Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 54: Rencana Natasya


__ADS_3

Siang itu, Natasya seperti biasanya sibuk di ruangannya mengurusi beberapa proyek yang akan datang.


Sampai tiba-tiba dirinya mendapatkan telepon dari seseorang.


"Hallo, dengan siapa ini?"


'Apa benar ini Nona Natasya perwakilan dari Scarett Group?'


"Benar, saya sendiri. Kalau boleh tahu ada apa?"


Percakapan itu dimulai dengan perkenalan dari orang yang meneleponnya Natasya ternyata CEO dari salah satu Perusahaan Besar yang sedang merencanakan pembangunan perumahan.


Dia mulai menawarkan proyek ini, apakah Natasya tertarik bergabung atau tidak.


'Saya bisa melihat kinerja dari proyek-proyek yang sebelumnya anda tangani dan ini sangat bagus saya tertarik untuk bisa bekerja sama dengan anda di proyek saya,'


Natasya mulai memikirkan soal Proyek Pembagunan Perumahan ini, sebelumnya ada rumor tentang salah satu perusahaan besar yang akan melakukan pembangunan perumahan di Kota S.


Proyek ini cukup menguntungkan dan bagus, dirinya juga kebetulan mencari informasi tentang project ini, berusaha agar perusahaannya juga bergabung untuk pelaksanaan Proyek ini, dan nama tau malah CEO nya menghubungi dirinya?


Benar-benar suatu hal yang sangat baik.


Namun bagaimana Pak CEO itu tahu dan menghubungi dirinya?


Memang sih, ada informasi yang tersebar soal proyek yang dirinya kerjakan.


Namun entah bagaimana itu pokoknya ini adalah hal yang baik.


Jadi tanpa banyak berpikir lagi, Natasya lalu berkata,


"Tentu saja, Saya dan Perusahaan Saya sangat senang jika kami bisa ikut bergabung dalam proyek yang saat ini Bapak jalankan,"


'Ya, itu kabar yang bagus. Nanti saya akan menghubungi anda berikutnya soal perencanaan proyek ini lebih lanjut,'


"Baik, Terimakasih banyak,"


Setelahnya telepon itu segera dimatikan.


Ini benar-benar hal yang sangat bagus, lagi-lagi dirinya mendapatkan project yang bagus jika dihitung hitung memang semua harus bagus terjadi belakangan pada dirinya.


Yah, kecuali soal kecelakaan proyek tempo hari.


Jelas, tidak diam saja dan membiarkan proyek itu kacau begitu saja, walaupun saat ini semuanya sudah baik-baik saja dan pembangunan dilanjutkan setelah dirinya berhasil membujuk beberapa investor untuk tetap melanjutkan project ini.


Namun misteri kenapa semua hal itu bisa terjadi tentu saja harus diungkapkan.


Ukhh, mungkin dirinya akan mencoba berbicara dengan Ayahnya soal hal ini.


Ketika Natasya sedang memikirkan itu, ada sebuah pesan masuk.

__ADS_1


Natasya menatap nama pengirim pesan dengan ekpersi rumit.


Ini dari Alex, yang bertanya apakah ada hal baik yang terjadi pada dirinya?


Natasya rasanya akan selalu berbagi kabar kabar yang baik seperti tentang bagaimana dirinya mendapatkan project bagus seperti ini pada Alex.


Namun, mengigatkan beberapa hal sebelumnya, Natasya memutuskan untuk tidak membalas pesan itu.


Dirinya rasa, tidak perlu menjadi begitu dekat.


Dan setelah menormalkan ekpersinya sesuai rencananya, Natasya lalu berjalan menuju ke Ruangan tempat CEO berada.


Namun saat di lantai paling atas, tepatnya di lantai Ruangan Ayahnya, Natasya bertemu dengan sosok yang familir.


"Selama siang, Ibu,"


Ya, itu adalah Marissa, Ibu Tirinya Natasya.


Tentu saja, ekpersi wanita itu terlihat sangat buruk dan menjukan wajah dingin ketika menatap Natasya.


"Jangan berpura-pura sok manis. Mau apa kamu ke Ruangan CEO?"


"Aku hanya menyapa dengan ramah, tidak bermaksud apa-apa Ibu. Dan soal kenapa Aku ke Ruangan CEO, ini hanya menyangkut soal pekerjaan,"


"Cih, dasar tukang cari muka. kamu lihat aku akan pastikan bahwa kamu tidak akan pernah mendapatkan posisi yang kamu inginkan, ataupun menerebut Perusahaan ini dariku. Kamu tahu? Aku sudah berhasil mendapatkan persetujuan dari salah satu pemegang saham Perusahaan yang memegang lebih dari 5% Saham. Kamu tahu apa artinya ini?"


Jelas, dirinya tahu, hal yang paling penting dalam penentuan posisi CEO, tidak hanya soal kecakapan dan prestasi.


Apapun prestasi yang dirinya miliki, jika persentase Para Pemenang Saham yang mendukungnya kurang, ini tetap percuma.


Bahkan dengan dukungan Ayahnya, ternyata cukup sulit untuk menengtang Ibu Tirinya ini.


Sial, dengan begini apakah nanti Ibu Tirinya akan unggul saat vote pemilihan CEO baru?


Hanya memikirkan ini membuat dirinya pusing.


Namun jelas, Natasya tidak menunjukkan hal itu dan hanya tersenyum.


"Apakah begitu? Mari nanti lihat saja saat Rapat,"


"Kamu jangan sombong dulu, dasar Anak Pelacur tidak tahu malu!!" Kata Marissa lalu segera masuk ke dalam lift.


Natasya menatap kepergian itu dengan ekpersi kesal.


Ada saat dimana dirinya selalu berusaha untuk mendapatkan kasih sayang dari wanita barusan, seseorang yang pernah di dunia anggap sebagai Ibunya sendiri.


Namun ternyata bukan dirinya yang memiliki masalah, kan dirinya yang salah, hanya saja Ibu Tirinya terlalu keras kepala dan membenci dirinya atas apa yang dia alami dimasalalu, masa kebencian dan dendam yang tidak bisa membuka hatinya, dan membuat dia buta.


Natasya tidak menyesal, setidaknya dirinya mencoba mendapatkan posisi CEO ini, agar tidak ada lagi orang yang bisa menentang nya atau memandang rendah dirinya.

__ADS_1


Setelah menormalkan ekpersinya, Natasya segera menuju ke Ruangan Ayahnya, bersama dengan dokumen yang dirinya dapatkan.


Ya, dirinya sudah menyelidiki soal Insiden itu, Awalnya bisa ada bukti yang berhasil dirinya temukan saat penyelidikan pertama.


Namun tidak lama setelahnya, anak buahnya menghubungi jika mereka kisah menemukan petunjuk yang cukup bagus untuk mengarah kepada pelakunya.


Pelakunya di curigai seorang wanita parubaya, yang menyuruh seseorang.


Natasya yang melihat bukti itu pada awalnya jelas ragu.


Namun melihat ada beberapa petunjuk yang memang mengalah kepada Ibu Tirinya itu, Natasya jelas tidak bisa tinggal diam.


Saat ini, Natasya sudah jadi ruangan Ayahnya itu.


Natasya melihat wajah Ayahnya yang terlihat pucat.


"Ayah? Ada apa?"


"Natasya? Kamu disini? Itu artinya kamu bertemu dengan Ibumu bukan?"


"Ya, itu benar."


"Itu artinya kamu juga sudah tahu soal apa yang terjadi?"


"Ya, soal Ibu yang berhasil mendapatkan suara tambahan dari salah satu pemegang saham?"


"Hah, itu benar. Bahkan dengan porsi saham yang ayahmu ini memiliki cukup sulit untuk menentang dia dan para pengikutnya, terutama nanti saat Rapat umum,"


Natasya juga mengerti soal hal itu, lalu mulai menyerahkan dokumen yang dibawanya pada Ayahnya.


"Aku mengerti soal itu. Namun lihat Aku baru saja menemukan sesuatu yang menarik, ini soal kasus yang Aku alami sebelumnya, Aku pikir Ayah juga harus tahu,"


Merasa penasaran, Ayah Natasya itu lalu mulai membuka dokumen dokumen itu.


Dan setelah membaca isinya dia menjadi terkejut.


"Apa? Pengelapan Dana Proyek yang dilakukan oleh Florencia dan Marissa? Lalu, Kecelakaan itu, ternyata adalah ulah Marissa, Ibumu?"


Natasya hanya bisa mengangguk ketika mendengar pertanyaan itu.


Lalu segera berkata,


"Ya, mungkin bukti-bukti ini bisa berguna nanti saat rapat? Mungkin bisa menjatuhkan beberapa reputasi mereka. Bahkan dengan mereka memiliki pengaruh yang besar, jika skandal macam ini muncul, jelas mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa, karena ini bisa memperharuhi citra Perusahaan,"


"Kamu benar, kita harus segera menyiapkan untuk rapat nanti dan menuju ke semua bukti-bukti ini. Kamu cukup bagus menemukan semua hal ini,"


Natasya juga merasa senang, dirinya awalnya hanya menyuruh menyelidiki soal Kecelakaan, namun anak buahnya, kan malah menemukan lebih banyak informasi lebih dari dirinya kira.


Ini benar-benar sebuah keajaiban, hal-hal baik terjadi padanya.

__ADS_1


__ADS_2