
Malam itu, setelah menerima telepon dari Alena, Natasya menjadi memiliki mood yang baik.
Dirinya terlalu cemas dan panik karena memikirkan hari esok.
Itu benar, karena besok adalah hari dimana Rapat Pemegang Saham berlangsung, lebih khususnya untuk menentukan CEO baru di Perusahaan.
Apakah akan dirinya, atau Florencia?
Apalagi, Ibu Tirinya itu kabarnya memiliki suara tambahan sebanyak 5%.
Dan bagaimana jika, rencananya gagal dalam mengekspose Ibu Tirinya dan Florencia itu?
Makan walaupun dirinya berhasil membongkar kejahatan mereka bagaimana jika tetap suara terbanyak jatuh pada Florencia?
Ini benar-benar membuat Natasya pusing dan kepikiran.
Apalagi dirinya juga kepikiran soal Alex yang punya tunangan sejak belakangan ini, hal-hal ini bahkan mengganggu konsentrasi nya dalam bekerja.
Dan disaat-saat seperti ini, untung ada Alena yang bisa dirinya ajak curhat, setidaknya dirinya bisa sedikit mengeluarkan kata-kata dihatinya, dan sedikit lega.
Dan lagi, Kakak Alena ini terlihat sangat lucu sekali, hanya mendengarkan cerita Alena, itu bisa membuat dirinya sedikit tertawa dan terhibur.
Orang seperti apa sebetulnya Kakak Alena ini?
Natasya menjadi penasaran.
Setidaknya dengan hal-hal ini bisa mengalihkan pikiran Alena juga.
Dan soal besok....
Ya, semua pasti akan baik-baik saja, besok semuanya akan berjalan dengan baik.
Natasya hanya bisa berdoa dan meyakinkan dirinya sendiri jika dirinya pasti bisa melewati semua ini.
####
Dan hari segera berlalu, tepat setelah Natasya hendak menuju ke Ruang Makan, dirinya bertemu dengan Florencia.
"Heh, apakah kamu siap melihat kekalahanmu hari ini?"
Kata-kata ketus dadi Florencia itu jelas tidak Natasya dengarkan.
Sangat lelah, harus menanggapi omong kosong dari Florencia sialan ini.
"Kamu yang akan kalah! Jadi jangan banyak bicara omong kosong dan segera menyingkir dari hadapanku,"
Mendengar itu, jelas Florencia menjadi marah.
"Sialan kamu, Natasya!! Kamu itu begitu sombong! Apakah kamu tidak ingat bagaimana Aku berhasil mendapatkan Kak Rafael orang yang kamu suka itu? Aku bisa mengalahkan mu dan mendapatkan hatinya, aku jelas akan selalu mengalahkan mu,"
Ketika di bahas soal Rafael, entah kenapa tidak ada perasaan apapun dihati Natasya sekarang.
Seolah hal-hal itu hanya sebuah angin lalu yang sudah lewat.
Hah...
"Ini jelas berbeda dengan masalah itu. Sebenarnya Aku merasa sangat kasihan pada Kak Rafael, harus menyukai seseorang sepertimu,"
"Kamu mengatakan itu jelas karena kamu merasa sangat cemburu bukan?"
"Cemburu apa? Itu Kak Rafael kamu ambil saja sesukamu, aku tidak peduli,"
__ADS_1
"Tidak peduli apa? Kamu jelas iri padaku!!"
"Sungguh Aku tidak peduli!!"
Natasya yang sudah terlalu lelah bicara dengan sepupunya itu segera pergi dari sana, meninggalkan Florencia yang marah-marah tidak jelas, memaki dirinya.
"Dasar Anak Haram tidak tahu malu!! Jangan harap kamu bisa mendapatkan Harta Warisan Keluarga ini!!"
Sabar, Sabar Natasya.
Natasya coba berkata pada dirinya sendiri agar bisa sabar menghadapi sepupunya yang menyebabkan itu.
Hanya tinggal sebentar lagi dirinya akan menguasai segalanya dan mendapatkan kemenangan yang dirinya inginkan.
Dengan itu tidak akan ada lagi orang-orang yang menentang nya atau berani menghina dirinya.
Sarapan pagi itupun, tidak berjalan dengan tenang.
Ada suasana tegang di sana seolah memancarkan perang dingin yang tidak terlihat.
Sepertinya tidak hanya dirinya yang memikirkan soal rapat itu namun juga seluruh anggota keluarga ini karena hal ini akan mempengaruhi masa depan Kaluarga ini juga.
Tepat ketika sarapan selesai, Natasya segera keluar dari sana, untuk menuju mobilnya yang sudah disiapkan di luar.
Namun begitu dirinya berada di ruang tamu, dirinya melihat wajah yang familiar.
"Kak Rafael?"
"Hallo, Apakah Natasya?"
"Apa kabar, juga Kak. Aku baik. Lalu kenapa Kakak di sini??"
"Aku hari ini mengantarkan Florencia ke Kantornya, katanya akan ada pertemuan penting pagi ini, sudah dengar soal bagaimana hari ini akan ditentukan pemilihan CEO yang baru,"
"Kalian berdua bersaing bukan? nanti siapapun yang menang atau kalah aku harap tidak merubah hubungan Keluarga kalian,"
Natasya canggung ketika mendengar itu.
Tepat setelahnya, Florencia keluar dan segera memeluk Rafael.
"Sayang, kamu sudah disini?"
Natasya jelas melihat bahwa mereka berdua saat ini sedang pamer kemesraan terutama Florencia.
Namun ini aneh, bidadari sebelumnya di mana hatinya begitu sakit ketika melihat mereka berdua.
Saat ini hatinya terasa kosong dan hampa ketika melihat keduanya seolah tidak ada perasaan apapun yang tersisa.
Dirinya lalu teringat soal Alex, dimana sebelumnya Alex menjadi Bodyguardnya yang selalu menemani dirinya ke manapun dirinya pergi.
Rasanya dirinya rindu keberadaan Alex di sampingnya yang selalu mendukungnya.
Saat mereka bersama-sama, segalanya menjadi mudah dan indah.
Ini membuat Natasya berpikir, apakah ternyata dirinya memiliki perasaan yang lebih padanya?
"Sayang, Mari segera pergi saja dari sini. Aku pergi dulu Kak Natasya," kata Florencia yang saat ini merangkul mesra Rafael.
Natasya hanya mengangguk ringan ketika Rafael berpamitan.
Ya, dirinya ternyata berhasil move on...
__ADS_1
Namun....
Alex ternyata sudah punya Tunangan...
Hah...
Kenapa takdir cinta nya menjadi begitu buruk seperti ini?
####
Di tempat lainnya, saat ini Alex sedang di Ruang Kerja Ayahnya.
Sepasang ayah dan anak itu terlihat sedang membicarakan hal serius.
"Papa, Apakah Papa sudah menyiapkan apa yang Aku minta?"
Antony yang mendengar pertanyaan dari putranya itu lalu tersenyum dan menjawab,
"Tentu saja semuanya sudah beres dan Aku sudah menyiapkan nya,"
Mendengar semuanya sudah beres, Alex merasa sangat senang.
"Terimakasih banyak Ayah,"
"Namun siapa gadis bernama Natasya ini? Kenapa kamu terlihat ingin membela gadis ini?"
Alex tersenyum dengan bangga dan berkata,
"Dia Calon Menantu Perempuan Papa,"
Mendengar pernyataan mengejutkannya dari Putranya itu, Antony tertawa lalu segera berkata,
"Putraku ini ternyata sudah tumbuh dewasa dan sekarang ingin meminang anak orang?"
"Aku sudah lama dewasa,"
"Pfff... Baik-baik, terserah kamu, kamu ingin bersama siapa. Yang jelas, kamu menjadi lelaki, harus bisa menjadi lelaki yang bisa diandalkan untuk orang yang kamu sukai,"
"Tentu saja, Aku akan,"
"Kamu benar-benar mengigatkan Papa ketika Papa mengejar cinta Mamamu,"
"Hahaha, ya itu benar, Aku ingat bagaimana dulu Mama seperti itu,"
Sepasang Ayah dan Anak itu, terlihat sangat akrab mulai berbicara banyak hal.
Alex diam-diam merasa puas, tinggal satu langkah lagi...
Dan waktunya akan segera tiba...
Dirinya hanya bisa berharap agar rapat nanti siang berjalan dengan lancar, semua rencana yang dirinya miliki berhasil.
Emm, tapi Apakah dirinya perlu untuk datang kesana diam-diam?
Dirinya ingin sekali melihat Nona Natasya...
Sudah cukup lama sejak mereka bertemu, apalagi sekarang mereka jarang berkirim pesan.
Rasa kerinduan ini benar-benar membuat Alex tersiksa.
Sampai sekarang, Alex masih penasaran kenapa tiba-tiba Nona Natasya menjaga jarak dengannya?
__ADS_1
Dirinya jelas akan menyelidiki hal ini juga.
Hal ini tidak bisa dibiarkan, dirinya tidak sanggup untuk diabaikan seperti ini.