlihat tersenyum sendiri hanya ya terlihat seperti menerima telepon dari Kekasih Kakak,"


"Tidak-tidak, sungguh ini hanya Asistenku,"


"Hanya Asisten?"


"Semacam itulah, dia sangat hebat dan cekatan, padahal aku ingin memperkenalkan mu padanya, sayang sekali dia tidak bisa datang karena dia mendadak sakit,"


"Ah begitu, sayang sekali,"


Mereka mungkin baru berkenalan sebentar namun entah kenapa Natasya rasa syukur nyaman untuk berbicara dengan gadis yang baru ditemuinya itu.


Mereka sudah langsung akrab dan mulai membicarakan banyak hal sejak bertemu.


Ya karena memang pertemuan itu masih lama untuk dimulai.

__ADS_1


Natasya kali ini benar-benar merasakan mendapatkan seorang adik perempuan yang manis dan baik hati, juga sekaligus seorang teman.


Di dunia semacam ini, orang-orang yang mendekatinya dari dulu pasti selalu menginginkan sesuatu dari dirinya, entah itu untuk koneksi atau hal-hal lainnya, enggak susah untuk mencari yang benar-benar tulus dan bisa dipercaya.


Setelah bertemu dengan gadis di depannya ini entah kenapa dirinya langsung merasa jika itu adalah seorang gadis yang baik.


Dan ternyata sangat menyenangkan untuk berbicara dengannya, mereka berbicara berbagai topik dan sangat nyambung, mulai dari jurusan kuliah, sampai hal-hal di Perusahaan, bahkan sampai beberapa merk perawatan kecantikan terkini.


"Alena, bolehkah aku meminta nomor ponselmu? Lain kali kita bisa bertemu di luar untuk sekedar ngobrol-ngobrol, merasa cukup asik untuk berbicara denganmu kamu adalah seorang gadis yang pintar," kata Natasya menyerahkan ponselnya agar Alena menulis nomornya.


Mendengar itu, Alena lalu tersenyum dan mengambil ponsel itu, menulis nomornya tanpa banyak berpikir.


"Tentu saja, Kak Natasya lalu bisa menghubungi ku kapan saja jika aku tidak begitu sibuk,"


"Tapi kamu sepertinya segitu sibuk bukan? Lagu mengurus pekerjaan juga sambil kuliah?"


"Aku sudah memasuki semester pertengahan, saat ini tidak begitu sibuk dan juga aku tidak memiliki begitu banyak kegiatan di kampus jadi tidak masalah untuk mengurus hal-hal ini, sebelumnya Aku juga sering membantu kakakku untuk mengurus perusahaan jadi aku tetap beradaptasi,"


Tepat kartika pembicaraan itu mengarah kepada Kakak Alena itu, Natasya merasa ekpersi wajah Alena menjadi begitu sedih.


"Ya, Kakakmu pasti juga adalah orang yang hebat, karena memiliki adik secakap kamu, aku begitu kirim memiliki saudara-saudara yang akrab seperti itu,"


Mendengar itu, Alena mencoba menormalkan ekspresinya mulai sedikit menenangkan dirinya.


Kepergian Kakaknya Alexander begitu tiba-tiba, dan itu masih membuat Alena sangat trauma dan sedih.


"Aku sebenarnya anak tunggal, embun di rumahku memang aku memiliki seorang saudara angkat, namun ya hubunganku dengan nya sangat buruk,"


"Dalam persaudaraan memang terkadang wajar untuk bertengkar, juga terkadang sering bertengkar dengan kedua Kakakku itu, terutama dengan kembaranku Kak Julio,"


"Ah, ini benar-benar berbeda dari pertengkaran biasa... Urusan keluargaku cukup rumit,"


Alena lalu mulai memikirkannya, dalam beberapa Keluarga Besar, emang sering kali terlibat pertikaian antar saudara mungkin ini semacam perang untuk memperebutkan harta warisan.


Sangat beruntung di Kelurganya tidak ada hal semacam itu antara dirinya dan saudara-saudaranya, bertiga memiliki hubungan yang baik.


"Begitu, Aku yakin Kak Natasya akan baik-baik saja. Jika Kak Natasya mau, kakak boleh menganggapku sebagai adik kakak sendiri Aku akan sangat senang, aku selalu ingin memiliki seorang kakak perempuan namun aku hanya memiliki Kakak laki-laki,"


"Pfff... Tentu saja aku tidak keberatan memiliki adik perempuan sepertimu. Senar kamu memiliki dua Kakak bukan? Yang satu Saudara kembarmu?"


"Ya, dia Kak Julio. Kakakku yang itu tidak begitu tertarik dengan urusan perusahaan, sepertinya dia punya mimpi sendiri atau semacamnya, dia orang yang berjiwa bebas, dan bahkan sekarang dia masuk ke jurusan seni,"


"Begitu, Julio ini mungkin dia memiliki keinginan untuk menjadi seorang aktor seperti Mamamu?"


"Entahlah, Aku juga sebenarnya tidak begitu tahu soal mimpinya, tapi seperti tidak begitu, lu ketika masih cukup kecil dia mencoba memasuki dunia akting seperti Kakakku, hanya saja tiba-tiba dia berhenti, Kak Julio benar-benar berbeda dengan Kakak tertuaku, Kak Alex,"


Mendengar nama Alex, Natasya menjadi kaget.


Apakah memang nama ini cukup pasaran?

__ADS_1


Ini benar-benar sangat kebetulan.


Namun jelas, Natasya gitu berani membahas atau bertanya soal Kakak tertua Alena, itu malah membuat gadis itu sedih seperti sebelumnya jadi dirinya mencoba menanyakan soal Kakaknya Julio ini.


"Dia juga pernah masuk ke Industri Hiburan?"


"Ya, begitulah, hobi dia memang berubah-ubah, tapi yang jelas Kak Julio sangat menyukai melukis, pisang buatannya sangat bagus itulah kenapa dia memasuki Fakultas Seni,"


"Wow, mungkin nanti dia akan menjadi seorang seniman yang hebat,"


"Ya, semacam itulah,"


"Berarti apakah kamu yang akan mengurus Perusahaan setelah ini?"


Mendengar pertanyaan itu, tatapan Alena beralih dari Natasya, ambil menatap belas yang ada di depannya seolah memikirkan seseorang.


"Aku juga tidak tahu. Hanya... Kak Alex yang harusnya mengurus semua ini... Kak Alex adalah orang yang sangat pintar sejak kecil, dia hebat saat memasuki Dunia Hiburan dulu, dia juga sangat hebat bermain musik terutama Piano, juga bisa mengurus dan bekerja di perusahaan dengan sangat baik, ku benar-benar tidak bisa dibandingkan jika dengan Kakakku itu, kita tidak tahu apakah kedepannya aku bisa mengurus semua ini,"


Melihat tatapan Alena yang seolah menanggung beban berat itu, Natasya jadi tidak nyaman juga, ya Alena sepertinya jelas lebih muda dari dirinya namun sepertinya hidupnya juga tidak semudah itu.


Ya, orang memang selalu memiliki masalahnya sendiri-sendiri.


Dirinya ketika lebih mudah juga memiliki banyak masalah, terkadang dirinya takut bahkan ketika mencoba memasuki Perusahaan.


Tekanan dari Keluarganya, harapan mereka, juga pendapat orang-orang di sekitarnya sejak kecil, permusuhan dari Ibu Tirinya.


Semuanya selalu terasa berat namun dirinya mencoba pelan-pelan untuk beradaptasi.


"Kamu tidak perlu terlalu memikirkannya, yang penting lakukan saja yang terbaik,"


Mendengar kata-kata memengakan itu, Alena lalu tersemyum,


"Kak Natasya sangat baik. Ingatkan Aku kepada Kak Alex, dia juga sangat baik dan selalu memberiku semangat, jika saja dia masih hidup aku pasti akan memperkenalkan kalian, kalian mungkin akan cocok,"


Natasya yang mendengar itu jelas tidak bisa berkomentar.


Alena ada tidak lagi melanjutkan kata-katanya karena sepertinya ingatan sedih kembali memasuki hatinya.


Tidak lama setelah itu, tara peserta pertemuan ini juga segera masuk satu demi satu.


Dan begitulah pertemuan itu akhirnya segera dimulai ketika semua orang datang termasuk lain besar yang mengadakan pertemuan ini.


Baik Natasya atau Alena medengarkan presentasi dari Klaien soal proyek baru yang akan dibangun ini dengan baik.


Dua-duanya lihat sangat senang hari ini karena berhasil mendapatkan seorang teman baru yang berharga.


Natasya mulai memikirkan ini, dirinya jelas harus memperkenalkan pada Alex teman barunya ini, mungkin di pertemuan berikutnya ketika dirinya bertemu dengan Alena lagi?


Sayang sekali, hari ini Alex sedang sakit, dirinya hanya bisa berharap jika keadaannya baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2