Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 34: Gosip di Kantor


__ADS_3

Siang itu, Natasya yang ingin bersantai di atap, mengajak Alex untuk naik, Natasya lihat berjalan cukup cepat karena bersemangat, hampir tidak menyadari jika dirinya hampir tergelincir jatuh ketika sampai lantai paling atas itu.


Alex tidak cukup tepat waktu untuk menangkapnya, hanya bisa mencoba menariknya, namun akhirnya mereka berdua malah jatuh ke lantai bersama-sama, posisi yang cukup ambigu.


Alex berhasil berhenti tepat waktu, sebelum tubuhnya menimpa Natasya, dengan tangannya sebagai penompang.


Jarak antara wajah mereka kurang dari satu centimeter, membuat mereka berdua bisa mendengar suara nafas masing-masing.


Jantung Natasya juga merasa berdebar-debar hampir saja copot ketika dirinya membuka matanya, dan melihat Alex tepat ada di atasnya.


Posisi mereka cukup ambigu, namun entah kenapa Natasya tidak merasa keberatan.


Tatapan mereka bertemu, namun tidak satupun dari mereka yang berniat mengalihkan pandangannya.


Natasya menatap wajah tampan Alex dari dekat, menatap bibir merah muda itu, yang sebelumnya pernah menciumnya.


Ciuman lembut dari bibir itu sedikit membuat dirinya candu, seolah-olah sekarang menginginkannya lagi.


Logikanya bilang, dirinya tidak boleh melakukan hal semacam itu, namun sebuah keinginan muncul dari dalam dirinya, seolah-olah merasukinya.


Natasya dengan sekuat tenaga kembalikan dirinya sendiri untuk tidak mencium Alex.


Dirinya tidak boleh terbawa perasaan seperti ini, Alex saat ini hilang ingatan dan tidak memiliki ingatan tentang masa lalunya, dirinya gak boleh memanfaatkan seseorang yang tidak memiliki ingatan semacam ini untuk keinginannya sendiri.


Namun dari jarak ini, Natasya juga bisa mendengarkan detak jantung Alex yang sama kencangnya dengan dirinya.


Alex adalah orang pertama yang tersadar dari posisi itu.


Alex segera mencoba berdiri, lalu segera menarik Natasya untuk berdiri.


Setelah keduanya berdiri, harga situasi canggung disana.


Melihat kecanggungan ini, Natasya lalu segera mengajak Alex untuk duduk ki kursi yang ada di dekat tempat itu.


"Alex, mari makan siang di sana, sangat beruntung Bekal Makan kita tidak tumpah," kata Natasya sambil menunjukan kotak bekal makan siang yang masih ada di dalam tas.


"Ya,"


Keduanya duduk lalu mulai menikmati makan siang mereka.


Untuk melupakan kecanggungan mereka, Natasya sekali lagi mulai membuka topik pembicaraan.


"Alex?"


"Ya, ada apa Nona?"


"Bagaimana dengan ingatanmu? Apakah kamu mulai mengingat sesuatu?"


Mendengar pertanyaan itu, sebenarnya dirinya ingin jujur.

__ADS_1


Namum dirinya merasa ini belum saatnya, karena hal-hal soal masalalunya cukup berbahaya terutama soal orang-orang yang mengincar dirinya, dirinya tidak ingin Nona Natasya terlibat dalam hal ini.


Karena Nona Natasya adalah salah satu hal berharga dalam hidupnya.


"Aku baru mengingat sedikit-sedikit, in hanya sekitar masa kecilku,"


"Begitu? Ini tidak apa-apa kamu hanya pelan-pelan saja mengingatnya, ingat kata dokter kamu tidak boleh terlalu memaksakan diri,"


"Tentu,"


Alex merasa senang di khawatirkan seperti ini.


"Sejujurnya, Aku juga cukup penasaran tentang masa lalumu, seperti apa kamu di masa lalu? Apakah kamu orang yang hebat?"


Alex lalu terdiam berpikir sebentar, seberapa hal tentang dirinya di masa lalu, lalu segera berkata dengan cukup yakin,


"Tentu, tapi mungkin tidak sehebat Nona Natasya,"


"Pffff.... Hebat apa? Yang Aku lakukan sejak kecil hanya menghabiskan uang Keluarga, untuk membuat mereka semua kesal,"


"Tapi sekarang sepertinya sudah tidak?"


"Yahhh.... Aku juga memikirkannya, aku pikir hidupku tidak akan bisa tenang jika aku terus bersikap seperti sebelumnya, jika aku berada di atas orang-orang, dan mendapatkan posisi tertinggi dalam Keluargaku, mungkin tidak akan ada lagi orang yang berani menghina atau menengangku,"


"Jadi itu tujuan Nona?"


"Nona sangat idealis,"


Natasya lalu segera tertawa,


"Mungkin juga, namun Aku pikir, menempuh jalan ini akan membuat Aku kesepian dan sendirian," kata Natasya sambil menatap kearah langit, seolah-olah memikirkan ketika dirinya berada di atas.


"Nona tidak akan pernah sendirian, Aku akan selalu ada di sampingmu, untuk mendukungmu,"


Mendengar kata-kata tulus itu, Natasya merasa tersentuh, dan segara berkata,


"Ya, itu harus. Kamu harus selalu berada di sampingku, bahkan ketika nanti ingatanmu kembali. Apa kamu mengerti?"


"Tentu saja," kata Alex dengan yakin.


Yang itu mereka benar-benar menikmati hari damai mereka, tanpa tahu jika diam-diam ada yang memfoto mereka, dan tidak benar lama mulai ada gosip yang semakin heboh di Perusahaan soal mereka.


Tepat ketika Alex dan Natasya berjalan turun, mereka kebetulan bertemu dengan beberapa pegawai yang lewat di sana menatap mereka dengan ekspresi aneh.


Alex jelas merasa tidak nyaman, lalu segera menjaga jarak dengan Natasya.


"Nona, saya permisi ke Kamar Mandi dulu,"


"Tentu, nanti segera kembali ke ruangan ku jika selesai,"

__ADS_1


Alex butuh waktu untuk menenangkan dirinya, pandangan semua orang jelas tidak nyaman.


Namun begitu dirinya ada di kamar mandi, terlihat ada beberapa rombongan orang yang bergosip yang masuk juga ke kamar mandi, Alex gak tahu kenapa dirinya segera masuk ke dalam bilik.


"Kamu tahu tidak, Nona Natasya itu ternyata bermain-main dengan Bodyguard barunya itu,"


"Bagaimana kamu tahu? Kamu jangan bicara sembarangan,"


"Aku hanya mengatakan apa yang aku dapatkan di Grub WA kantor, kamu pasti tidak membaca pesan di grup. Ada foto Nona Natasya dan Pengawalnya itu, sedang berbuat hal-hal tidak senonoh di Atap!"


"Astaga? Benarkan?"


"Lihat ini,"


"Owh, benar, pantas saja tadi aku merasa agak aneh ketika melihat mereka turun dari lantai atas,"


"Ya, mereka jelas melakukan hal-hal tidak senonoh di sana, dan kamu juga tahu, jika Pengawal Nona Natasya itu, berada dalam Ruangan Nona Natasya setiap hari, coba bayangkan berapa banyak hal tidak senonoh yang mereka lakukan berdua seperti itu,"


"Astaga, Aku tidak habis pikir, Nona Natasya orang semacam itu,"


"Cih, memang, mungkin Bodyguardnya itu saja yang kurang ajar, hanya karena dia sedikit Tampan, dia mengoda Nona Kaya semacam Nona Natasya, benar-benar wajah laki-laki bayaran,"


"Dan, lagi Nona Natasya masih mau-maunya dengan laki-laki semacam itu, sungguh tidak tahu malu. Pantas saja, Aku melihat semua barang yang di pakai Bodyguard itu, terlihat barang Branded mahal semua,"


"Memang, sungguh tidak tahu malu mereka, mana melakukannya di kantor, sungguh tidak layak untuk mendapatkan Posisi CEO, hanya akan membuat banyak skandal untuk Perusahaan,"


Mendengar semua kata-kata itu, jelas membuat Alex merasa sangat marah ingin segera keluar dan memukuli mereka, bilang apa yang beredar itu tidak benar.


Namun, dirinya juga paham bahwa melakukan hal-hal Impulsif semacam itu, hanya akan membuat masalah menjadi semakin berat.


Sekarang apa yang harus dirinya lakukan?


Kenapa dirinya yang berada di samping Nona Natasya, malah hanya menjadi beban untuknya?


Padahal, dirinya ingin membantu Nonanya, namun kenapa malah seperti ini?


Alex menjadi begitu sedih ketika memikirkan ini.


Dirinya takut, gosip-gosip semacam ini akan mempengaruhi Nona Natasya.


Apalagi, setelah dirinya tahu, tekat Nona Natasya untuk menjadi Pemimpin Perusahaan.


Ini adalah saat-saat yang penting di mana hal apapun atau kesalahan sekecil apapun tidak bisa diterima.


Jangan sampai hal-hal ini menjadi batu sandung untuknya.


Namun bagaimana?


Apa yang bisa dirinya lakukan untuk meredam semua gosip itu?

__ADS_1


__ADS_2