
Siang itu, Natasya tiba-tiba mendapatkan telepon dari salah satu Klien penting, jelas dia langsung begitu semangat langsung mengangkatnya, siapa tahu ini merupakan kabar baik.
"Hallo, Pak Presdir PT L, Apakah ada sesuatu?"
'Ya, ini Nona Natasya perwakilan dari Scarlett Group?'
"Benar, Pak."
'Saya disini, ingin mengucapkan selamat padamu, Kamu dan Perusahaanmu, akan bergabung dengan proyek besar yang akan Perusahaan saya lakukan,"
Jelas, mendengar kabar baik itu Natasya menjadi begitu senang.
"Terimakasih atas kepercayaan Bapak, saya jelas tidak akan mengecewakan bapak dalam proyek nanti,"
'Ya, saya juga cukup berharap denganmu. Proposal yang kamu lakukan sangat baik, Perusahaan yang mengheandel Proyek ini, juga setuju untuk Kamu dan Perusahaanmu bergabung nantinya. Saya harap kamu semua dapat bekerjasama dengan baik,"
"Tentu saja, saya akan usahakan sesuai dengan rancangan yang saya kirimkan. Namum kalau boleh tahu perusahaan mana yang akan bekerjasama dengan Perusahaan saya ini?"
'Nanti kamu akan tahu jika sudah saatnya. Sekitar 1 minggu lagi kemungkinan kita akan mengadakan rapat, kamu akan tahu nanti,'
"Baik, Pak Presdir. Terimakasih sekali lagi,"
Mereka mulai bercakap-cakap sedikit sampai akhirnya telepon itu dimatikan.
Natasya jelas sangat senang, sekolah ingin memberikan kabar bahagia ini kepada orang lain, dirinya lalu segera memanggil nama seseorang,
"Alex...."
Tatapan Natasya menuju ke arah di mana pria itu biasa berada, namun saat ini tidak ada siapa-siapa di sana.
Tiba-tiba ekpersi senang Natasya berubah menjadi suatu kesedihan.
Disaat dirinya senang ini, kenapa dari semua orang dirinya ingin berbagi kabar bahagia dengan Pria itu?
Pria pergi tiba-tiba tanpa kabar itu, dan melanggar janji mereka dengan kejam.
Hanya memikirkan hal ini, perasaan Natasya benar-benar sangat sedih.
Dari sini dirinya lalu menyadari bahwa dirinya sebenarnya merindukan Alex, bahwa sosok pria itu sudah masuk dan menjerat hatinya terlalu dalam.
Namun kepergiannya itu, benar-benar sangat menyakitkan...
"Sial... Alex sial... Kamu datang begitu saja dalam hidupku, namun kamu juga langsung pergi begitu tiba-tiba dari hidupku, bahkan tidak memberiku kesempatan untuk menata hatiku dengan baik...."
Natasya selalu mulai menarik nafas dalam-dalam mencoba menormalkan suasana hatinya.
Jelas dirinya sangat tahu, untuk memikirkan hal ini bukanlah saat yang baik untuk memikirkan hal-hal semacam itu.
Karena besok juga akan ada Rapat Direksi, jadi dirinya harus mempersiapkan hal-hal itu segera.
Juga dengan kabar bahwa dirinya berhasil mendapatkan project besar ini, bisa membuat dirinya mendapatkan kepercayaan diri mengikuti Rapat Direksi nanti.
Semuanya sudah dirinya persiapkan dengan matang, harusnya semua berjalan dengan baik besok.
####
__ADS_1
Dan akhirnya, Rapat yang di tunggu akhirnya segera dimulai juga.
Natasya sengaja datang lebih awal agar memberikan kesan baik kepada semua orang.
Dan tidak lama, sampai beberapa anggota Direksi berdatangan, kemudian Ibu Tirinya juga hadir, bersama dengan anggota direksi yang berada di pihaknya.
Sampai sudah pukul sembilan, dan akhirnya Ketua Direksi, yaitu Kakeknya datang bersama dengan Ayahnya.
"Baik, karena semua orang sudah berkumpul, mari segera mulai rapat hari ini,"
Setalah ucapan dari Ketua Direksi, Ayahnya sebagai CEO, gulai mempresentasikan soal kemajuan proyek-proyek Perusahaan juga tentang kemajuan tingkat laba Perusahaan.
Untuk Bulan ini, hanya berjalan dengan baik, dan sekadang giliran Natasya yang akan mulai mempresentasikan soal tingkat penjualan dari cabang baru yang baru saja di buat oleh Perusahaan, tentang Penjualan Furniture yang sebelumnya menjadi tanggungjawabnya.
Sudah satu bulan lebih sejak program Iklan hasil dari ide miliknya dan Alex berjalan, hasilnya benar-benar sangat bagus dan memuaskan, hingga berhasil meningkatkan penjualan.
"Sangat bagus Nona Natasya, dengan ini di masa depan kita tidak perlu khawatir soal perusahaan cabang yang baru saja Perusahaan buat, semua ini berkat kamu," puji salah satu anggota Direksi.
"Baik, Terimakasih atas pujiannya. Saya tidak akan mengecewakan kepercayaan dari kalian semua,"
Beberapa anggota direksi merasa cukup puas dengan hasil presentasi itu.
Sampai sekarang, Natasya mulai mempersenyasikan lagi, soal beberapa project yang menjadi tanggung jawabnya, seperti Proyek yang tempo hari hampir gagal itu, saat ini berjalan dengan baik.
"Ya, sekarang, Saya akan mulai menjelaskan Proyak baru, yang baru saja Perusahaan dapatkan di bawah tanggung jawab Saya, Kami berhasil mendapatkan Project dengan Perusahaan L untuk membangun Apartemen Mewah di Kota S. Presdir Perusahaan S sendiri, udah memberikan informasi ini kepada saya langsung dan mengharapkan kepada perusahaan kita agar bisa menjalankan proyek ini dengan baik. Saya juga makan mencoba menjalankan proyek ini dengan baik sesuai dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Terakasih untuk semua Anggota Direksi, karena telah memberikan saya posisi dan kepercayaan untuk menjalankan tugas-tugas saya saat ini diharapkan kedepannya saya akan terus mempertahankan kinerja baik ini. Sekian presentasi yang saya sampaikan,"
Setelahnya, ada tepuk tangan dari Para Anggota Direksi, mereka terlihat sangat puas dengan kinerja Natasya, mereka juga mulai memuji bagaimana Natasya mempersenyasikan ini semua dengan sangat baik.
Natasya yang mendapatkan pujian itu lalu mulai tersenyum dan berterima kasih kepada semua orang.
Ibu Tiri Natasya itu mulai berbisik ke Florencia,
"Florencia, kamu jangan terlalu terbawa emosi karena hal-hal yang Natasya lakukan tadi, kamu sebaiknya mencoba mempresentasikan semua yang sudah kita persiapkan sejauh ini,"
"Tentu saja, Mama. Aku jelas tidak akan kalah dengan Natasya itu,"
Dan begitulah, setelahnya Florencia juga depan dan mulai mempersenyasikan Proyek-proyek yang dirinya kerjakan saat ini.
"Benar, sejauh ini Proyek Pembagunan Departemen Store di Kota B berjalan dengan baik, sesuai yang terlihat pada layar, ini adalah daftar struktur biaya yang sudah kami keluarkan,"
Para Anggota Direksi itu, lihat mendengarkan penjelasan itu dengan seksama.
Sampai tiba-tiba Natasya yang merasa ada hal yang mengajal segera bertanya,
"Tunggu, saya ingin bertanya, jika baru awal bulan sudah mengeluarkan biaya sebesar itu, tidakkah ini akan menjadi di luar anggaran di bulan-bulan berikutnya? Saya merasa terlalu banyak biaya yang membengkak, realisasinya sedikit berbeda dengan rencana Anggaran tersebut," kata Natasya ambil menatap juga dokumen tentang presentasi Florencia.
Florencia didepan saja jelas merasa sedikit gemetar dan hatinya dipenuhi kemarahan ketika Natasya mulai bicara.
"Ini benar, ada pembengkakan anggaran pada bulan-bulan awal, apakah ini nantinya tidak akan mengganggu Dana Keberlangsungan Proyek?" Tanya salah satu Anggota Direksi lainnya yang masuk kubu netral.
Dari sekian Proyek yang Florencia kerjakan, dirinya tidak akan pernah mengira jika Natasya hasil menemukan sebuah kesalahan yang dirinya buat..
Sekarang, Florencia berada di depan menjadi bingung untuk menjawab apa.
Sial!
__ADS_1
Natasya sialan!!
Kenapa dia musti bertanya hal-hal yang tidak perlu seperti ini!
Sekarang bagaimana?
Apa yang harus dirinya lakukan untuk menjawab ini?
Tatapannya lalu menatap kearah Marissa jika memiliki ekspresi tidak nyaman di wajahnya.
Marissa mencoba memberikan kode agar Florencia tetap tenang.
Florencia lalu mencoba mencari solusi,
"Tidak apa-apa, saya yakin frozen ini akan tetap berjalan dengan baik ini karena memang di tahap awal jadi sedikit melenceng dari anggaran,"
Natasya sekali lagi mulai berkata,
"Namun angka yang saya lihat, ini tidak hanya sedikit. Memang belakangan harga-harga bahan bangunan naik, namun seharusnya hal hal ini sudah dilakukan penelitian sebelumnya sebelum membuat proposal anggaran. Kenapa harus macam ini bisa terjadi? Harusnya ini tidak terjadi jika melakukan penelitian dengan baik,"
Kata-kata itu didukung oleh para anggota Direksi juga, membuat Florencia makin pucat.
Marissa sekarang mulai berdiri dan ikut menambahkan,
"Florencia memang masih muda jadi dia masih butuh banyak belajar untuk hal ini. Jalan seperti ini di awal seharusnya tidak apa-apa,"
Ada nada dingin dari suara itu, dan membuat Anggota Direksi lalu mulai diam.
Namun jelas, beberapa Anggota Direksi menunjukkan kekecewaan kepada Florencia ini, untuk melakukan kesalahan semacam ini, benar-benar berbeda dengan Nona Natasya, padahal mereka berdua adalah calon Penerus Perusahaan.
Jika Nona Florencia seperti ini, di awal saja sudah membuat kesalahan yang cukup fatal seperti ini bagaimana nanti nasi perusahaan mereka ke depannya hingga dia yang berhasil menjadi penerus perusahaan?
Pada akhirnya dalam rapat itu setelah presentasi dari Florencia, tidak ada hal lain yang terlalu membuat masalah.
Di bagian akhir rapat, Natasya kamulah memutar kan sebuah video konsep iklan yang akan dilakukan oleh Perusahaan.
"Ya, ini adalah Brand Ambasador untuk Perusahaan Furniture kita, dengan konsep ini, saya harap kedepannya Perusahaan cabang ini akan berjalan dengan baik,"
Itu lalu ditutup oleh ketik tangan dari semua orang.
Dan begitulah rapat itu berakhir.
Semua orang mulai pergi satu demi satu, Ayah Natasya lalu mendekati putrinya itu dan berkata,
"Kamu sudah melakukan hal-hal yang baik Ayah bangga padamu,"
"Ini semua juga berkat dari bimbingan Ayah," kata Natasya sambil tersenyum.
Pikirannya lalu melayang dan memikirkan orang lain, ini semua juga berkat bantuan Alex...
Sial...
Kenapa dalam pikirannya ini masih saja memikirkan pria itu?
Sial.
__ADS_1
Dirinya tidak boleh terus seperti ini, tidak perlu untuk memikirkan pria menyebalkan seperti Alex.