
Dalam jalan-jalan pagi itu, Natasya selain untuk menghibur dirinya sendiri, dia juga mulai memikirkan solusi terbaik untuk mengatasi masalah sebelumnya.
Jelas, Ayahnya maupun Kakek dan Neneknya masih menuduh nya melakukan hal yang tidak-tidak.
Karena sudah seperti ini, jika dirinya ingin selamat mungkin dirinya bisa meyakinkan mereka dengan cara mengusir Alex dari Rumah, membuktikan bahwa mereka tidak memiliki hubungan.
Namun jelas, Natasya tidak akan pernah memikirkan kemungkinan itu bahkan walaupun itu satu-satunya cara terakhir.
Ketika melihat pria itu yang berada di sampingnya, hatinya terasa lebih ringan dan tenang.
Entah kenapa dirinya tidak merasa sendirian lagi, ada sesuatu di hatinya yang sedikit terisi berkat keberadaan Pria itu.
Terkadang dirinya jadi tidak perlu menyembunyikan apa yang dirinya rasakan, iya walaupun dirinya tidak benar-benar terbuka kepada Alex.
Namun rasanya sangat nyaman memiliki seseorang yang bisa dirinya percaya.
Baik, sebaiknya dirinya menggunakan rencana lain, pasti masih ada beberapa hal yang bisa dirinya pikirkan.
"Alex, menurutmu bagaimana cara mengatasi orang-orang yang licik itu?"
Mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, Alex segera menghentikan sarapan paginya lalu mulai menatap kepada Natasya yang ada didepannya, mulai berpikir tentang apa yang ditanyakan nya itu.
"Harus satu langkah ke depan daripada mereka, harus bisa menebak jalan pikiran mereka, dan apa yang akan mereka lakukan yah... Menurutku harus menjadi lebih licik itu sendiri,"
Mendengar jawaban itu, Natasya cukup puas, lalu segera tersenyum.
Memang Alex ini entah bagaimana selalu memiliki pikiran yang cocok dengan dirinya.
"Bagus, menurutku juga seperti itu, menghadapi orang licik harus menjadi lebih licik, harus bisa satu langkah ke depan,"
"Ya, itu adalah cara terbaik, namun kenapa kamu tiba-tiba menanyakan itu?"
"Aku memiliki sebuah rencana, mohon aku mungkin belum bisa memberitahumu rinciannya, yang penting aku minta satu hal padamu,"
"Permintaan apa itu? Aku jelas akan menuruti nya jika aku bisa,"
Mendengar jawaban tebak tanpa penundaan itu membuat Natasya senang, dia tanpa sadar langsung mencubit pipi Alex.
"Ukhh, kamu bisa bersifat begitu manis seperti ini,"
Alex sekarang menjadi malu dan telinganya sedikit memerah ketika lagi-lagi di puji, apalagi dengan gerakan tiba-tiba itu.
"Nona jangan seperti ini,"
"Baik-baik, yang aku minta padamu adalah kamu percaya padaku,"
"Percaya padamu? Itu sudah sangat jelas dari awal aku selalu percaya padamu,"
"Ya, kan dengan tindakan ku nanti di masa depan, yang harus kamu lakukan adalah percaya padaku,"
"Tentu saja, Aku akan selalu percaya dan setia pada Nona,"
"Itu bagus sekali, lalu segera habiskan sarapan dan kita segera pulang,"
__ADS_1
Setelah acara makan pagi itu, Natasya dan Alex tentu saja segera pulang, dan tepat ketika mereka sampai di pintu masuk tidak sengaja mereka berpapasan dengan Florencia.
"Astaga, lihat ini Natasya pulang pagi-pagi dengan laki-laki Bayaranku itu?"
Natasya memilih untuk tidak menanggapi itu karena percuma berbicara dengan tong kosong berbunyi nyaring.
Florencia yang diabadikan itu jelas merasa marah, dan mau menyiramkan air di botol yang di bawanya pada Natasya.
Namun sayang sekali, Alex yang tepat berada di sana jelas langsung memegangi tangan Florencia, dan segera mengambil botol itu, dan membuangnya jauh-jauh.
"Kamu lagi!! Begitu berani denganku!! Lihat aja kamu pasti akan segera diusir dari Rumah ini!!" Kata Florencia dengan kesal.
Natasya tentu saja menyadari perbuatan dan perkataan kasar Florencia itu, lalu segera mengegam tangan Alex berniat mengajaknya pergi dari sana, sambil berkata,
"Alex, aku beli tahu padamu tidak ada gunanya berurusan dengan sampah itu, aku pastikan kamu tidak akan pergi kemana-mana,"
Setelahnya, berita berdua benar-benar langsung pergi dari sana, Natasya jelas langsung berniat menemui Ayahnya, pasti dia berada di ruang kerjanya.
Ini kebetulan adalah akhir pekan.
"Alex, kamu sebaiknya tunggu aku saja disini, biarkan aku pergi menemui Ayahku ada beberapa hal yang harus aku katakan padanya,"
"Ya, Nona. Aku akan menunggumu disini,"
"Tentu saja, han pastikan tidak ada orang yang boleh masuk ke ruangan ini sementara aku di dalam,"
"Ya, saya akan terjaga di sini,"
Natasya perasaan cemas itu lalu segera mengetuk pintu ruangan itu.
Setelah dirinya diijinkan masuk dengan perasaan gugup, Natasya lalu mulai mendatangi Ayahnya.
Hal yang paling baik sekarang adalah untuk meyakinkan ayahnya dulu dan membiarkan dirinya memiliki pembelaan soal kejadian sebelumnya.
"Apa yang ingin kamu katakan?" Kata Ayah Natasya dengan nada dingin.
"Aku ingin minta maaf atas apa yang aku katakan sebelumnya, uangnya sedikit emosi saat itu,"
Natasya bisa melihat ekspresi marah di wajah Ayahnya.
"Tapi kamu itu keterlaluan dan tidak sopan,"
"Ayah, aku benar-benar minta maaf, ku hanya tidak mengira jika foto itu dikirimkan ke Ayah dan Kakek dan Nenek,"
"Baik untuk kali ini aku memaafkanmu soal kejadian sebelumnya namun bagaimana kamu menjelaskan soal foto itu?"
"Ayah, Aku akan mulai mengatakan rencanaku, Apakah Ayah ingat soal kecelakaan tempo hari yang hampir saja membunuhku itu?"
"Soal penyerangan itu?"
"Ini benar sekali, aku masih tidak tahu siapa pelakunya, namun saat aku liburan, ada juga beberapa orang yang melayang menyerang ku,"
Mendengar itu, Ayah Natasya jelas cukup kaget,
__ADS_1
"Apa? Ada seperti itu selama kamu pergi berlibur?"
"Ya, ada sesuatu seperti itu. Hanya aku tidak mau mengatakannya kepada semua orang karena tidak ingin melihat kalian semua cemas, namun aku pikir sekarang saatnya aku mengatakannya. Sebenarnya aku cukup curiga bahwa ada mata-mata yang berada di sekitarku, buktinya bagaimana cara para penjahat itu berhasil menyusul ku ke Tempat Aku berlibur, jelas tidak banyak orang yang tahu jika aku pergi ke sana, belum lagi tempat itu cukup terpencil dan susah sinyal, bagaimana cara mereka tahu jika tidak ada mata-mata?"
"Apa? Mata-mata kamu bilang?"
"Ya, aku sampai sekarang tidak tahu siapa itu, namun jelas hal ini membuat ku resah, buat aku jadi tidak percaya pada orang-orang di sekitarku, Ayah harusnya paham situasi ini,"
"Ya, Ayah cukup paham, ada musuh yang ada entah di mana bagaimana bisa kamu tidak khawatir?"
"Itu benar, karena hal-hal itu pula Aku mengalami kesusah untuk mendapatkan orang yang Aku percayai, itulah alasan kenapa Aku mulai mendekati Alex pengawal baru ku ini, yang Aku butuhkan adalah orang yang bisa Aku percayai untuk melindungi keselamatan ku, Aku hanya melakukan beberapa pendekatan kecil beberapa ciuman dan tidak lebih dari itu, namun dengan hal-hal itu Aku akan mendapatkan kesetiaanya yang akan rela untuk melindungiku bahkan dengan dirinya sendiri, tidakkah menurut Ayah ini adalah sesuatu yang menguntungkan? Aku hanya ingin memanfaatkan orang baru yang cukup polos ini, Apakah salah? Keselamatan ku adalah yang paling utama untuk mendapatkan itu aku akan melakukan segala cara, jelas Ayah juga tidak diuntungkan jika sesuatu terjadi padaku bukan?"
Natasya akhirnya bisa berhasil mengatakan semua itu dengan nada yang meyakinkan.
Hah, padahal tentu saja semuanya hanya omong kosong yang barusan dirinya karang, antara mencampurkan kebenaran dan kebohongan.
Jika beberapa orang yang memfitnahku bisa membuat cerita mereka sendiri, kenapa tidak dengan dirinya?
Mari buat sebuah cerita yang menyakinkan yang membuat dirinya seolah olah menjadi seorang korban, buat keuntungan dari adanya foto itu.
Saat ini Ayah Natasya masih terdiam lihat sedang berpikir tentang ucapan Putrinya itu.
"Aku rasa memang benar mendapatkan orang yang bisa kamu percaya dan melindungimu adalah hal yang baik, namun ciuman itu... Tetap saja berlebihan, dan lagi sampai terekam kamera seperti itu,"
"Aku jelas mengerti apa yang Ayah Maksud, lagipula aku hanya mengetes dengan ciuman itu, untuk menyelidiki apakah benar-benar ada orang yang mengawasi ku atau tidak, lihat foto itu muncul dan dikirimkan kepada Ayah dan semua orang, bukankah itu artinya Aku bisa mengkonfirmasi bahwa benar-benar ada seorang mata-mata yang mungkin menyelidiki ku? Ini bisa saja orang dekat, Aku juga tidak tahu,"
"Sial, jadi ini hanya semacam umpan yang kamu siapkan?"
"Ya, semacam itu, Aku benar-benar sedang menyelidiki orang-orang di sekitarku, aku takut jika ada seseorang yang membahayakan nyawaku. Jadi Ayah tidak perlu marah jika ada foto-foto semacam itu, Aku berjanji tidak akan melakukan hal yang lebih dari itu, Aku pastikan Aku bisa menjaga dan menutup rapat semua ini, jadi yang Aku minta, Ayah untuk membujuk Kakek dan Nenek, buat mereka mengerti tentang keputusanku ini,"
Setelah terdiam beberapa saat dan berpikir, Ayah Natasya itu lalu segera kembali bertanya,
"Lalu, Alex ini apakah benar-benar bisa kamu percaya?"
"Aku melihat dia sebenanya hanya seorang Pemuda yang cukup polos, dia jelas hanya orang biasa, Aku sudah menyelidiki soal latar belakangnya, Dia benar-benar hanya seorang gelandangan miskin, orang-orang semacam ini yang aku temukan malah bisa menjadi sebuah senjata rahasia dan aset yang tidak ternilai harganya, Ayah yang sudah lama berada di lingkungan semacam ini harusnya paling tahu, memiliki anak buah yang bisa diandalkan dan bisa dipercayai adalah hal yang sangat baik,"
"Baik, jika menurutmu begitu, aku akan percaya. Lakukan apapun yang kamu mau dan tetap hati-hati,"
"Tentu saja, Ayah. Ayah tenang saja,"
Setelah itu, Natasya mulai pergi dan berpamitan dengan Ayahnya itu.
Setelah berbalik, Natasya akhirnya merasa cukup lega setelah mengatakan semua omong kosong itu.
Hah, soal mata-mata atau apa, dirinya memang sempat curiga, tidak benar-benar menyelidiki ini.
Tapi yang penting saat ini, dirinya akan mempertegas soal posisi Alex di Rumah ini, orang yang akan melindunginya, dan anak buah yang bisa di andalkan.
Yah, kunci to hanya benar-benar alasan agar Alex tidak di usir.
Hanya....
Dirinya masih ingin bersama dengan Alex lebih lama lagi...
__ADS_1
Hanya itu keinginannya tidak lebih dan tidak kurang.
Miliki sedikit kedamaian bersama Alex ketika banyak hal rumit dalam Keluarga ini benar-benar membuat dirinya merasa sedikit tenang.