
Siang itu, tepat ketika Natasya mendegar bahwa Alex ternyata memiliki seorang tunangan, hatinya begitu sakit dan hancur.
Kenapa Alex tidak pernah bercerita soal hal sepenting ini pada dirinya?
Atau memang Alex sengaja menyembunyikan soal hal ini agar bisa bermain-main dengan hatinya?
Agar bisa memberikan harapan palsu padanya?
Natasya yang saat ini sedang makan siang sendirian di kantin itu tiba-tiba bahkan kehilangan selera makannya.
Dirinya juga tidak mengerti kenapa hatinya ini begitu sakit.
Harusnya dirinya sadar jika kebaikan Alex hanya sekedar kebaikan karena dirinya telah menolongnya.
Hubungan mereka tidak lebih dari seorang penolong dan orang yang ditolongnya.
Harusnya seperti itu namun kenapa...
Kenapa dalam hatinya, ada sedikit harapan jika hubungan mereka tidak hanya sebatas itu?
Jika, kedekatan mereka memiliki arti lebih dari itu.
Dirinya pikir, dirinya akan bisa membuka kembali hatinya kalau itu, Alex...
Namun ternyata dirinya salah.
Sial.
Dirinya harusnya tidak boleh seperti ini, tak boleh terlalu berharap lebih, sayang memang terlalu terbawa perasaan atas semua ini.
Natasya menyalahkan dirinya sendiri, yang memang sangat mudah untuk terbawa perasaan...
Sangat mudah untuk bisa jatuh cinta...
Sama seperti dirinya mencintai cinta pertamanya yang gagal.
Cinta hanya membuat hatinya terluka.
"Sial, Kenapa aku selalu memiliki nasib yang buruk jika sudah berhubungan dengan hal-hal semacam ini?"
Natasya mulai berguma sendiri pada dirinya, memikirkan jika nasipnya cukup buruk jika berurusan dengan seorang Pria.
Tidak, ini masih belum terlambat.
Sebelum dirinya jatuh terlalu dalam dalam jebakan ini, dirinya harus lebih mencoba menjaga jarak dengan Alex.
Mari mulai perlahan-lahan untuk tidak terlalu banyak berkirim pesan dengannya.
Kirim pesan atau menelepon seperlunya tidak perlu terlalu berlebihan seperti ini.
Karena mereka berdua toh bukan sepasang kekasih, hanya seorang kenalan atau mungkin seorang teman.
Tidak lebih dan tidak kurang.
Tepat ketika Natasya berpikir, tiba-tiba ada pesan masuk lagi dari Alex.
__ADS_1
'Menu apa yang kamu miliki hari ini?'
Ini adalah pertanyaan sederhana, sesuatu yang terkadang mereka berdua katakan satu sama lainnya.
Hah, pada akhirnya Natasya hanya membalas, jika dirinya memesan beberapa Ayam di Kantin, tidak lebih, dan dirinya bilang jika akan begitu sibuk, jadi mereka tidak bisa ber kirim pesan sementara.
'Baik, ingat jaga dirimu Baik-baik, jangan terlalu lelah dan memaksakan diri, nanti aku akan mengirimkan suplemen dan vitamin yang cocok untukmu agar kamu tidak gampang sakit. Tetap Istirahat yang cukup, semangat Nona Natasya, jika ada apa-apa kamu bisa langsung menghubungi ku,
Itu di katakan dalam Pesan Suara, Suara maskulin yang menggetarkan hati Natasya, sampai-sampai membuat Natasya ingin menagis.
Kenapa Alex begitu baik padanya?
Sungguh....
Kebaikan dan perhatiannya ini seolah-olah membuat dirinya berharap.
Namun itu ada sebuah harapan palsu.
Natasya lalu mencoba di mana makan hatinya itu.
Lalu membalas, agar Alex tidak perlu repot-repot.
Dan Natasya langsung menutup ponselnya memilih untuk memikirkan hal lain.
Ya, masih banyak yang harus dirinya urus apalagi sebentar lagi akan tiba waktunya untuk Rapat Umum Pemegang Saham, yang menjadi waktu untuk menentukan siapa CEO Scarlett Group yang baru.
Di jelas dirinya tidak boleh kendor dan mulai memikirkan hal-hal tidak jelas.
"Fokus, Natasya... Fokus!!"
Natasya mulai membuat dirinya sibuk untuk melupakan segala kesedihan yang dirinya miliki.
####
Disisi lainnya, melihat respon pesan balasan dari Natasya yang entah kenapa terlihat dingin, Alex merasa itu cukup aneh.
Padahal sebelumnya, Nonanya ini terlihat sangat ceria saat membicarakan tentang menu makan siangnya?
Apakah ada masalah lagi di kantor?
Ketika membicarakan soal masalah di kantor, Alex tiba-tiba ingat soal hasil dari penyelidikan miliknya soal kecelakaan dan insiden di salah satu Proyek yang Natasya pegang.
Memang, itu ulah dari seseorang,dan setelah dirinya melakukan penyelidikan yang cukup panjang akhirnya ada sedikit petunjuk.
Ini kemungkinan besar adalah suruhan Ibu Tirinya Natasya.
Ya, sudah sangat jelas tujuannya apa.
Hal-hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama.
Alex lalu segera menelepon anak buahnya, untuk kembali mengecek keadaan Natasya, apakah dia baik-baik saja?
Atau ada masalah di proyeknya?
Ya, dirinya jelas harus memberikan bantuan padanya, semampunya.
__ADS_1
Dirinya juga akan memastikan jika semua urusan Nona Natasya itu beres.
Alex lalu menelepon seseorang,
"Pak Presdir, apakah anda akan memulai proyek pembangunan perumahan di Kota N?"
'Ah, Pak Alex rupanya sudah mendapatkan kabar itu, ini memang benar, saat ini saya juga sedang mencari beberapa perusahaan yang bisa diajak kerjasama, salah satunya adalah Perusahaan Bapak. Apakah Bapak Alex cukup tertarik?'
"Ya, Aku tertarik dengan proyek ini. Aku juga sudah mempelajari ini sebelumnya. Ah benar, bisakah Aku merekomendasikan Perusahaan apa cukup cocok untuk proyek ini?"
'Kalau boleh tahu, Perusahaan mana?'
"Perusahaan Scarett Group, jika Bapak menghubungi salah satu Pengaggu Jawab yaitu Natasya Scarlett, dia pasti akan memiliki banyak ide dan rencana bagus juga untuk menjalankan project ini agar di efisien, Bapak bisa memasukan mereka dalam proyek,"
'Ah? Mereka cukup bagus?'
"Tentu saja, Bapak tidak akan kecewa dengan kinerja mereka terutama jika yang bertanggung jawab adalah Natasya Scarlett,"
'Baik-Baik, saya akan mencoba mempertimbangkan keputusan itu dan menghubungi mereka,'
"Benar, nanti Pak Presdir akan saya kirimkan nomor telepon pengaggug jawabannya, dan juga jangan bilang jika ini rekomendasi dari saya,"
'Huh? Kenapa memang?'
"Tidak apa-apa, Bapak tidak perlu tahu,"
'Baik, Pak Alex tenang saja semuanya akan saya urus,'
"Terimakasih banyak,"
Telepon itu segera diakhiri setelah persetujuan dua orang itu.
Alex merasa senang, setidaknya dirinya bisa memberikan dukungan tambahan dengan memberikan beberapa proyek penting untuk Nonanya itu.
Ya, dengan ini Nonanya pasti akan mudah untuk mendapatkan prestasi nanti.
Dan ketika Rapat Umum diadakan, dirinya akan memberikan kejutan yang lainnya.
Saat ini sedang dipersiapkan...
Dirinya juga tidak sabar untuk hari itu.
Dan jika semuanya sudah selesai, dan Nona Natasya sudah mencapai impian yang dirinya inginkan...
Mungkin dirinya bisa mulai untuk menyatakan cintanya.
Ya, saat ini adalah saat yang penting, dirinya jelas tidak bisa mengganggu Nonanya itu untuk memikirkan hal-hal semacam itu, biasanya Nonanya fokus dulu, selalu ada saatnya untuk memikirkan hal semacam itu.
Ini tidak akan lama lagi.
Apalagi sekarang mereka memiliki hubungan yang cukup baik, Alex merasa mungkin masih bisa memiliki beberapa kesempatan?
Ya, mari pelan-pelan untuk mendekati Nona Natasya.
Sambil tersenyum itu, Alex lalu mulai berjalan keluar ruangan, bersiap untuk mencari makan siang.
__ADS_1