Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya

Bodyguard Super Tampanku Ternyata CEO Kaya
Episode 60: Terungkap


__ADS_3

Hari-hari segera berlalu dengan cepat, Natasya mulia sibuk dengan pekerjaannya sebagai CEO baru, banyak hal yang harus dirinya urus, lebih banyak tanggung jawab yang dirinya memiliki.


Jadi hari-hari pertama ini benar-benar membuat Natasya lelah, sampai-sampai dirinya melupakan soal masalah Alex saling sibuknya.


Natasya mulai menatap tumpukan dokumen di depannya yang sepertinya tidak habis-habis.


Astaga, pantas saja Ayahnya ingin segera pensiun?


Ternyata sangat menguras tenaga menjadi CEO seperti ini?


Ketika mikirkan ini dirinya tiba-tiba teringat pada Alex.


Ah, banar juga Alex kabarnya juga seorang CEO, jadi apakah dia tidak begitu sibuk?


Masih sempat menaikan ponselnya dan mengirimkan makan siang untuknya?


Ketika memikirkan ini, hati Natasya tiba-tiba merasa tersentuh.


Namun, sendirinya menggelengkan kepalanya, mungkin Alex lakukan semua itu hanya demi balas budi, kurang dan tidak lebih.


Dan begitulah akhirnya hari itu berlalu, tanpa Natasya membalas pesan Alex.


Sebenarnya, Alex mengajak dirinya bertemu, namun sungguh, dirinya begitu sibuk hingga tidak membalas pesan itu.


Natasya masih sedikit ragu untuk bertemu dengannya namun hal-hal tidak bisa dibiarkan seperti ini mungkin memang saatnya untuk mereka bertemu dan mulai membicarakan semua ini.


Mendingan juga ingin bertanya pada Alex langsung, apa alasan Alex membantunya diam-diam selama ini, soal proyek, saham dan lainnya.


Perbuatan itu benar-benar lebih dari cukup jika hanya sekedar balas budi.


Sekarang Natasya menatap ponselnya, lalu melihat ada pesan lain selain dari Alex.


Ini ternyata dari Alena, yang mengirimkan sebuah undangan Pesta Ulang Tahun?


Ketika memikirkan ini tiba-tiba dirinya memiliki sebuah ide.


Alena adalah adik Perempuan Alex bukan?


Bukankah itu artinya jika dirinya datang ke pesta itu setidaknya dirinya bisa bertemu dengan Alex.


Namun bagaimana jika Alex menghindarinya seperti sebelum-sebelumnya?


Jelas saja dirinya ada akan membiarkannya lari seperti sebelumnya.


Dirinya akan menangkap basah Alex, dan memastikan Alex menjawab semua yang ingin dirinya tanyakan.


Ini adalah ide yang bagus, apalagi Acaranya juga akhir pekan ini, ini sudah Kamis, tinggal beberapa hari lagi.


Mari, pikirkan dulu soal memberi hadiah.


Natasya udah siap dengan rencananya hanya butuh menunggu hari segera datang.


Dan begitulah, ketika seseorang sibuk hari-hari benar-benar cepat berlalu.


Tidak terasa, Hari sudah menunjukkan hari Sabtu, dan sudah saatnya pesta itu berlangsung.


Natasya saat ini sedang bersiap-siap menuju ke Pesta Alena.


Bersama dengan supirnya, Natasya sekarang sedang dalam perjalanan.


Sebenarnya dirinya juga masih sangat cemas tentang apa yang ingin dirinya katakan, hidungnya juga entah kenapa masih merasa belum siap dengan jawaban yang mungkin akan dirinya dapatkan.


Apakah ini karena sebenarnya dirinya sudah jatuh terlalu dalam pada pesona Alexander Smith?


Sungguh, Alex benar-benar menyebalkan sampai bisa membuat hatinya begitu tidak karuan seperti ini.


Dan begitulah, tanpa sadar Natasya sudah sampai di Rumah Keluarga Smith.


Ketika menatap rumah besar ini sekarang perasaan Natasya sedikit berbeda.


Apakah ini karena dirinya tahu bahwa ternyata rumah ini adalah rumah Alex yang dirinya kenal?


Mari ini jelas dirinya akan menangkap basah Alex apapun yang terjadi.


Sampai didalam, ternyata di sana cukup ramai, sepertinya banyak anak-anak muda disana, ah seumuran mahasiswa.


Ini membuat Natasya merasa tua ketika menatap muda mudi yang lebih muda dari dirinya ini.


Apalagi dirinya melihat beberapa orang terlihat datang dengan pasangan mereka.


Natasya memikirkannya, sambil meratapi nasibnya, dan dirinya di umur segini masih jomblo?


Hah, Natasya segera menggelengkan kan kepalanya tidak ada gunanya juga memikirkan soal hal itu, toh dirinya sibuk, fokus pada Karirnya selama ini, belum lagi dirinya selalu jatuh cinta pada orang yang salah.


Hah, ada-ada hal baik dari jatuh cinta.


"Kak Natasya sudah datang?" Alena yang menjadi bintang pesta, jelas langsung menyapa Natasya dengan ramah.


"Selamat Ulang Tahun Alena, Ini Ulang Tahun ke 20 mu, semoga panjang umur dan bahagia selalu,", kata Natasya sambil memeluk Alena.


"Terimakasih Kak Natasya, Aku sangat senang Kakak bisa datang ke sini,"

__ADS_1


Mereka berdua terlihat sedang mengobrol asik, sampai tiba-tiba Kakak Alena, yaitu Julio datang.


"Bukankah Aku Hari ini juga berulang tahun? Kenapa aku tidak mendapatkan ucapan selamat?"


Itu hanya godaan ringan dari Julio, yang membuat Natasya dan Alena tertawa.


"Selamat Ulang Tahun juga Julio, semoga panjang umur,"


Julio lalu tersenyum dan berkata,


"Terimakasih Kak Natasya,"


Alena lalu menatap sekeliling, mencoba mencari seseorang.


Tunggu, bukankan Kakaknya Alex bilang ingin bertemu dengan Kak Natasya?


Karang ke mana perginya Kakaknya itu?


Kakaknya selalu pergi jika ada acara penting semacam ini benar-benar menyebalkan.


"Julio, Kakak kemana?" Tanya Alena pemasaran.


"Kakak? Juga tidak tahu aku tidak melihatnya dari tadi,"


Natasya yang mendengar percakapan itu, jelas saja menduga bahwa Alex pasti menghindarinya.


Ketika memikirkan itu, Natasya merasa sangat kesal.


"Huh? Acara sepenting ini Kalian tidak ada?"


"Itu benar, entah Kakak kami memang tidak jelas seperti itu," kata Julio sambil mengeluh.


"Mungkin Kakak ada di kamar?" Kata Alena tiba-tiba.


Natasya lalu memiliki sebuah ide bagus.


"Mau Aku bantu mencari Kakakmu, Alena?" Tawar Natasya.


"Ah, benar, Mari Kak Natasya kita pergi ke kamar Kakakku, Aku kesal dan ingin menyergapnya,"


"Ya, mari Aku temani,"


"Kak Julio, kamu disini saja dan menyapa tamu,"


Lalu keduanya lalu segera berniat pergi dari ruangan pesta, namun siapa yang tahu ketika mereka sampai di pintu keluar, mereka bertemu dengan Alex.


Alena yang melihat wajah Kakaknya itu segera merangkul nya dengan senang.


Tatapan Alex segera bertemu dengan Natasya.


Mereka bertatap and cukup lama dan tidak berkata apapun terlalu terkejut karena hal hal ini terlalu tiba-tiba, terutama Natasya.


Alena sendiri jadi bingung ketika mereka berdua bertatapan.


"Emm, Apakah kalian berdua saling kenal?"


Natasya lalu berkata,


"Kebetulan sekali, memang seperti itu, benar bukan Pak Alexander Smith?"


Alex lalu segera tersenyum, dan berkata,


"Nona Natasya, Sungguh aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua ini, aku hanya ingin memberimu sebuah kejutan, jadi Apakah kamu terkejut?"


Natasya jelas menjadi bingung dengan kata-kata itu.


Lalu sebuah bunga mawar muncul di tangan Alex, dan Alex memberikannya pada Natasya.


Hal itu jelas membuat Alena dan Natasya terkejut.


"Natasya, Aku tahu kamu marah padaku. Tapi percayalah ini semua hanya salah paham, seorang gadis yang meneleponmu dan mengaku itu Tunanganku itu penipu, Aku tidak memiliki Tunangan, tanyakan saja pada Adikku jika kamu tidak percaya,"


Alena jelas menjadi bingung dengan arah percakapan itu.


Namun Alena segera teringat tentang apa yang Natasya ceritakan tempo hari, soal orang yang dia suka ternyata sudah memiliki Tunangan...


Astaga....


Jangan bilang jika yang dibicarakan itu sebenarnya adalah Kakaknya Alex?


Dan entah bagaimana Kak Natasya salah paham jika Kakaknya punya Tunangan?


Astaga....


Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan.


Namun dunia begitu sempit untuk mereka berdua saling kenal, kenapa mereka berbuat bisa saling kenal?


"Kak Natasya, percayalah, Kak Alex ini Jomblo dari dulu, Tunangan apa? Kekasih saja tidak pernah punya. Dia itu sangat terbiasa sendiri dari dulu tidak pernah punya pacar, saking jomblonya, Aku sempat cemas padanya,"


Alex tahu apa yang dikatakan adiknya itu adalah kebenaran, dirinya jomblo dari dulu?

__ADS_1


Astaga....


Ini benar-benar memalukan ketika memikirkannya.


Natasya juga terkejut setelah mendengar itu.


"Kamu... Kamu benar-benar tidak memiliki Tunangan?"


"Ahahaha... Seperti yang adikku katakan, Aku bahkan dak pernah memiliki pacar bagaimana tiba-tiba Aku memiliki Tunangan?"


"Lalu gadis yang sebelumnya...." Kata Natasya sedikit ragu.


Alex lalu segera berkata,


"Nona Natasya harus tahu, Aku ini sebenernya cukup Tampan, mungkin beberapa gadis sengaja mengejar ku sampai berkata hal-hal semacam itu, mau bagaimana lagi ini adalah musibah karena memiliki wajah tampan, jadi di kejar-kejar oleh para gadis,"


Natasya yang mendengar kata-kata narsis semacam itu keluar dari mulut Alex, segera tertawa tidak tahan.


"Astaga, Alex... Jadi itu yang kamu pikirkan tentang dirimu?"


"Nona Natasya, aku benar-benar minta maaf soal hal hal itu. Jadi apakah kamu mau menerima permintaan maaf ku?"


Natasya lalu menatap bunga mawar di hadapannya.


Jadi dirinya salah paham?


Jika memikirkannya lagi, sebenarnya dirinya juga sudah menyelidiki identitas pria di depannya ini, jelas dalam dokumen itu tidak ada tulisan bahwa Pria itu bertunangan, namun bisa-bisanya dirinya tidak memikirkan soal detail ini?


Apakah dirinya jadi bodoh karena cemburu?


Baru kali ini, Natasya merasa bahwa dirinya itu cukup bodoh.


Ternyata, cinta bisa membuat dirinya kurang berpikir jernih.


Hal yang simpel kisah menjadi begitu rumit hanya karena dirinya yang termakan cemburu.


Wajah Natasya jelas menjadi memerah karena malu setelah memiliki semua pikiran ini.


Alex yang menatap wajah itu jelas aja merasa itu cukup imut, ternyata Nonanya ini benar-benar bisa memiliki ekspresi seperti itu.


Ketika memberikan mawar, tangan mereka jelas bersentuhan, dan tidak ada dari mereka yang ingin menarik tangan mereka.


"Maaf... Maaf Aku sepertinya jadi obat nyamuk? Aku akan permisi dulu," kata Alena tiba-tiba.


Dua orang itu segera merasa malu, dan melepaskan tangan mereka.


"Tidak, tidak. Kamu ini bicara Apa Alena? Karena Kakakmu sudah ketemu, mari kita segera kembali ke pesta," kata Natasya mencoba melarikan diri.


Alex hanya mengikuti mereka berdua sampai tiba ruangan pesta dimana Julio berada.


Julio jelas kepo melihat ekpersi dua orang yang terlihat aneh itu, mulai bertanya pada Alena, namun Alena dak menjawab dan malah menuduhnya kepo.


"Ah, benar juga, Kak Alex bilang Kakak ingin memainkan Piano?" Kata Julio tiba-tiba.


Natasya lalu mulai menatap Alex, cukup terkejut mendengar Alex ternyata bisa memainkan piano.


Ini membuat dirinya menjadi penasaran seperti apa permainan piano itu.


"Tentu saja, Aku akan memainkannya," kata Alex lalu berjalan menuju ke tempat piano berada.


Pada Tamu lainnya, game mulai menantikan permainan piano Alex.


Sampai Alex mulai memainkan lagu cinta pada Pianonya.


Beberapa lagi klasik romantis, yang tentu saja Natasya kenali.


Permainan Piano itu cukup indah, membuat Natasya tenggelam dalam ingatan nya, sejak hari dirinya bertemu dengan Alex, dan hari-hari yang mereka lalui bersama ketika Alex kehilangan ingatannya.


Selalu sebuah janji yang mereka buat di pasar malam.


Semuanya terasa sangat indah bersama dengan suara musik yang indah.


Sampai permainan piano berakhir, Alex lalu berdiri dan berkata,


"Lagu ini, aku persembahkan untuk orang yang Aku sukai,"


Semua orang menjadi terkejut ketika mendengar itu.


Apalagi, mereka melihat, Alex mulai mengambil bunga dari balik Jasnya, dan mulai berjalan ke arah tertentu.


Itu adalah arah Natasya berada.


Alex mulai berlutut memberikan bunga itu pada Natasya dan berkata,


"Ini spesial untukmu, untuk orang yang Aku cintai, Nona Natasya Scarett. Maukah kamu menerimaku?"


Alex merasa cukup yakin dengan jawabannya, dirinya memang sudah merencanakan hal ini dari awal.


Ya, ini adalah saat yang tepat untuk dirinya menyatakan cintanya.


Tidak perlu menunggu-nunggu nanti-nanti...

__ADS_1


__ADS_2