
Pagi itu, Natasya yang memang sudah begitu bersemangat untuk pergi ke Pertemuan sudah datang lebih awal.
Saat ini, Mobil Natasya sudah sampai di depan gedung pertemuan.
Namun, Natasya masih merasa aneh ketika datang ke sana terutama setelah melihat penampilan Alex.
"Alex, aku sudah merasa kamu aneh di belakangan ini,"
Alex jelas pura-pura tidak tahu dan mulai bertanya dengan ekspresi polos,
"Aneh seperti apa? Sepertinya Aku tidak melakukan apapun,"
Natasya perang merasa tidak tahan dengan kacamata hitam Alex itu segera mencoba melepaskan kacamata itu, namun Alex memengang tangan Natasya mencegahnya melepas kacamata itu.
"Alex, aku benar-benar tidak suka dengan kacamata ini,"
"Namun saya suka memakai ini entah kenapa,"
Natasya lalu segera cemburut.
"Tapi aku tidak suka!!"
Natasya segera menarik tangannya dan masih berusaha untuk melepaskan kacamata yang Alex gunakan itu.
Alex jelaskan mencoba melawan, akhirnya mereka tarik menarik kacamata itu, sampai Natasya kehilangkan keseimbangan dan jatuh pada pelukan Alex, juga Kacamata Alex yang saat ini malah jatuh.
Tatapan mereka bertemu, seolah-olah waktu sedikit berhenti ketika mereka saling tatap.
Jelas, Natasya merasa jantungnya berdebar lebih cepat, aroma wangi jangan tah kenapa semakin membuat dirinya merasa berdebar-debar.
Astaga...
Apalagi dengan wajah semacam itu tempat di depannya...
Namun ketika Natasya menyadari posisinya, dirinya merasa malu dan segera mendorong Alex dan bangun.
Dirinya jelas tidak boleh seperti ini, dan terbawa perasaan pada Alex.
Saat ini dirinya tidak ingin jatuh cinta.
Jatuh cinta mungkin hanya akan membawa dirinya dalam sebuah masalah, saat ini juga dirinya sibuk dengan urusan pekerjaannya di kantor untuk mendapatkan reputasi baik untuk semua orang.
Jadi dirinya jelas tidak boleh terbawa perasaan tentang hal-hal tidak jelas.
Apalagi dengan Alex yang saat ini kehilangan ingatan nya.
Mana tahu setelah ingatan nya kembali, Alex ternyata sudah memiliki seorang Kekasih.
Yah, ya setampan itu mana mungkin dia tidak memilikinya bukan?
__ADS_1
Natasya bisa mungkin mencoba menetralkan dan tak jantungnya ini.
"Ini salahku, yang terlalu berlebihan dan memakai kacamatamu itu,"
Alex juga mencoba menormalkan ekpersinya, dan berkata,
"Namun saya ingin tetap memakai kacamata ini,"
Melihat Alex masih terlihat keras kepala, Natasya akhirnya memilih membiarkan dia melakukan apa yang Alex suka.
"Udahlah aku tidak akan ikut campur dengan urusan penampilanmu yang paling penting kamu nanti harus masuk ke ruang rapat denganku,"
"Ya, tentu saja,"
Sebenarnya Natasya google cukup terganggu dengan gaya rambut Alex, yang mewarnai rambutnya dengan warna coklat gelap, apalagi bagian depan saat ini lebih banyak menutupi mata.
Alex sudah aneh sejak dia tiba-tiba Ingin jalan-jalan tempo hari.
Kira-kira apa yang terjadi kenapa Alex menjadi begini?
Apalagi dirinya juga sering melihat pemuda itu melamun lebih banyak daripada biasanya.
Ketika Natasya berpikir, dirinya permata sudah berada dekat di ruang pertemuan nanti, dirinya jalan dengan cepat sehingga dirinya merupakan Alex yang masih tertinggal lift sebelumnya.
Ketika sampai di dekat pintu masuk, Natasya melihat wajah yang familiar.
Ada seorang gadis dengan ekpersi cukup dingin disana.
"Alena? Kamu Alena Smith? Putri Nyonya Emelin?"
Alena yang saat ini tengah fokus untuk memasuki ruangan itu tentu saja menjadi target ketika bertemu dengan seseorang yang familir, embun dirinya tidak ingat siapa itu.
"Kamu...."
Natasya lalu segera berkata,
"Kita pernah bertemu sebelumnya di Pemakaman Kakakmu,"
Alena lalu mulai menatap Natasya, mencoba mencari dalam ingatan nya wajah gadis itu.
"Ah, benar, Kamu gadis yang sebelah? Aku dengar kamu lah yang membantu untuk membawaku ke kamar, aku sungguh berterima kasih padamu saat itu,"
"Sungguh ini benar-benar tidak masalah sama sekali, ah dan lagi Aku sepertinya belum sempat memperkenalkan diri, Aku adalah Natasya Scarlett,"
"Baik aku juga akan memperkenalkan diriku secara resmi, Aku Alena Smith,"
"Ah, begitu. Aku Sebenarnya adalah penggemar dari Mamamu,"
"Penggemar Mamaku?"
__ADS_1
"Ya, Mama kamu adalah seorang artis yang hebat, dan cantik, sungguh kecantikannya itu benar-benar turun padamu,"
"Kamu terlalu berlebih-lebihan,"
"Tidak, tidak sama sekali. Aku hanya mengatakan apa yang aku katakan, kamu memiliki begitu banyak kemiripan dengan Nyonya Emelin,"
"Memang banyak orang yang mengatakan begitu,"
Mereka berdua malah asyik saling mengobrol.
Alex yang awalnya hendak datang ke sana, langsung bersembunyi di ujung lorong ketika dirinya mendengar nama Alena Smith.
Alena...
dalam ingatan nya dirinya memang memiliki seorang adik perempuan bernama Alena!
Astaga, Alena adiknya ada ditempat ini?
Bagaimana jika wajahnya terlihat?
Bukannya dirinya tidak ingin bertemu dengan keluarganya, embun ini bukan saat yang tepat karena musuh masih ada di luar sana.
Jika nanti kemunculan dirinya hanya akan membuat musuh mengganggu keluarganya lebih baik jika dirinya bersembunyi sementara waktu, membiarkan musuh masih senang mengetahui dirinya sudah mati.
Alex ngintip sedikit ketika dua gadis itu saling berbicara dan tertawa satu sama lain.
Menatap pemandangan damai itu, Alex menjadi cukup kagum dengan Nonanya, Natasya, dia memang selalu cepat akrab dengan orang-orang.
Setelah memikirkan berbagai macam, sekarang Alex mencoba fokus untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Natasya terlihat sedang bertanya,
"Alena, kenapa kamu di sini?"
"Sejak Kakakku meninggal, Aku sementara harus menggantikannya mengurus Perusahan Smith... Dia pergi begitu sangat tiba-tiba... Jadi Aku..."
Natasya yang melihat gadis di depannya itu menunjukkan ekspresi begitu sedih, merasa tidak enak, apakah lagi-lagi dirinya menanyakan sebuah pertanyaan tidak sopan?
Akan sangat buruk jika gadis di depannya ini pingsan lagi seperti sebelumnya.
Astaga, namun dirinya juga terkejut mengetahui fakta bahwa gadis muda di depannya ini sudah mendapatkan posisi yang baik di usianya yang segitu.
Alex yang mendengar itu jelas merasa kaget juga.
Adiknya Alena jadi CEO?
Artinya dia nanti akan masuk ke ruangan rapat sebagai Perwaris Perusahaannya.
Sekarang bagaimana dirinya menghindar?
__ADS_1
Semoga hal-hal tidak merepotkan nanti.