
Saat ini di Aula Hotel, terlihat sebuah ketegangan yang terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Scarett Group itu.
Orang-orang di dalam pesta masih sangat tercengang oleh hal-hal di Video, namun bukan itu masalahnya.
Yang membuat suasana menjadi buruk karena saat ini tengah dilakukan Vote pemilihan CEO Baru.
Beberapa pemegang Saham terlihat sudah mulai menentukan pilihannya, dan di depan layar, sudah terlihat dengan jelas hasil vote sementara.
Hal ini, jelas, berkat reputasi seseorang menjadi rusak, pemilihan terlihat berat sebelah.
Namun tetap saja hasil dari Vote masih membuat orang-orang cukup tegang.
Terutama saat ini, ketika hampir semua orang sudah melakukan Vote, namun entah bagaimana, Sisi Florencia tetap mendapatkan vote yang lumayan.
35% Vote,
Sisanya, 45% Vote sudah menjadi milik Natasya.
Tersisa, 20% Vote dari Dua Investor Besar Perusahaan itu.
Salah satunya adalah milik D.A Group yang saat ini terlihat ada di pihak Florencia, terlihat dari perwakilan D.A Group duduk di barisan sekitar Florencia, bersama pengikut lainnya.
Dan satu lagi, Investor Misterius yang baru berinvestasi sebelumnya, yang saat ini identitasnya belum ditampilkan.
20% ini bisa merubah segalanya.
Natasya jelas menjadi tegang dan cemas saat ini, karena 20% yang kurang ini benar-benar bisa menentukan posisinya.
Apakah akan menang atau kalah.
Dan lagi, dirinya tidak tahu pasti pemegang saham yang satunya milik siapa.
Bagaimana ini?
Dan lagi, kenapa D.A Group bisa ada di pihak Florencia?
Bukankah mereka harusnya ada dipihak Ayahnya?
Tidak, Natasya cukup kenal dengan Perwakilan mereka, D.A Group ketika akan memikah pihak yang menguntungkan mereka.
Lalu, Apakah Ibu Tirinya memberikan penawaran yang bagus untuk mereka?
Sial.
Bagaimana sekarang?
"Baik, sekadang adalah giliran Perwakilan D.A Group dan Perwakilan dari AX Investment yang akan memberikan Vote,"
Ketika nama-nama itu di sebut, semua orang jelas menjadi tercengang.
Pasalnya, semua orang tahu jika dua perusahaan itu adalah musuh.
Bahkan Perwakilan dari D.A Group terlihat tercengang melihat hal ini, bahwa Pemilik Saham baru adalah musuh mereka.
Sekarang bagaimana?
Orang benar-benar tidak tahu, akan seperti apa, Suasana menjadi semakin panas.
Lalu masing-masing perwakilan segera naik ke lokasi yang disediakan untuk Vote.
Alex dengan cemas menatap kearah depan, dimana Ayahnya, Antony yang menjadi perwakilan.
Yah, sebenarnya dirinya ingin maju menjadi perwakilan, namun masih takut untuk muncul sekarang, apalagi ada Perwakilan dari D.A Group.
Antony awalnya maju ke depan dengan tenang, sampai dirinya berpapasan dengan Perwakilan D.A Group.
"Jadi, ini CEO AX Investment yang terkenal itu? Anda benar-benar mirip Putra Anda," sapa pria muda itu dengan ekpersi senyuman arogannya.
Antony menatap senyuman palsu itu, yang benar-benar mirip dengan Geovanni yang licik itu.
__ADS_1
Tidak Ayah, dan Anak, sepertinya mereka berdua sama-sama licik.
Dan ini juga orang yang sama yang mencelakakan Putranya, namun dia dengan berani bicara sangat tenang di hadapannya?
Tanpa rasa takut atau rasa bersalah?
Antony jelas tidak tertarik untuk menyapa balik orang itu, melihat sikap arogannya saja, Antony sudah sangat kesal dan marah, dia hanya terus masuk ke depan dan menuju ke tempat Vote.
Ya, Vote maju ke depan seperti ini jelas hanya berlaku untuk beberapa Pemegang Saham yang memilki porsi besar, untuk pemegang saham biasa, vote biasanya hanya dari kursi yang disediakan tombol vote.
Perwakilan dari D.A Group itu, juga tidak begitu peduli dengan sapaannya yang tidak dibalas.
Dia memilih rencana lainnya, toh semua sudah seperti ini dan berantakan, saatnya memilih rencana kedua.
Natasya juga menatap kearah kedua orang itu dengan cemas.
Pemimpin AX Investment itu?
Kenapa wajahnya terlihat Familir?
Tapi jika di lihat lagi, itu memang berbeda.
Ummm, mungkin hanya perasaannya saja?
Gara-gara pikirannya penuh dengan Alex belakangan ini, sampai-sampai salah mengira orang dengan wajah Alex.
Suasana sangat hening sekarang, Florencia di sisi lainnya masih coba ditenangkan oleh Marissa.
Sampai kemudian, hasil Vote segera muncul di layar proyektor.
35% Florencia
65% Natasya
Ini adalah kemenangan yang cukup-cukup mutlak, artinya sebagai Besar Pemegang Saham ada di pihak Natasya, berangkat depannya tidak akan sulit jika CEO mengambil keputusan.
Jujur, Natasya juga sangat kaget dengan itu, tidak mengira jika perwakilan dari Dua Perusahan Besar itu akan benar-benar memberikan Vote padanya?
Florencia dan Marissa yang melihat itu, jelas saja marah.
Ini jelas tidak seperti kesepakatan yang dirinya buat dengan Perwakilan D.A Group itu?
Sial, dirinya juga jelas melihat tadi ekpersi wajah yang tidak enak dari Perwakilan mereka ketika Video dirilis.
Sial, kenapa semua berantakan seperti ini?
Sayangnya, Florencia dan Marissa hanya bisa marah, dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Selamat Pada Nona Natasya, Anda sudah mendapatkan 65% Suara dalam pemilihan,"
Itu langsung disambut tepuk tangan dari semua orang, Natasya lalu mulai maju ke depan, dan ada beberapa perayaan disana dan pidato sambutan, dan bagaimana Ayah Natasya juga kedepan untuk melakukan serah terima jabatan.
Alex sendiri walaupun tidak mengira dengan hasilnya, dia sangat senang.
Yang paling penting Nona Natasya bisa menang.
Namun sayangnya, Alex tidak bisa mengucapkan selamat sendiri sekarang, hanya bisa menatap dari jauh ketika beberapa orang mulai memberikan ucapan selamat padanya.
Sampai kemudian, Alex melihat ketika Perwakilan dari D.A Group mendatangi Natasya.
Alex yang kepo, jelas gerangan dekat dan ingin tahu apa yang mereka bicarakan.
Yang Alex lihat adalah bagaimana Pemuda itu menjabat tangan Natasya dengan lembut dan cukup lama, lalu segera mengambilkan sebuket bunga lalu diberikan pada Natasya.
"Selamat atas pengangkatannya, untuk Nona Natasya yang cantik,"
"Berhentilah basa-basi, Apa maksudmu?"
Pemuda dihadapan Natasya itu jelas tahu apa yang Nataysa tanyakan.
__ADS_1
"Apa? Aku hanya mengambil keputusan yang menguntungkanku, tidak ada hal yang baik jika Aku memberikan Vote pada mereka, toh itu tetap tidak membuat mereka menang, Eksekutif yang ditentang oleh Anggota Direksi jelas bukan hal yang baik dan menungguntungkan,"
Natasya yang mendengar itu lalu tertawa dan berkata,
"Benar-benar sesuai gayamu,"
"Terimakasih atas pujiannya. Hanya jika Kakak menjadi lebih muda, mungkin Aku akan mempertimbangkan untuk melamarmu," katanya lagi, sambil memberikan buket bunga itu ketabahan Natasya dan mencium i Natasya dengan lembut.
"Dasar Bocah, berhenti bicara omong kosong,"
Natasya jelas tahu jika hal yang dikatakan pemuda didepannya itu hanya omong kosong tidak ada artinya, karena Nataysa tahu orang didepannya itu memang aneh.
Namun jelas kata-kata itu bisa disalah artikan oleh beberapa orang, misalnya saja Alex.
Sialan!!
Apa-apaan bocah tengil Brengsek itu berkata hal-hal seperti itu pada Nona Natasya?
Alex sudah dari awal tidak suka ketika melihat wajah itu, wajah bermuka dua, orang yang juga pernah membuatnya celaka, sayangnya dirinya tidak memiliki cukup bukti untuk memasukkan orang itu ke penjara.
Sialan!!
Alex yang menatap itu lalu menjadi kaget ketika seseorang menepuk pundaknya.
Itu adalah Ayahnya.
"Papa jangan mengagetkanku saja,"
"Jadi gadis itu incaranmu?"
Alex yang ditanya oleh ayahnya itu jelas langsung memiliki wajah yang sedikit memerah karena malu.
"Ukhh... Papa sungguh jangan mengodaku,"
"Alex, kamu itu sepertinya kurang tegas dalam mengambil momentum, harusnya hari ini kamu yang maju dan menjadi perwakilan, dan akan lebih baik juga jika kamu melamarnya disaat seperti ini, mempersembahkan Saham-sahammu padanya, Ah kamu ini kurang garcep,"
Alex yang dinasehati Ayahnya itu jelas merasa malu juga, kan berarti dirinya tidak pernah memikirkan itu...
Hanya saja...
"Tapi Aku hanya ingin dia memandangku sebagai Alex, bukan karena uang yang aku punya, bukan karena kedudukan ku, atau dari Keluarga mana Aku berasal, Aku hanya ingin melihat dia memandangku sengaja Alex, dan menyukaimu sebagai Alex. Tapi toh, nanti akan ada saatnya dia tahu,"
Mendengar kata-kata Putranya itu, Antony lalu sedikit tertawa, dan berkata,
"Hmm, jadi begitu. Papa mengerti maksudmu, kamu cukup bijak. Tapi mungkin beberapa orang memiliki beberapa pendekatan yang berbeda,"
Antony juga jadi teringat soal hal-hal dimasalalu, yah bagaimanapun juga dirinya juga melakukan hal yang hampir mirip untuk mendapatkan hati Istrinya, Emelin, Istrinya yang memandangnya sebagai Antony, bukan karena Keluarganya atau Latar Belakangnya, dan itu sebenarnya perasaannya yang mengenyangkan, karena toh pada akhirnya dirinya tetap akan mempersembahkan semua miliknya padanya, sampai sekarang mereka hidup bahagia.
"Aku tahu, Aku tahu. Aku segera akan mencari momentum yang tepat,"
Dan begitulah ketika Rapat itu berakhir.
Alex lalu mengecek ponselnya, dan ternyata ada pesan dari Nonanya itu.
"Alex, Aku berhasil,"
Kata-kata singkat, Alex melihat dari jauh ketika Natasya keluar dari Aula, menatap kearah ponselnya dengan senang setelah terlihat mengirimkan pesan.
Ah...
Itu pesan untuknya?
Jadi itukah ekpresi yang Nonanya tujukan ketika mengirimkan pesan padanya?
Namun segera ekpersi bahagia itu, hilang, ketika Natasya mengapa ponselnya dengan ekspresi sedih, seolah sangat menyesal mengirimkan pesan itu.
Alex yang menatap dari jauh jelas menjadi heran.
Sial, ini jelas ada yang terjadi bukan?
__ADS_1