Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 22: Kenangan Masalalu


__ADS_3

Malam itu, Alex kembali kamarnya seperti biasanya, namun malam itu Alex memiliki begitu banyak mimpi.


Mimpi-mimpi tentang ingatan masa lalunya.


Ketika seseorang memanggil namanya.


Alexander Smith


Berapa kenangan masa kecil mulai muncul, seperti bagaimana kedua orang adik kembar, bernama Julio dan Alena.


Wajah kecil mereka berdua mulai perlahan-lahan menjadi jelas, namun hanya itu.


Mimpi berikutnya, adalah sebuah kenangan di mana dirinya mendapatkan peringkat satu di kelasnya.


Setelahnya, dirinya dengan gembira memberitahukan ini kepada seseorang yang terlihat lebih tua darinya dan memiliki wajah yang cukup mirip dengan dirinya.


Apakah ini ada Ayahnya?


'Ya, Putra Ayah adalah yang terbaik,'


Ini juga pertama kalinya, Alex bisa mengingat soal sosok Sang Ayah.


Namun sekali lagi dirinya mencoba mencari dalam mimpinya sosok wajah sang Ibu.


Namun sayangnya, ingatan yang muncul adalah ingatan tentang masa kecil yang kelam.


Dimana dirinya yang masih kecil itu, menunggu di rumah sendirian.


Alex malam mimpi itu bisa melihat dirinya dalam sosok kecilnya, Apakah itu berumur sekitar empat tahun?


'Bibi, Apakah Mama tidak pulang?'


'Tuan Muda Alex, saat ini Mama Tuan Muda sedang sibuk jadi dia tidak bisa pulang dulu,'


'Lalu, Lalu bagaimana dengan Papa?'


'Papa Tuan Muda saat ini sedang pergi Ke Luar Kota,'


'Tapi, Alex merindukan mereka... Kenapa mereka tidak pulang? Alex ingin seperti teman-teman Alex, dimana bisa bersama-sama menghabiskan waktu dengan Papa dan Mama,'


'Nanti juga akan ada saatnya mereka akan pulang,'


Setelahnya, ini berganti pada pemandangan dimana dirinya yang masih muda, makan malam sendirian di sebuah ruangan besar.


'Papa, belum pulang?'


'Sebentar lagi, Papa Tuan Muda akan segera pulang,'


'Lalu, bagaimana dengan Mama? Apakah Mama akan pulang?'


'Mama Tuan Muda saat ini belum bisa kembali,'


Alex menatap dirinya yang masih kecil itu, yang saat ini penuh dengan kesedihan.


'Jika, Alex menjadi anak yang baik, Apakah Mama akan segera pulang?'


'Tentu saja, Mama Tuan Muda akan pulang jika Tuan Muda bersikap baik,'


'Hmm, Alex mengerti... Alex hanya sangat merindukan Mama....'

__ADS_1


Mimpi itu lalu segera beralih, ke pemandangan di depan sebuah taman kanak-kanak.


Lagi-lagi, Alex menatap dirinya yang masih kecil itu, tengah berada dalam keramaian.


Dimana awalnya, dia keluar dari kelas bersama teman-temannya, namun satu persatu teman-temannya di jemput oleh Ibu mereka.


Alex kecil itu, hanya bisa menatap kepergian teman-temannya dengan wajah tersenyum.


'Alex juga ingin seperti teman-teman, yang di jemput Mamanya seperti itu,'


Walaupun mengatakan itu, Alex kecil hanya cemberut, dan tidak menagis.


'Alex tidak bisa menagis untuk hal-hal seperti ini, Alex akan jadi anak yang baik dan patuh jadi Mama akan pulang dan bertemu Alex,'


Kemudian, Alex kecil itu pergi sendiri ke gerbang depan, bertemu dengan pengasuhnya, sambil tersenyum.


Alex menatap dirinya yang masih kecil itu, juga ikut menjadi sedih, entah kenapa melihat senyumnya kecil yang terlihat penuh dengan kesedihan dan kesepian, tapi tidak bisa mengungkapkannya.


Tepat setelah itu, Alex terbangun dari mimpinya, dan menyadari dirinya menagis.


"Ada apa dengan semua ingatan ini...."


Alex yang terbangun itu, tidak tahu kenapa dirinya tiba-tiba merasa sangat kesepian dan sedih.


Seolah hal-hal dalam mimpinya itu benar-benar nyata.


Apakah ingatan masa lalunya saat dirinya masih kecil?


Seorang anak yang duduk sendirian di depan meja makan besar....


Seorang anak yang menatap kepergian teman-temannya dengan Ibu mereka...


Apakah dirinya ketika masih kecil seperti itu?


Sebelumnya jelas, dirinya ingat beberapa hal menyenangkan dan kehangatan dengan Keluarganya.


Namun, sekarang tiba-tiba dirinya mengingat ingatan yang menyakitkan itu...


Makin memikirkannya itu membuat Alex menjadi sakit kepala, dirinya mulai meminum obat sakit kepalanya lagi.


Lalu setelahnya dirinya mulai menatap kearah yang jam masih menunjukkan pukul lima.


Ini sebenarnya sudah pagi...


Mungkin setelah ini dirinya tidak akan bisa tidur.


Apakah sebaiknya dirinya pergi olahraga pagi?


Tiba-tiba, setelah bermimpi hal-hal semacam itu perasaannya menjadi tidak nyaman.


Apakah hubungan antara dirinya dan keluarganya tidak begitu baik?


Atau cukup baik?


Siapa sebenarnya sosok Alexander Smith ini?


Seperti apakah dirinya di masa lalu?


Sayang sekali walaupun diri juga mau mengingatnya, namun tidak ada ingatan yang muncul.

__ADS_1


Baik, setidaknya saat ini dirinya sudah memiliki petunjuk untuk menyelidiki tentang ingatan masa lalunya.


Nama panjangnya, Alexander Smith...


Karena terlalu banyak berpikir membuat kepalanya sakit, Alex akhirnya memutuskan untuk keluar.


Namun, ketika dirinya tiba di taman, dirinya melihat Natasya duduk sendiri disana, menatap kearah arah matahari yang terbit.


Alex menatap sosok itu dari jauh, dirinya biasanya akan selalu melihat Nonanya itu penuh dengan senyuman penuh keceriaan.


Namun saat ini yang dirinya lihat adalah Nonanya yang selalu terlihat kuat itu, menagis.


Menagis tanpa suara sendirian disana.


Alex lalu menjadi ingat tentang masalalu Nona Natasya sebelumnya.


Pasti hidupnya cukup berat, namun dia juga wanita yang sangat tegar.


Untuk beberapa alasan, Alex merasa entah kenapa mereka berdua sedikit mirip.


Merasa tidak tahan, melihat Nonanya itu menagis sendirian, Alex lalu mendatanginya.


"Nona Natasya,"


Namun begitu dirinya kesana, dirinya melihat Natasya mulai menghapus air matanya, seolah dirinya tidak pernah menangis, lalu segera berkata,


"Ah? Alex kamu sudah bangun?"


Alex melihat Natasya kembali tersenyum kearahnya.


Melihat senyuman itu, jelas Alex paham, jika Natasya tidak ingin menunjukkan sisi dirinya yang menyedihkan bahkan di depannya.


Dirinya juga tidak ingin bertanya yang akan membuat Natasya malah sedih.


"Aku tiba-tiba bangun terlalu pagi, apakah Nona juga?"


"Ya, aku juga kebetulan bangun cukup pagi,"


"Apakah Nona ingin jalan-jalan keliling kompleks denganku? Mencari utara segar sangat nyaman di pagi seperti ini, aku akan menemanimu,"


"Ya, aku senang kamu disini,"


Pagi itu keduanya lalu mulai berjalan-jalan di sekitar sana.


Ketika mereka berjalan-jalan, dirinya melihat Natasya mulai menceritakan soal hal-hal di sekitar sini, seperti ada anjing menyebalkan dari Rumah sebelah yang kadang-kadang akan lepas dan menakuti semua orang.


Atau mengatakannya banyak hal ringan lainnya, juga mulai membuat beberapa lelucon.


Namun ketika bercerita itu, Nonanya terlihat sangat senang, dirinya juga merasa senang.


Ya, hal yang bisa dirinya lakukan saat ini adalah berada disamping Nonanya, agar dia tidak pernah merasa kesepian lagi.


Seperti dirinya yang saat ini, sudah menghilangkan kesedihannya hanya dengan menatap wajah ceria itu.


Hal-hal ini benar-benar bisa mengisi hatinya.


Alex mulai berpikir mungkin mereka bisa saling mengisi satu sama lain seperti ini.


Dirinya harap, bahkan setelah ingatannya kembali, mereka akan bisa tetap seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2