Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 47: Kencan Buta


__ADS_3

Malam itu, disalah satu restoran mewah, terlihat Alex dan Mamanya, Emelin sudah tiba didepan restoran.


Mereka berdua segera menuju ke ruangan VVIP yang akan mereka tuju untuk pertemuan nanti.


Sejujurnya, Alex tidak memiliki firasat yang baik tentang hal ini.


Namun apa boleh buat, dirinya sudah sampai di sini dan tidak bisa mundur lagi.


"Alex, kamu harus tahu Putri Teman Mama ini, dia sangat cantik, dia baru saja menyelesaikan Kuliah S2nya di Luar Negeri, Aku yakin kamu akan menyukai gadis ini,"


"Mama, Aku sudah bilang sebelumnya kalau Aku tidak tertarik,"


Emelin yang mendengar Jawa ketus Putranya itu, lalu segera berkata,


"Baiklah-baiklah, ini hanya berkenalan saja oke? Kalian bisa mulai dari berteman,"


Mereka berdua asik mengobrol, sampai-sampai kak tidak sadar sudah sampai di depan pintu ruang pribadi yang dipesan.


Alex dan Emelin segera masuk, dan ternyata orang yang mereka bicarakan sudah sampai disana.


"Ah, Nyonya Adelina rupanya sudah datang, maaf membuat Nyonya menunggu," kata Emelin sambil menyapa salah satu wanita di ruangan itu.


"Tidak apa-apa, Nyonya Emelin, tenang saja, kami juga belum lama sampai sini, benar Serena, Sayang?"


Ada seorang gadis cantik yang terlihat cukup anggun duduk disana, mulai berbicara,


"Ya, Mama benar. Kami berdua belum lama sampai,"


Emelin lalu mulai menyapa gadis itu juga.


"Kamu Serena bukan? Putri Nyonya Adelina, Mamamu selalu memujimu bahwa kamu sangat cantik, ternyata benar kamu sangat cantik bahkan lebih cantik daripada di foto yang Aku lihat,"


"Ah, Tante bisa saja, Mamaku memang suka berlebihan,"


Emelin lalu segera menyeret Putranya itu segera masuk kedalam ruangan.


Sepintas tatapan mata Serena menatap pemuda yang baru saja masuk itu, pemuda yang memiliki ekpersi sedikit dingin, dan terlihat cuek, namun terlihat sangat tampan.


Apalagi dengan pakaian dengan warna seperti ini, sangat cocok dengan sosoknya yang gagah, menambah pesona dari Pria yang Serena lihat.


Alex hanya menatap gadis itu sekilas terlihat tidak tertarik, lalu mulai memperkenalkan dirinya,


"Alexander Smith, salam kenal," kata Alex lalu tersenyum, ya Alex baru saja memasang senyum palsunya, akan lebih mudah semua ini selesai jika dirinya menurut, makan di sini, menjawab beberapa pertanyaan, dan kemudian dirinya bisa pergi.


Serena segera berdiri dan mengulurkan tangannya, entah kenapa merasa jantungnya berbedebar ketika melihat Alex tersemyum.


"Serena Wills,"


Alex menatap uluran tangan itu, memiliki sedikit keraguan, namun langsung mengukurkan tangannya juga.


Itu salaman kurang dari dua detik, dan Alex menarik tangannya.


Setelah beberapa perkenalan singkat, Alex dan Emelin lalu mulai duduk.


Jelas, Emelin menempatkan Alex disamping Serena, Emelin membuat alasan agar bisa mengobrol dengan temannya Adelina jadi mereka duduk dekat.

__ADS_1


Serena terlihat gugup ketika harus duduk disamping Alex, sedangkan Alex jelas tidak menunjukkan ketertarikan sedikitpun berharap acara ini cepat selesai, jadi dirinya bisa segera menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki soal insiden yang menimpa Natasya.


Ya, saat ini pikiran Alex penuh dengan Nonanya itu.


Emelin melihat jika suasana menjadi canggung terutama karena Putranya Alex itu hanya diam saja.


Bahkan sampai hidangan pembuka datang, Alex masih diam saja, membuat Emelin sedikit gemas.


Emelin lalu mencoba untuk mencairkan suasana dan mulai bertanya pada Serena.


"Serena, Tante dengar kamu Kuliah S2 mu di Sydney, Australia?"


Serena yang ditanya itu, lalu segera menjawab,


"Benar, Tante. Saya baru saja lulus dari sana, dan saat ini mulai bekerja di Perusahaan Ayah saya, masih belajar tentang binsis milik Ayah,"


"Ah, begitu, jadi sama dengan Putraku Alex. Dia juga belum lama menyelesaikan S2nya, namun dia di Universitas dalam Negeri, yah karena dia ingin lebih belajar Bisnis dengan Ayahnya, sambil Kuliah. Dan saat ini, Alex sudah di percaya Ayahnya untuk menjadi CEO salah satu Perusahaan milik Keluarga kami, benar bukan Alex?"


Alex yang ditanya itu hanya menjawab seadanya.


"Ya, itu benar,"


Lagi-lagi Putranya ini, tidak membuka topik pembicaraan, padahal dirinya sudah berusaha mencari topik pembicaraan, kan bisa Putranya itu bertanya seperti apa gitu, Kuliah di Luar Negeri, atau bagaimana Bisnis Ayah Serena atau sejenisnya.


Emelin masih sabar dan sekali lagi bertanya,


"Berada di Luar Negeri sendirian apalagi kamu seorang gadis, itu pasti berat untukmu, bukan Serena?"


"Tidak Tante, Aku sudah terbiasa di didik untuk hidup mandiri sejak kecil, jadi ketika harus pergi Ke Luar Negeri sendiri Aku baik-baik saja, Aku memiliki beberapa teman baik juga disana,"


"Ya, begitulah Tante,"


Emelin melihat Putranya itu masih diam saja segera menyenggol kaki Putranya.


Alex yang tiba-tiba di senggol kakinya oleh Mamanya itu menjadi binggung.


Ada apa lagi sih?


Bukannya dirinya sudah datang?


Alex segera menatap kearah Mamanya yang sepertinya memberikan inisial agar dirinya bicara.


Alex sendiri terlalu malas untuk berbicara, jadi dia hanya berbicara secara random.


"Makanan Pembuka di Restoran ini cukup enak,"


Lalu seketika terjadi keheningan sejenak.


Topik yang Alex angkat sangat tidak nyambung dengan topik yang Mamanya dan Serena bicarakan.


Emelin pusing sendiri, dengan tingkah dingin Putranya ini, untuk beberapa alasan dirinya ingat Suaminya Antony yang juga kadang akan bersifat dingin seperti ini dalam beberapa acara.


Mencoba mencairkan suasana lagi, Emelin segera berbicara,


"Benar, Canapé ini sangat enak, kombinasi Keju Cheddar dengan toping tumis daging ini sangat mengunggah selera makan, ada juga yang tooimh sayur menyegarkan, Aku jadi benar-benar tidak sabar dengan hidangan utamanya,"

__ADS_1


"Ya, Canapé ini enak. Restoran ini awalnya memang Putriku yang menyerangnya, karena hidangan disini enak, benar bukan Serena?" Kata Adelina sambil memuji Putrinya itu.


"Benar, Saya yang menyarankan Restoran ini, karena Menu di Restoran ini sangat enak, Saya sebagai jika Tante Emelin dan Alex menyukainya, tunggu nanti Main Course nya pasti tidak akan mengecewakan juga," kata Serena sambil tersenyum, dia senang mendapatkan pujian itu, diam-diam dia menatap kearah Alex yang di sampingnya, berharap mendapatkan pujian juga.


"Jadi ini pilihan Serena? Sungguh, seleramu cukup baik, dan Alex bahkan tadi menyukai makanan pembuka disini, benar bukan Alex?" kata Emelin sambil sekali lagi menyuruh Alex untuk berbicara.


"Iya," kata Alex singkat.


Pada akhirnya, makan malam itu berjalan cukup canggung karena Alex tidak banyak berbicara, hanya Emelin yang berbicara dengan Serena dan Ibunya, Alex hanya mengaguk dan bilang iya, tidak pernah bertanya sedikitpun tentang gadis yang ditemuinya itu.


Sampai kemudian, waktu-waktu berlalu, dan Acara Makan Malam itu hampir berakhir, namun Emelin yang tidak melihat ada perkembangan itu mencoba mencairkan suasana terakhir kalinya dengan berkata,


"Serena, jika kamu masih butuh bantuan soal Belajar Bisnis, kamu bisa bertanya pada Putraku, Alex, benar bukan Alex?"


Alex benar-benar ingin segera pergi agar ini selesai dia sekali lagi menjawab,


"Iya,"


Emelin lalu mendesak Alex untuk mengeluarkan ponselnya, dan menyuruh Serena menulis nomornya, Emelin segera menyimpan nomor itu di ponsel Alex dengan sigap, lalu segera menelepon nomor Serena agar Serena bisa tau nomor Alex juga.


"Terimakasih banyak, Saya sangat senang bisa bertemu dengan Tante Emelin dan Alexander, dia adalah Pria yang baik,"


"Begitulah, inilah Putra Kebanggaanku, Alex. Namun ini memang sedikit pendiam jadi kamu hanya sedikit maklum, dia memang cukup mirip dengan Ayahnya,"


Dan Emelin kembali berbicara dengan Adelina, sedangkan Serena ijin ke kamar mandi.


Setelah Serena pergi, Emelin mencoba mencari alasan agar bisa membawa Adelina pergi dari sana.


"Adelia, mari pergi ke salon langgananku dulu, mampir dulu sebelum pulang, nanti biar Alex saja yang mengantar Serena pulang,"


Alex yang mendengar itu jelas hendak menolak, dirinya tidak diberi kesempatan untuk menolak, karena Mamanya juga segera pergi dari sana.


Hah, Alex hanya bisa pasrah, toh ini hanya mengantar seorang gadis pulang?


Tidak lama sampai Serena tiba, melihat hanya ada Alex disana tentu saja Serena kaget, dan segera bertanya,


"Kemana Tante Emelin dan Mamaku?"


"Mereka bilang mereka ada urusan atau sesuatu, jadi mereka meminta aku untuk mengantarmu pulang,"


Menengar itu, Serena sedikit tersipu lalu segera berkata,


"Apakah tidak merepotkanmu?"


"Tidak masalah. Mari kita segera pulang,"


Keduanya lalu segera menuju ke tempat parkir.


Serena yang berjalan di dekat Alex itu, merasa sedikit gugup hingga tidak terlalu memperhatikan jalan, sampai dia terpeleset, sangat bagus Alex sangat siaga dan menangkapnya.


Jarak mereka begitu dekat sekarang, Serena menatap Alex dari dekat, makin merasa jika pria itu terlihat sangat tampan.


Pintar, Tampan dan Kaya, benar-benar sosok seorang Kekasih Ideal.


Awalnya Serena tidak begitu tertarik dengan perjodohan, namun melihat Alex sekarang sepertinya dirinya berubah pikiran.

__ADS_1


Dirinya kira tidak terlalu buruk untuk menerima perjodohan ini, pelan-pelan dirinya pasti juga akan membuat pria di depannya ini jatuh cinta padanya.


__ADS_2