
Hari-hari telah berlalu begitu cepat, saat ini Alex sudah kembali ke perusahaan setelah seluruh Ingatannya hampir pulih.
Tentu saja, melihat kedatangan Alex, semua orang sangat terkejut, tidak mengira jika Pak Presdir mereka ternyata masih hidup.
Soal masalah-masalahnya sebelumnya, Alex juga sudah memutuskan untuk tidak lagi bersembunyi, hanya lebih banyak waspada dan membawa Bodyguard lebih banyak, termasuk kepada dirinya dan seluruh anggota Keluarganya.
Dirinya mulai memikirkan, bahkan mungkin walaupun ada kabar kematiannya, musuh tidak akan gentar untuk tetap menyerang, mungkin lebih baik dirinya muncul dan mengeluarkan deklarasi perang pada mereka.
Lihat, dan tunggu, jika sampai mereka berani melakukan hal-hal abis lihat apa yang keluarganya akan lakukan pada mereka.
Namun sepertinya, dua minggu berlalu, tidak ada pergerakan dari mereka.
Namun jelas, Alex tetap tidak bisa menurunkan penjagaannya.
Di hari-hari yang berlalu ini sebenarnya tidak ada begitu banyak hal yang terjadi kecuali, kedekatannya dengan Emma, yang entah kenapa membuat dirinya bimbang.
Seiring dengan Ingatannya kembali, ingatan dan kisah masa lalu antara dirinya dan Emma kembali.
Bagaimana perasaannya juga sedikit demi sedikit mulai kembali...
Namun, Alex masih tidak mengerti tentang hal-hal ini.
Emma dari dulu selalu berada disampingnya, mereka menghabiskan banyak waktu bersama dan memiliki puluhan kenangan indah.
Ketika Alex sibuk berpikir itu tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke ruangannya, itu adalah Adiknya yang masih bekerja dan membantunya di kantor.
"Ya, ada apa Alena?"
"Itu Kak, salah satu Klaien kita meminta pendapat Kakak soal Perusahaan mana yang cocok untuk menjadi Partner dengan Perusahaan kita untuk melakukan Proyek mereka,"
"Huh? Maksudmu PT L itu?"
"Ya, ini berkas-berkasnya, disana udah ada berbagai proposal dari orang-orang yang ikut tender itu," kata Alena sambil menyerahkan beberapa tumpukan dokumen di depan Alex.
"Baiklah aku akan memeriksanya semuanya,"
"Emm, tapi apakah tidak apa-apa untuk Kakak menjadi begitu sibuk seperti ini? Aku pikir Kakak baru saja sembuh,"
Alex lalu tersenyum dan berkata pada adiknya,
"Sungguh hal-hal ini tidak masalah sama sekali, Aku memang menyukai bekerja seperti ini,"
"Dasar Kakak ini, sangat Workholic seperti Ayah, itukah alasan kenapa Kakak tidak kunjung memiliki pacar sampai sekarang?"
"Astaga, Alena... Tidak perlu terburu-buru,"
"Kak, Aku beri tahu, jika Kakak kelamaan seperti ini, nanti Kak Emma keburu diambil orang loh!"
__ADS_1
"Sudah-sudah, sana anak kecil tidak perlu mengurusi urusan orang dewasa nanti biar Kakak urus sendiri,"
Mendengar dirinya masih di anggap anak kecil oleh Kakaknya itu, Alena lalu memasang ekspresi cemberut.
"Aku sudah dewasa, jangan anggap Aku seperti anak kecil,"
"Pfff.... Alena selalu menjadi adik kecilku yang paling cantik. Ingat kamu itu jangan mencoba berkencan atau berpacaran dulu, fokus untuk lulus kuliah dulu,"
"Ukhh, Kakak itu ya, Aku kan sudah besar,"
"Alena, di luar sana itu banyak laki-laki yang tidak benar, kamu jelas masih terlalu muda,"
"Tapi, Kak... Namanya juga cinta itu adalah hal yang datang tiba-tiba, di pula aku juga tidak akan tahu aku akan jatuh cinta pada siapa,"
"Memang, cinta itu adalah sesuatu yang misterius,"
Dua Kakak beradik itu, terlihat sangat asyik dan akrab membicarakan beberapa hal.
Sampai Alena lalu memutuskan segera pergi dari ruangan Kakaknya, itu membiarkan Alex sendiri, tidak ingin mengganggu pekerjaan kakaknya itu.
Melihat Alena pergi, Alex terlebih dahulu kembali memeriksa rancangan proyek mereka.
Setelahnya mempelajari beberapa dokumen, dirinya segera membuka beberapa dokumen kiriman itu.
Ada daftar beberapa perusahaan dan juga penanggung jawab yang berurusan dengan proyek ini di masa depan.
Scarlett Development Tbk.
Perwakilan, Natasya Scarlett
Ini jelas adalah nama yang begitu Alex kenal.
Melihat nama ini lagi, entah kenapa ada perasaan sedikit rindu di dalam hatinya.
Setelahnya, Alex mulai membuka isi dokumen itu.
Dan benar saja dokumen itu berisi tentang sebuah ide dan rencana project dari Natasya, semuanya sangat bagus dan rinci.
Melihat dokumen itu, Alex bisa melihat sepertinya Nonanya itu, masih terlihat begitu bersemangat mengejar mimpinya, dia pasti baik-baik saja tanpa dirinya, makan masih bisa membuat proposal sebagus ini.
Susunan dari ide-ide ini sangat bagus bahkan menemukan beberapa solusi untuk menghemat anggaran tanpa perlu mengurangi kualitas.
Alex yang sudah mengembalikan ingatan nya, dan juga sudah mempelajari kembali tentang perusahaan Smith ini, mulai paham juga seberapa pintarnya Natasya ini.
Seolah-olah ketika dirinya membaca dokumen itu, dirinya melihat wajah bersemangat dari Nonanya itu ketika mempersenyasikan hal ini.
Sebuah ide yang begitu bagus dan menarik, dari seorang gadis cantik yang juga menarik.
__ADS_1
Memikirkan itu, Alex tiba-tiba menjadi tersenyum sendiri.
Berikutnya, tanpa banyak berpikir Alex segera menelepon Klaien itu.
Itu benar tidak perlu terlalu banyak berpikir soal hal ini, hal-hal dan Ide-ide milik Nona Natasya, jelas sudah sangat efisien dan ini cocok dengan ide-ide yang dirinya miliki tentang project ini, dengan hal ini kemungkinan project ini bisa selesai lebih cepat dan mungkin malah bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
"Hallo, Pak Presdir,"
'Ah, Pak Alex, ada apa menelepon?"
"Begini, Ini Soal Proyek yang akan Perusahaan kami lakukan, Bapak sebelumnya sudah mengirimkan beberapa daftar Perusahaan Potensial yang akan bekerja sama dengan perusahaan kami bukan?"
'Benar, jadi bagaimana menurut Pak Alex? Apakah bapak sudah memilih Perusahaan yang cocok,'
"Ya, saya sudah mempelajari semuanya, saya sudah menemukan Perusahaan yang cocok untuk menangani proyek ini bersama Perusahaan saya,"
'Ini sangat bagus, Perusahaan yang mana?'
"Scarlett Development Tbk, dengan penanggung jawab, Natasya Scarlett,"
'Ah, begitu. Awalnya saya juga memikirkan soal perusahaan itu, sebelumnya walaupun sempat ada masalah ketika Presentasi, namun hasil dan Ide milik Nona Natasya ini sangat hebat, namun ada beberapa hal yang membuat saya ragu pada awalnya,'
"Kenapa dengan itu?"
'Yah, Pak Alex tahu sendiri, Perusahaan Scarlett ini, salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan D.A Group, saya pikir Bapak akan tidak menyukai jika kami bekerjasama dengan Perusahaan ini,'
Ketika mengingat soal D.A Group, perasaan Alex jelas menjadi rumit, D.A Group ini, memang merupakan musuh utama dari Perusahaannya, tidak tapi juga seluruh Keluarganya.
Masalah tentang hal-hal ini memang sangat rumit.
Baik, tari dirinya akan mencoba memikirkan hal ini nanti, soal bagaimana Perusahaan Keluarga Natasya itu, bisa keluar dari jeratan D.A Group.
Itu, benar, Natasya ketika dia menjadi pemimpin nanti jelas juga tidak akan menyukai bekerjasama dengan orang-orang yang licik dan tidak baik seperti D.A Group.
Perusahaan, yang sepertinya memiliki banyak reputasi buruk dan kabarnya bekerjasama dengan kelompok mafia dari luar negeri.
Perusahaan bermasalah.
"Tidak apa-apa, toh tidak seperti kami bekerja sama dengan D.A Group. Kami tetap bisa bekerjasama dengan Scarlett Group ini,"
'Tentu saja jika itu memang keputusan, Pak Alex, saya akan setuju nanti saya akan menghubungi Perwakilan Perusahaan untuk membahas hal ini lebih lanjut,'
"Ya, Tentu saja, senang bisa bekerjasama dengan Pak Presdir,"
Setelahnya telepon itu segera ditutup.
Setelah itu, Alex mulai tersenyum dan memikirkan betapa senangnya Natasya ketika menerima kabar baik itu.
__ADS_1